Advertising 468 x 60

Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika

Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika

Berikut ini yaitu sedikit postingan perihal pendidikan huruf di dalam pembelajaran matematika, khususnya di kurikulum 2013 ini yang memang harus dikembangkan, selain kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan.
Beberapa huruf yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika antara lain adalah:

1) Sikap teliti, cermat, dan hemat

Matematika disebut sebagai ilmu hitung karena pada hakikatnya matematika berkaitan dengan kasus hitung-menghitung. Pengerjaan operasi hitung untuk mencari hasil dilakukan dalam pembelajaran matematika mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dalam pengerjaan operasi hitung, seseorang dituntut bersikap teliti, cermat, hemat, cepat, dan sempurna.

Saat mengerjakan kasus matematika, seseorang sebenarnya dituntut untuk megerjakan dengan teliti dan cermat. Jangan sampai ada pengerjaan yang salah. Langkah demi langkah pengerjaan diteliti dan dicermati. Setelah diperoleh hasilnya, hasil itu perlu dicek lagi apakah sudah menjawab permasalahan atau tidak. Intinya, matematika mengajari seseorang untuk jeli dan berhati-hati dalam melangkah.
Matematika juga melatih perilaku irit, simpel dalam bertindak berbicara, selalu "to the point", dan tidak bertele-tele. Kalimatnya ringkas dan mudah dipahami.
Penggunaan simbol sebagai alat berkomunikasi dalam matematika juga memuat unsur pembelajaran sikap irit.

2) Sikap jujur, tegas, dan bertanggung jawab

Matematika juga mengajarkan perilaku jujur, tegas, dan benar. Tegas pada permasalahan diatas dimaksudkan seakan-akan hasil perkalian bilangan bundar 6 x 5pasti 30. Kita tegas mengatakan 6 x 5 = 30 yaitu benar. Kalau bukan 30, kita tegas mengatakan itu salah.
Matematika juga berkenaan dengan kasus pembuktian. Langkah-langkah dalam pembuktian matematika harus menurut pada hal-hal yang sudah diakui kebenarannya. Langkah demi langkah harus menurut alasan yang besar lengan berkuasa dan benar. Dengan cara inilah bergotong-royong matematika mengajarkan perilaku hidup benar dan bertanggung jawab. Dengan implikasi atau aplikasi dalam kehidupan, kita diajarkan bahwa setiap perkataan, kehendak, dan, perbuatan harus berdasar pada sumber yang benar.

3) Sikap pantang menyerah dan percaya diri

Seperti yang telah dirumuskan dalam pembelajaran matematika, matematika bantu-membantu juga mengajarkan untuk bersikap pantang menyerah dan percaya diri.
Saat mengerjakan atau menyelesaikan masalah matematika, kita tidak boleh menyerah. Saat gagal atau tidak dapat menjawab, kita dituntut untuk mencari cara lain untuk menjawab. Kita harus percaya diri bahwa kita mampu. Kita coba terus, hingga risikonya kita akan dapat menjawabnya. Kegagalan dengan suatu cara dihentikan mengurangi semangat untuk mencari cara yang lain. Saat keberhasilan tercapai, rasa puas dan bangga akan tumbuh.
Demikianlah sedikit ulasan tentang pendidikan abjad di dalam pembelajaran matematika.
Jika anda membutuhkan modul matematika Sekolah Menengan Atas yang berisi ringkasan bahan dan rumus, acuan penyelesaian soal dengan cara biasa dan cara cepat (smart solution), dan soal-soal latihan untuk menguji pencapaian kompetensi anda, silakan menuju ke sini.
Modul matematika SMA tersebut saya susun dan aku pecah menjadi per bagian dengan tujuan supaya memudahkan anda dalam mendownload bab yang sesuai dengan kebutuhan anda.
Terima kasih sudah mampir dan berkenan membaca. Semoga ada keuntungannya.
 Salam.

0 Response to "Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel