Advertising 468 x 60

Materi Biologi : Pengertian Archaebacteria dan klasifikasi Archaebacteria (Bakteri Kuno)

Pengertian Archaebacteria dan penjabaran Archaebacteria (Bakteri Kuno) ~ Archaebacteria merupakan kelompok basil yang sangat unik. Dari arti bahasa, Archaebacteria berarti "Bakteri Kuno" yang mempunyai pengertian konteks sebagai kelompok basil yang telah hidup sangat lama sebelum jenis organisme lain berkembang. Bukan tanpa alasan juga istilah "Bakteri Kuno" dipegang oleh kelompok basil ini. Pasalnya jenis kuman ini memiliki struktur yang unik dan sangat berbeda dengan jenis organisme lainnya. Archaebacteria disebut-sebut sebagai organisme paling kuno (awal) yang bekerjasama dekat dengan organisme eukariotik (organisme yang mempunyai membran inti sel). Keunikan lainnya dari Archaebacteria ini ialah tempat hidup yang sangat ekstrim dan beberapa ilmuwan mengeluarkan hipotesis bahwan Archaebacteria yaitu organisme yang hidup pada lingkungan awal di Bumi. [Ref : Anggi Putri]

Dinding sel Archaebacteria tidak mengandung peptidoglikan, tetapi di dalam membran plasmanya mengandung lipid. basil ini sanggup menghasilkan gas metana dengan memanfaatkan senyawa organik seolah-olah metanol dan asetat sebagai makanannya, yang dikombinasikan dengan kandungan karbondioksida dan hidrogen yang ada di udara.
Pengertian Archaebacteria dan penjabaran Archaebacteria (Bakteri Kuno)

Klasifikasi Archaebacteria

Klasifikasi Archaebacteria atau pengelompokan keluarga Archaebacteria mampu diperoleh menurut lingkungan hidupnya yang sangat ekstrim. klasifikasi berdasarkan lingkungan hidup yang ekstrim ini sanggup diperoleh 3 (tiga) pembagian kelompok Archaebacteria, yaitu:

1# basil Metanogen
Merupakan kelompok bakteri Archaebacteria yang hidup di rawa ekstrim. kuman ini dapat memproduksi gas metana (biogas) dari acara metabolismenya. basil Metanogen memakan metanol atau asetat (asam) yang dikombinasikan dengan karbondioksida dan hidrogen di udara untuk menghasilkan gas metana. Lokasi hidupnya sangat cocok dengan fungsi dari kuman ini, yaitu sebagai kuman pengurai. Biasanya kuman ini dimanfaatkan untuk penguraian sampah dan kotoran binatang yang kemudia belakangan ini dikembangkan sebagai sumber energi alternatif penghasil metana. Contoh kuman Archaebacteria dari jenis kuman Metanogen yaitu Methanobacterium.

2# basil Halofil
Merupakan kelompok bakteri Archaebacteria yang mampu hiduk di lingkungan ekstrim dengan kadar garam sangat tinggi. Contoh dari basil Archaebacteria jenis Halofil ini adalah Halobacterium.

3# kuman Termoasidofil
Merupakan kelompok bakteri Archaebacteria yang sanggup hidup di lingkungan ekstri yang panas dan kadar asam tinggi. Temperatur optimal dari lingkungan yang mampu ditempati oleh basil ini mencapai 60 hingga 80 derajat celcius dengan tingkat asam yang sangat besar lengan berkuasa mencapai pH 2-4. teladannya yaitu daerah kawah vulkanik yang mengandung asam sulfat tinggi. Contoh kuman termosiadofil ialah Sulfolobus dan Thermoplasma.

Sampai dengan dikala ini, bakteri Archaebacteria yang memiliki peran aktif bagi kehidupan insan dan telah diketahui oleh insan yaitu dari jenis basil Metanogen. kuman Archaebacteria dari jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai media pengembangan energi alternatif untuk insan. [Baca juga : Pengertian basil Eubacteria dan penjabaran]

Demikian sedikit ulasan mengenai Pengertian Archaebacteria dan klasifikasi Archaebacteria yang mampu saya hinggakan. supaya ulasan ini sanggupmenambah pengetahuan kita mengenai basil Archaebacteria yang ada di dunia ini dan apa yang sanggup dimanfaatkan dari keberadaannya.

0 Response to "Materi Biologi : Pengertian Archaebacteria dan klasifikasi Archaebacteria (Bakteri Kuno)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel