Advertising 468 x 60

Download Modul/Buku Teks penilaian Penguatan Pendidikan huruf (PPK)

Download Modul/Buku Teks Penilaian Penguatan Pendidikan aksara (PPK)

Gerakan Penguatan Pendidikan karakter (PPK) selain merupakan kelanjutan dan kesinambungan dari Gerakan Nasional Pendidikan aksara Bangsa Tahun 2010 juga merupakan potongan integral Nawacita. Dalam hal ini butir 8 Nawacita: Revolusi huruf Bangsa dan Gerakan Revolusi Mental dalam pendidikan yang hendak mendorong seluruh
pemangku kepentingan untuk mengadakan perubahan paradigma, yaitu perubahan acuan pikir dan Cara bertindak, dalam mengelola sekolah. Untuk itu, Gerakan PPK menempatkan nilai aksara sebagai dimensi terdalam pendidikan yang membudayakan dan memberadabkan para pelaku pendidikan. Terdapat  lima nilai utama pada Gerakan Penguatan Pendidikan karakter (PPK) yang saling berkaitan dan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. 

Kelima nilai utama aksara bangsa yang dimaksud ialah sebagai berikut:

1. Religius

Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap ilahi yang Maha Esa yang diwujudkan dalam sikap melaksanakan aliran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama,menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan hening dengan pemeluk agama lain.
Nilai abjad religius ini mencakup tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan yang kuasa, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai abjad religius ini ditunjukkan dalam sikap menyayangi dan menjaga keutuhan ciptaan. Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan,persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.

2. Nasionalis

Nilai huruf nasionalis merupakan Tutorial berpikir, bersikap, dan berbuat yang memperlihatkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi,dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri,menjaga kekayaan budaya bangsa,rela berkorban, unggul, danberprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan,taat hukum, disiplin,menghormati keragaman budaya, suku,dan agama.

3. mandiri

Nilai huruf mampu bangkit diatas kaki sendiri merupakan sikap dan sikap tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran,waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan impian.Subnilai mampu bangun diatas kaki sendiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

4. tolong-menolong

Nilai abjad bantu-membantu mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan pundak membahu merampungkan problem bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi kontribusi/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai bantu-membantu antara lain menghargai, kerja sama,inklusif, kesepakatan atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong,solidaritas, tenggang rasa, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

5. Integritas

Nilai abjad integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menimbulkan dirinya sebagai orang yang selalu kredibilitas dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan,memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral). abjad integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia,komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).

Kelima nilai utama huruf bukanlah nilai yang bangun dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu dengan lainnya, yang berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan eksklusif. Dari nilai utama manapun pendidikan karakter dimulai, individu dan sekolah pertlu berbagi nilai-nilai utama lainnya baik secara kontekstual maupun universal. Nilai religius sebagai cerminan dari iktikad dan takwa kepada tuhan Yang Maha Esa diwujudkan secara utuh dalam bentuk ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing dan dalam bentuk kehidupan antarmanusia sebagai kelompok, masyarakat,maupun bangsa. Dalam kehidupan sebagai masyarakat dan bangsa nilai – nilai religius dimaksud melandasi dan melebur di dalam nilai-nilai utama nasionalisme, kemandirian, bantu-membantu, dan integritas. Demikian pula bila nilai utama nasionalis digunakan sebagai titik awal penanaman nilai-nilai karakter, nilai ini harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang tumbuh bersama nilai-nilai lainnya.


Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Implementasi PPK

Gerakan Penguatan Pendidikan huruf (PPK) dikembangkan dan dilaksanakan dengan memakai prinsip-prinsip sebagai berikut:

Prinsip 1 – Nilai-nilai Moral Universal

Gerakan PPK berfokus pada penguatan nilai-nilai moral universal yang prinsip-prinsipnya dapat didukung oleh segenap individu dari banyak sekali macam latar belakang agama, keyakinan, kepercayaan, sosial,dan budaya.

Prinsip 2 – Holistik

Gerakan PPK dilaksanakansecara holistik, dalam arti pengembangan fisik (olah raga), intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa), sopan santun dan spiritual (olah hati) dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak, baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kerja sama dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan.

Prinsip 3 – Terintegrasi

Gerakan PPK sebagai poros pelaksanaan pendidikan nasional terutama pendidikan dasar dan menengah dikembangkan dan dilaksanakan dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan aneka macam elemen pendidikan, bukan merupakan program tempelan dan aksesori dalam proses pelaksanaan pendidikan.

Prinsip 4 – Partisipatif

Gerakan PPK dilakukan dengan mengikutsertakan dan melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai pelaksana Gerakan PPK. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait mampu menyepakati prioritas nilai-nilai utama abjad dan kekhasan sekolah yang diperjuangkan dalam Gerakan PPK, menyepakati bentuk dan seni administrasi pelaksanaan Gerakan PPK, bahkan pembiayaan Gerakan PPK.

Prinsip 5 – Kearifan Lokal

Gerakan PPK bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara yang demikian majemuk dan majemuk semoga kontekstual dan membumi. Gerakan PPK harus bisa berbagi dan memperkuat kearifan lokal nusantara biar dapat berkembang dan berdaulat sehingga dapat memberi indentitas dan jati diri penerima asuh sebagai bangsa Indonesia.

Prinsip 6 – Kecakapan kala XXI

Gerakan PPK mengembangkan kecakapan-kecakapan yang diperlukan oleh peserta asuh untuk hidup pada kurun XXI, antara lain kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran (collaborative learning).

Prinsip 7 – Adil dan Inklusif

Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, non-diskriminasi, non-sektarian, menghargai kebinekaan dan perbedaan (inklusif), dan menjunjung harkat dan martabat insan.

Prinsip 8 – Selaras dengan Perkembangan penerima latih

Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan selaras dengan perkembangan akseptor didik baik perkembangan biologis, psikologis,maupun sosial, agar tingkat kecocokan dan keberterimaannya tinggi dan maksimal. Dalam hubungan ini kebutuhan-kebutuhan perkembangan penerima didik perlu memperoleh perhatian intensif.

 Prinsip 9 – Terukur

Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berlandaskan prinsip keterukuran supaya dapat dimati dan diketahui proses dan kesudahannya secara objektif. Dalam hubungan ini komunitas sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama aksara yang menjadi prioritas pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan sikap yang dapat diamati dan diukur secara objektif; membuatkan acara-program penguatan nilai-nilai huruf bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah;dan mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan.

Struktur Kurikulum Pelaksanaan PPK

Gerakan Penguatan Pendidikan huruf (PPK) tidak mengubah kurikulum yang sudah ada, melainkan optimalisasi kurikulum pada satuan pendidikan. Gerakan PPK perlu dilaksanakan di satuan pendidikan melalui aneka macam Cara sesuai dengan kerangka kurikulum yaitu alokasi waktu minimal yang ditetapkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola oleh satuan pendidikan sesuai dengan peminatan dan aksaraistik peserta didik, kearifan lokal, daya dukung, dan akal satuan pendidikan masing-masing.

Pelaksanaan Gerakan PPK diadaptasi dengan kurikulum pada satuan pendidikan masing-masing dan mampu dilakukan melalui tiga Cara, yaitu:
  1. Mengintegrasikan pada mata pelajaran yang ada di dalam struktur kurikulum dan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Sebagai aktivitas intrakurikuler dan kokurikuler, setiap guru menyusun dokumen perencanaan pembelajaran berupa Silabus dan rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai mata pelajarannya masing-masing. Nilai-nilai utama PPK diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sesuai topik utama nilai PPK yang akan dikembangkan/dikuatkan pada sesi pembelajaran tersebut dan sesuai dengan abjadistik mata pelajaran masing-masing. contohnya,mata pelajaran IPA untuk SMP mengintegrasikan nilai nasionalisme dengan mendukung konservasi energi pada bahan wacana energi.
  2. Mengimplementasikan PPK melalui aktivitas ekstrakurikuler yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Pada aktivitas ekstrakurikuler,satuan pendidikan melaksanakan penguatan kembali nilai-nilai karakter melalui berbagai kegiatan. aktivitas ekskul mampu dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain/lembaga yang relevan, seakan-akan PMI, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan,museum, rumah budaya, dan lain-lain, sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas satuan pendidikan.
  3. Kegiatan adaptasi melalui budaya sekolah dibentuk dalam proses acara rutin, impulsif, pengkondisian, dan keteladanan warga sekolah. aktivitas-kegiatan dilakukan di luar jam pembelajaran untuk memperkuat pembentukan karakter sesuai dengan situasi, kondisi,ketersediaan sarana dan prasarana di setiap satuan pendidikan.
Basis Gerakan PPK

Gerakan PPK mampu dilaksanakan dengan berbasis struktur kurikulum yang sudah ada dan mantap dimiliki oleh sekolah, yaitu pendidikan aksara berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat/komunitas (Albertus, 2015).

Penguatan Pendidikan karakter Berbasis Kelas
  • Mengintegrasikan proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum dalam mata pelajaran, baik itu secara tematik maupun terintegrasi dalam mata pelajaran.
  • Memperkuat administrasi kelas, pilihan metodologi, dan evaluasi pengajaran.
  • Mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah.
Penguatan Pendidikan huruf Berbasis Budaya Sekolah
  • Menekankan pada penyesuaian nilai-nilai utama dalam keseharian sekolah.
  • Menonjolkan keteladanan orang cukup umur di lingkungan pendidikan.
  • Melibatkan seluruh ekosistem pendidikan di sekolah.
  • Mengembangkan dan memberi ruang yang luas pada segenap potensi siswa melalui aktivitas ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler.
  • Memberdayakan administrasi dan tata kelola sekolah.
  • Mempertimbangkan norma, peraturan, dan tradisi sekolah.
Penguatan Pendidikan aksara Berbasis Masyarakat.
  • Memperkuat peranan Komite Sekolah dan orang tua sebagai pemangku kepentingan utama pendidikan.
  • Melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber pembelajaran seakan-akan eksistensi dan bantuan pegiat seni dan budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.
  • Mensinergikan implementasi PPK dengan berbagai program yang ada dalam lingkup akademisi, pegiat pendidikan, dan LSM.
  • Mensinkronkan program dan acara melalui kerja sama dengan pemerintah tempat, kementerian dan forum pemerintahan, dan masyarakat pada umumnya
Tujuan PPK

Gerakan Penguatan Pendidikan abjad memiliki tujuan sebagai berikut:
  1. Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai aksara sebagai jiwa atau generator utama penyelenggaraan pendidikan.
  2. Membangun dan membekali Generasi Emas Indonesia 2045 menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan periode 21.
  3. Mengembalikan pendidikan aksara sebagai ruh dan fondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati (etik dan spiritual), olahrasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik)
  4. Merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan (kepala sekolah, guru, siswa, pengawas, dan komite sekolah) untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan huruf.
  5. Membangun jejaring pelibatan masyarakat (publik) sebagai sumber-sumber
  6. belajar di dalam dan di luar sekolah.
  7. Melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)
Berkitan dengan manfaat PPK dan segela bentuk dokumen yang berhubungan dengan Penguatan Pendidikan abjad mampu di download berikut ini:

Semoga dokumen Modul/Buku Teks Penilaian Penguatan Pendidikan aksara (PPK) mampu dimanfaatkan dalam pelaksanaan pendidikan di masing-masing sekolah

0 Response to "Download Modul/Buku Teks penilaian Penguatan Pendidikan huruf (PPK)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel