Advertising 468 x 60

Pengertian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III

penterperincian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III - Dengan adanya siang dan malam dapat menimbulkan beberapa pendapat orang awam bahwa terdapat perputaran benda langit merupakan perputaran matahari yang mengelilingi bumi. Pendapat tersebut salah karena pada dasarnya mataharilah yang diam tidak bumi. Bumi berputar pada porosnya dengan mengelilingi matahari. Proses perputaran bumi terjadi sangat cepat sehingga dikala perputaran bumi kita tidak merasakan apa apa. Proses perputaran bumi tersebut dapat ditunjukkan dalam Hukum Kepler. Mungkin anda masih bertanya tanya apa itu Hukum Kepler? Apa fungsi dari Hukum Kepler tersebut? Kali ini materi belajar akan membahas mengenai pengertian hukum kepler, fungsi hukum kepler, dan bunyi hukum kepler I, II dan III. Untuk lebih terperincinya dapat kita simak dibawah ini.

Singkatnya hukum kepler merupakan hukum yang bersinggungan dengan ilmu astronomi atau yang berhubungan dengan tatasurya. Bunyi hukum kepler sendiri sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. jadi antara bunyi hukum kepler I, dan bunyi hukum kepler II tentu akan berbeda. Namun pada dasarnya fungsi hukum kepler tetaplah sama.

Fungsi hukum kepler sendiri bersenggolan dengan rumus hukum kepler yang sedikit banyak mengatur ihwal cara memperhitungkan jminuman memabukan, massa, dan umur benda benda langit. Untuk lebih terperincinya simaklah artikel ihwal hukum kepler 1, 2 dan 3 dibawah ini.

penterperincian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III

Pada Hukum Kepler memiliki fungsi yang bermacam macam. Hukum kepler dapat dibagi menjadi hukum kepler I, hukum kepler II, dan hukum kepler III. Setiap jenis hukum memiliki bunyi yang berbeda beda. Berikut pengertian hukum kepler, fungsi hukum kepler, dn bunyi hukum kepler I, II dan III.
Dengan adanya siang dan malam dapat menimbulkan beberapa pendapat orang awam bahwa terdapa penterperincian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III
Johannes Kepler (Hukum Kepler)


penterperincian Hukum Kepler

Pertama kali hukum  kepler ditemukan oleh Johannes Kepler pada tahun 1571 hingga 1630. Johannes Kepler merupakan astronom serta matematikawan yang berasal dari Jerman. Dalam menemukan hukum ini Johannes melanekan penelitian berdasarkan data yang berasal dari Tycho Brahe yang memiliki profesi sebagai astronom Denmark pada tahun 1546 hingga 1601. Pada jaman dahulu insan berpedoman pada hukum geosentris yang merupakan suatu pengertian mengenai bumi sebagai alam semesta. Pendapat tersebut diambil berdasarkan pengamatan dari insan. Mereka setiap hari mengamati matahari, bulan maupun bintang selalu bergerak akan tetapi bumi tetap diam. Pada tahun 100-170 M bahkan hingga 1400 tahun terdapat astronom yang bernama Claudius Ptolemeus yang menyatakan bahwa bumi terletak diantara tata surya, planet planet disekeliling bumi serta matahari yang membentuk lintasan melingkar.

Selanjutnya terdapat astronom dari Polandia Nicolas Copernicus menyatakan model heliosentris pada tahun 1543. Heliosentris tersebut merupakan pernyataan bahwa bumi dengan planet planet yang ada disekitarnya selalu berputar mengelilingi matahari dengan jalur membentuk lingkaran. Pendapat tersebut merupakan pengembangan dari pendapat sebelumnya. Namun pada pendapat Nicolas tersebut terdapat sedikit kekurangan mengenai gerakan planet yang mengelilingi matahari dengan jalur melingkar. Untuk lebih terperinci mengenai pendapat Claudius Ptolemeus dan Nicolas Copernicus dapat anda simak dibawah ini:
Dengan adanya siang dan malam dapat menimbulkan beberapa pendapat orang awam bahwa terdapa penterperincian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III
Model Geosentris dan Model Heliosentris
Setelah pendapat mengenai model diatas kemudian Kepler mempublikasikan buku pertamanya merupakan "Mysteri of the Universe" pada tahun 1596. Buku terebut menceritakan bahwa kedua model yang telah dipaparkan oleh astronom tadi tidak ada hubungan atau keterkaitan mengenai pengamatan yang sebelumnya dilanekan oleh Tycho Brahe. Dengan bukunya tadi kemudian kepler tidak berpedoman kembali kepada pendapat Claudius Ptolemeus dan Nicolas Copernicus serta mencari kembali model lain. Setelah beberapa waktu melanekan pencarian kemudian Kepler menemukan orbit berbentuk elips yang sesuai dengan data Tycho Brahe pada tahun 1609. Keplerpun menerbitkan bukunya kembali dengan judul "Astronomia Nova" dengan memiliki dua hukum didalamnya. Setelah sepuluh tahun berikutnya Kepler menerbitkan lagi hukum ketiga pada buku Astronomia Nova.
Baca juga : penterperincian Sistem Koloid, Sifat dan Jenis Jenis Sistem Koloid

Fungsi Hukum Kepler

Selain pengertian diatas, kemudian admin akan membahas mengenai fungsi hukum kepler. Hukum Kepler berfungsi untuk memperhitungkan benda benda langit yang mengorbit matahari serta benda luar angkasa yang belum diketahui oleh Kepler pada dikala penelitiannya. Hukum tersebut juga berfungsi untuk mengetahui benda langit yang mengorbit bumi mirip bulan. Selain bulan terdapat benda langit lain yang juga melanekan orbit dengan bumi. Benda langit tersebut diketahui berupa asteroid dengan besar 490 kaki atau 150 meter yang bernama Asteroid 2014 OL339. Asteroid tersebut memiliki lintasan berupa elips. Jminuman memabukan antara asteroid dengan bumi juga terlalu dekat sehingga seakan akan asteroid tersebut mirip satelit bagi bumi. Pada asteroid waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi matahari merupakan 364,92 hari. Sedangkan pada bumi memerlukan waktu sebanyak 365,25 hari. Jadi waktu yang dibutuhkan asteroid dengan bumi hampir sama.

Bunyi Hukum Kepler I, II, dan III

Dibawah ini admin akan menterperincikan mengenai bunyi Hukum Kepler I, bunyi Hukum Kepler II, dan bunyi Hukum Kepler III. Untuk lebih terperincinya mari kita simak dibawah ini:

Hukum Kepler I
 Pada Hukum Kepler I menerangkan mengenai bentuk bentuk jalur orbit planet. Adapun bunyi hukum kepler I merupakan:
"Lintasan seluruh planet yang mengelilingi matahari memiliki bentuk elips dengan matahari merupakan pusat atau fokus dari planet planet tersebut"
Dengan adanya siang dan malam dapat menimbulkan beberapa pendapat orang awam bahwa terdapa penterperincian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III
Hukum Kepler 1
Berdasarkan bunyi diatas menterperincikan bahwa planet yang mengelilingi matahari berbentuk lintasan elips. Dari gambar diatas matahari berada di titik F1 maupun F2. Planet ditandai dengan r1 oleh F1 serta r2 oleh F2. Apabila planet berubah posisi maka jminuman memabukan antara r1 maupun r2 juga berubah. Garis a merupakan sumbu semimayor sedangkan 2a merupakan mayor. Garis b merupakan semiminor sedangkan 2b merupakan minor. Garis c merupakan titik fokus yng menimbulkan rumus c2= a2+b2. Untuk menentukan bentuk elips menggunakan rumus eksentrisitas (e) elips. Dengan eksentrisitas elips yang semakin kecil akan membuat bentuk elips menyerupai bentuk lingkaran. Apabila eksentrisitas elips yang semakin besar maka bentuk elips akan semakin tipis serta memanjang. Perbandingan garis c dengan garis a dapat ditulis menjadi e=c/a. Untuk nilai dari eksentrisitas besarnya antara lebih dari 0 dan kurang dari 1.
Baca juga : 10 Jenis Jenis Awan Beserta Gambar dan Proses Terbentuknya
Saat planet berada jauh dari matahari maka planet tersebut terdapat pada titik aphelion. Letak planet tersebut dapat dilihat pada gambar diatas merupakan berada disebelah ujung kiri elips atau sebelah kiri dari F1. Untuk menghitung jminuman memabukan aphelion dapat menjumlahkan antara jminuman memabukan a dengan jminuman memabukan c. Apabila planet terletak pada bagian ujung kanan elips atau berada disamping F2 maka planet tersebut berada dititik perihelion. Saat tersebut merupakan dikala dimana planet berada dekat dengan matahari. Untuk menghitung jminuman memabukan perihelion dapat mengurangi antara jminuman memabukan a dengan jminuman memabukan c.

Hukum Kepler II
Pada Hukum Kepler II menerangkan mengenai kecepatan pada dikala planet melanekan orbit. Bunyi hukum  kepler II merupakan:
" Planet yang bergerak menuju orbit membuat garis khayal yang telah ditarik oleh matahari menuju planet mencanep daerah yang luasnya sama dengan waktunya"
Dengan adanya siang dan malam dapat menimbulkan beberapa pendapat orang awam bahwa terdapa penterperincian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III
Hukum Kepler II

Pada gambar diatas dapat admin terperincikan mengenai hukum kepler II. Pada gambar diatas memiliki luas yang sama. Dengan kurun waktu yang sama maka garis khayal pada planet akan tetap memiliki luas yang sama pula. Apabila planet bergerak sesuai pada gambar b ke c atau titik aphelion maka orbit planet tersebut memiliki kecepatan yang kecil atau lambat. Namun apabila planet bergerak sesuai pada gambar d ke e atau titik perihelion maka orbit planet tersebut memiliki kecepatan yang besar atau cepat. Dapat disimpulkan  bahwa kecepatan maksimun pada orbit planet apabila planet berada pada titik perihelion akan tetapi kecepatan minimun pada orbit planet apabila planet berada pada titik aphelion.

Hukum Kepler III
Hukum Kepler III menerangkan mengenai periode revolusi dikala planet mengelilingi matahari. Dengan bunyinya merupakan
"Kuadrat periode setiap planet sebanding dengan pangkat tiga jminuman memabukan rata rata dari Matahari"

Dengan adanya siang dan malam dapat menimbulkan beberapa pendapat orang awam bahwa terdapa penterperincian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III

pengertian
T1= Periode planet pertama
T2= Periode planet kedua
r1= jminuman memabukan planet pertama dengan matahari
r2= jminuman memabukan planet kedua dengan matahari

Rumus diatas dapat digunakan untuk menghitung hukum kepler III.


Demikianlah pengertian hukum kepler, fungsi hukum kepler, dan bunyi hukum kepler I, II, dan III yang dapat saja terperincikan dan semoga artikel ini bermanfaat bagi kita.

0 Response to "Pengertian, Fungsi dan Bunyi Hukum Kepler I,II, dan III"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel