Advertising 468 x 60

Macam-Macam Teori Belajar

Macam-Macam Teori Belajar

Selamat datang di Pendidikan Serhamo. Kali ini aku akan memostingkan perihal teori-teori di dalam pembelajaran, silahkan disimak.

Yang pertama adalah Teori Belajar Menurut Thorndike

Menurut Thorndike, berguru merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara bencana-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Bentuk paling dasar dari mencar ilmu yaitu “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung berdasarkan aturan-hukum tertentu. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.

Thorndike menemukan hukum-hukum berguru sebagai berikut :
  1. Hukum Kesiapan (law of readiness), yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laris, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
  2. Hukum Latihan (law of exercise), yaitu semakin sering tingkah laris diulang/ dilatih (digunakan) , maka asosiasi tersebut akan semakin besar lengan berkuasa.
  3. Hukum akibat (law of effect), yaitu kekerabatan stimulus respon cenderung diperkuat bila akhirnya menyenangkan dan cenderung diperlemah  jika akibatnya tidak memuaskan.
Yang kedua adalah Teori Belajar Menurut Robert M. Gagne

Gagne membagi proses mencar ilmu berlangsung dalam empat fase utama, yaitu
  1. Fase Receiving the stimulus situation (apprehending), merupakan fase seseorang memperhatikan stimulus tertentu lalu menangkap artinya dan memahami stimulus tersebut untuk kemudian ditafsirkan sendiri dengan aneka macam cara.
  2. Fase Stage of Acquition, pada fase ini seseorang akan dapat memperoleh suatu kesanggupan yang belum diperoleh sebelumnya dengan menghubung-hubungkan berita yang diterima dengan pengetahuan sebelumnya.
  3. Fase storage /retensi ialah fase penyimpanan informasi, ada informasi yang disimpan dalam jangka pendek ada yang dalam jangka panjang, melalui pengulangan gosip dalam memori jangka pendek dapat dipindahkan ke memori jangka panjang.
  4. Fase Retrieval/Recall, yaitu fase mengingat kembali atau memanggil kembali isu yang ada dalam memori.

Kemudian ada fase-fase lain yang dianggap tidak utama, yaitu (5) fase motivasi sebelum pelajaran dimulai guru memberikan motivasi kepada siswa untuk mencar ilmu, (6) fase generalisasi ialah  fase transfer informasi, pada situasi-situasi baru, agar lebih meningkatkan daya ingat, siswa mampu diminta mengaplikasikan sesuatu dengan informasi baru tersebut. (7) Fase penampilan ialah fase dimana siswa harus memperlihatkan sesuatu penampilan yang nampak setelah mempelajari sesuatu, seperti mempelajari struktur kalimat dalam bahasa mereka mampu membuat kalimat yang benar, dan (8)  fase umpan balik, siswa harus diberikan umpan balik dari apa yang telah ditampilkan (reinforcement).

Yang ketiga yaitu Teori Belajar Menurut Skinner

B.F. Skinner dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi pribadi dan meyakini bahwa sikap dikontrol melalui proses operant conditioning. Operant Conditioning ialah suatu proses perilaku operant (penguatan positif atau negatif) yang dapat menimbulkan sikap tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.

Beberapa prinsip Skinner antara lain :
  1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, bila benar diberi penguat.
  2. Proses mencar ilmu harus mengikuti irama dari yang mencar ilmu.
  3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
  4. Dalam proses pembelajaran, tidak digunkan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.
  5. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktifitas sendiri.
  6. Tingkah laris yang diinginkan pendidik, diberi hadiah.
  7. Dalam pembelajaran digunakan shaping.

4.     Teori Belajar Menurut Bruner

Bruner menyatakan belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan insan untuk menemukan hal-hal gres di luar informasi yang diberikan kepada dirinya.

Agar pembelajaran dapat menyebarkan keterampilan intelektual anak dalam mempelajari sesuatu pengetahuan (misalnya suatu konsep matematika), maka materi pelajaran perlu disajikan dengan memperhatikan tahap perkembangan kognitif/ pengetahuan anak semoga pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) orang tersebut. Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses belajar terjadi secara optimal) jikalau pengetahuan yang dipelajari itu dipelajari dalam tiga model tahapan yaitu model tahap enaktif, model ikonik dan model tahap simbolik.
1. Model Tahap Enaktif

Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlibat dalam memanipulasi (mengotak-atik) objek. Pada tahap ini anak belajar sesuatu pengetahuan di mana pengetahuan itu dipelajari secara aktif, dengan menggunakan benda-benda aktual atau menggunakan situasi yang nyata.
2. Model Tahap Ikonik

Tahap ikonik, yaitu suatu tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan di mana pengetahuan itu direpresentasikan (diwujudkan) dalam bentuk bayangan visual (visual imaginery), gambar, atau diagram, yang menggambarkan kegiatan kongkret atau situasi kongkret yang terdapat pada tahap enaktif.
3. Model Tahap Simbolis

Dalam tahap ini bahasa ialah pola dasar simbolik, anak memanipulasi simbul-simbul atau lambang-lambang objek tertentu. Pada tahap simbolik ini, pembelajaran direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak (abstract symbols), yaitu simbol-simbol arbiter yang digunakan berdasarkan kesepakatan orang-orang dalam bidang yang bersangkutan, baik simbol-simbol lisan (misalnya huruf-huruf, kata-kata, kalimat-kalimat), lambang-lambang matematika, maupun lambang-lambang absurd yang lain.

5.     Teori mencar ilmu Menurut Piaget

Dalam pandangan Piaget, terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasian dan pembiasaan. Untuk menciptakan dunia kita diterima oleh pikiran, kita melaksanakan pengorganisasian pengalaman-pengalaman yang telah terjadi. Piaget yakin bahwa kita beradaptasi dalam dua cara yaitu asimiliasi dan fasilitas.

Asimilasi terjadi dikala individu menggabungkan info baru ke dalam pengetahuan mereka yang sudah ada. Sedangkan fasilitas adalah terjadi ketika individu beradaptasi dengan informasi gres.

Piaget menyampaikan bahwa kita melampui perkembangan melalui empat tahap dalam memahami dunia, yaitu :
  1. Tahap sensorimotor (Sensorimotor stage), yang terjadi dari lahir hingga usia 2 tahun, merupakan tahap pertama piaget. Pada tahap ini, perkembangan mental ditandai oleh kemajuan yang besar dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi (seperti melihat dan mendengar) melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik.
  2. Tahap praoperasional (preoperational stage), yang terjadi dari usia 2 hingga 7 tahun, merupakan tahap kedua piaget, pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. Mulai muncul ajaran egosentrisme, animisme, dan intuitif.
  3. Tahap operasional konkrit (concrete operational stage), yang berlangsung dari usia 7 sampai 11 tahun, merupakan tahap ketiga piaget. Pada tahap ini anak dapat melakukan akal budi logis menggantikan fatwa intuitif sejauh fatwa dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang spesifik atau konkrit.
  4. Tahap operasional formal (formal operational stage), yang terlihat pada usia 11 sampai 15 tahun, merupakan tahap keempat dan terkahir dari piaget. Pada tahap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan berpikir secara abstrak dan lebih logis.

Perlu diingat, bahwa pada setiap tahap tidak bisa berpindah ke tahap berikutnya bila tahap sebelumnya belum final dan setiap umur tidak mampu menjadi patokan utama seseorang berada pada tahap tertentu lantaran tergantung dari ciri perkembangan setiap individu yang bersangkutan

6.     Teori Belajar Menurut Ausubel

Menurut Ausubel, Novak,dan Hanesian ada dua jenis mencar ilmu:
a.      Belajar bermakna (meaningful learning)

Belajar bermakna ialah suatu proses mencar ilmu dimana berita baru dihubungkan dengan struktur penertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang mencar ilmu. Belajar bermakna terjadi bila pelajar mencoba menghubungkan fenomena baru dengan konsep yang telah ada sebelumnya.
b.      Belajar menghafal (rote learning)

Bila konsep yang cocok dengan fenomena baru itu belum ada maka gosip baru tersebut harus dipelajari secara menghafal. Belajar menghafal ini perlu bila seseoarang memperoleh informasi gres dalam dunia pengetahuan yang sama sekali tidak bekerjasama dengan apa yang beliau ketahiu sebelumnya.
Demikianlah postingan tentang teori-teori mencar ilmu berdasarkan para pakar.
Jika anda tertarik untuk mendownload modul yang berisi ringkasan bahan dan rumus, acuan penyelesaian soal dengan cara biasa dan cara cepat (smart solution), dan soal-soal latihan untuk menguji pencapaian kompetensi anda, silakan menuju ke sini
Terima kasih sudah berkenan mampir dan membaca. Semoga ada keuntungannya. Salam.

0 Response to "Macam-Macam Teori Belajar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel