Advertising 468 x 60

Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang

Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang - Perjalanan Bangsa Indonesia masa praaksara hindu buddha dan islam dipengaruhi oleh adanya iklim serta bentuk muka bumi yang secara tidak langsung juga mempengaruhi kehidupan sosial pada masybirat Indonesia. Sebelum masuknya agama dan budaya baik hindu buddha dan islam ke Indonesia masybirat telah memiliki perkembangan unsur kebudayaan yang bisa dibilang cukup maju pada masa praaksara. Setiap masa ini tentunya memiliki perbedaan perbedaan yang signifikan dari segi politik, sosial, budaya, mata pencaharian dan sebagainya.

Perjalanan bangsa Indonesia dalam kehidupan masa praaksara hindu buddha dan islam tentunya sangat panjang dan bersejarah. Hal ini diawali sebelum masa praaksara dimana masybirat masih terlalu primitif untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar suku. Setelah melalui beberapa generasi akhirnya masuklah agama hindu buddha ke Indonesia melalui jalur perdagangan yang membawa masybirat semakin beradab dan maju hingga islam masuk ke Indonesia dan menyebar luas hingga ketika ini. Dari sejarah tersebut kita dapat menarik kesimpulan dan membuat tabel perbandingan perjalanan bangsa indonesia masa praaksara hindu buddha dan islam.
Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang

Namun untuk membuat tabel perbandingan kehidupan masa praaksara hindu buddha dan islam tersebut terlebih dahulu kita harus memahami sejarah dan perkembangan dari masa ke masa. Dari makna tersebut barulah kita bisa menarik kesimpulan perihal perbedaan antara masa pra aksara hindu buddha dan islam yang telah masuk ke Indonesia.

Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang

Dalam artikel kali ini kita akan membahas perihal perjalanan bangsa Indonesia masa praaksara hindu buddha dan islam beserta perbedaan dan perbandingan dari setiap masa tersebut.

Kehidupan Masa Praaksara

Kehidupan Indonesia masa Praaksara pada dasarnya dapat dibagi dan digolongkan menjadi tiga masa. Adapun masa tersebut merupakan masa berburu dan mengumpulkan makan, berkebun atau bercocok tanam dan perundagian.

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Perjalanan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan sangat bergantung pada keadaan dan kondisi alam itu sendiri. Masybirat umumnya akan tinggal di area padang rumput yang berdekatan dengan sumber air atau sungai. Selain kegatan berburu masybirat juga mengumpulkan tumbuh tumbuhan mirip ketela, kentang, ubi, dedaunan, dan buah buahan.

Umumnya masybirat tinggal dan menghuni gua gua yang notabennya tidak jauh dari sumber air, dengan kata lain mereka tinggal di dekat sungai agar dekat pula dengan sumber makanan mirip monyetng, ikan dan sebagainya.
Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang

Mereka menciptakan peralatan dari bahan batu kasar, tulang, serta kayu yang disesuaikan dengan keperluan dan kebutuhannya. Untuk membuat api mereka menggunakan dua buah batu yang memiliki unsur besi yang kuat didalamnya sehingga ketika batu tersebut saling bergesekan akan menimbulkan percikan api. Setelah api terbentuk mereka membakar lumut serta dedaunan kering untuk menjaga api tersebut. Manusia di kehidupan masa praaksara hindu buddha dan islam umumnya memang tidak memiliki tempat tinggal yang tetap. Dengan kata lain mereka hidup dan tinggal secara nomaden atau berpindah pindah tempat, mencari makan sebanyak banyaknya dan menyimpan makanan. Dalam kehidupan masa praaksara insan hidup secara berkelompok sebagai bentuk kehidupan sosial dengan tujuan untuk membekali diri menghadapi segala ancaman yang ada.
Baca juga: Bentuk dan Contoh Kerjasama Dalam Berbagai Bidang Kehidupan (Agama, Sosial, Politik, Ekonomi, Pertahanan dan Keamanan)
Masa Bercocok Tanam
Masa bercocok tanan dalam kehidupan masa praaksara merupakan masa dimana insan mulai memanfaatkan hutan sebagai ladang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masa bercocok tanan juga menandai berakhirnya masa berburu dan mengumpulkan makanan.

Masybirat pada masa ini mulai hidup secara menetap di suatu tempat dan mulai memelihara banyak sekali macam tumbuhan dan hewan. Mereka menggunakan ladang untuk bercocok tanam, adapun jenis tanaman yang mereka tanam merupakan, ubi, kentang, sukun, pisang, dan sebagainya. Kegiatan berburu memang masih dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan akan protein, akan tetapi seiring berjalannya waktu cara berladang dalam bercocok tanan mulai ditinggalkan dan masybirat beralih menggunakan sawah sebagai tempat bercocok tanam. Adapun tumbuhan yang ditanam merupakan padi dan jenis umbi umbian.

Manusia di kehidupan masa praaksara ini bisa menciptakan banyak sekali macam alat yang terbuat dari batu yang diasah lebih halus serta lebih tajam dan mulai mengenal pembuatan gerabah. Alat alat tersebut berupa kapak lonjong, beliung persegi, pemukul dari kayu dan panah.

insan pada masa ini hidup secara menetap dalam sebuah perkampungan sederhana yang terdiri dari sekelompok orang maupun keluarga. Umumnya mereka akan mendirikan rumah panggung dengan tujuan menghindari binatang buas dibawahnya. Bentuk transaksi perdagangan di masa ini berupa barter. Barang yang dipertukarkan sendiri merupakan hasil bercocok tanam, garam, ikan ikan, hewan ternak, dan monyetjinan tangan.

Masa Perundagian
Munculnya masa perundagian menandai berakhirnya kehidupan masa praaksara di indonesia. Perundagian sendiri berasal dari bahasa bali yakni "undagi" yang artinya seseorang maupun kelompok orang yang memiliki skill dan kepandain tertentu dalam sebuah bidang usaha mirip pembuatan gerabah, sampan, perhiasan dan lain sebagainya.

Masybirat umumnya tinggal di desa desa dan mulai membentuk pemukiman. Adapun daerah yang digunakan untuk menetap pada masa ini merupakan dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, pantai dan lain sebagainya. Di masa ini kehidupan insan mulai tertata dengan baik dan memiliki kepemimpinan. Masybirat di masa perundagian juga telah mengenal banyak sekali macam olahan logam, akan tetapi munculnya peralatan logam tidak berarti menggeser penggunaan batu dari masa sebelumnya. Hal ini dikarenakan karena persebaran bahan logam belum terlalu merata dan masybirat belum terlalu paham perihal pertambangan sehingga sulit untuk menemukan material logam.

Umumnya setiap perkampungan pada masa perundagian telah memiliki pimpinan dan telah memiliki struktur kepemimpinan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Kehidupan Masa Hindu Buddha

Bangsa Indonesia pada dasarnya memiliki kebudayaan asli dan tidak begitu saja mendapatkan segala budaya budaya asing dan masih baru. Proses masuknya kebudayaan baru ke Indonesia terjadi karena pengaruh hubungan dagang antara india dan indonesia. Kebudayaan yang berasal dari india tersebut mengalami proses asimilasi atau penyesuaian dan akhirnya membaur dengan kebudayaan asli yang dimiliki indonesia. Pengaruh kebudayaan di masa hindu buddha di Indonesia dapat dengan terang kita lihat dari banyak sekali peninggalan sejarah di banyak sekali bidang. 

Jika ditinjau dari keagamaan, sebelum masa hindu buddha di indonesia telah mengenal dan menganut paham animisme dan dinamisme. Animisme merupakan sebuah paham kepercayaan yang mempercayai suatu benda tertentu memiliki jiwa dan roh. Sedangkan dinamisme merupakan paham kepercayaan bahwa benda tententu memiliki kekuatan gaib. Namun, dengan dimulainya masa hindu buddha di indonesia masybirat mulai meninggalkan kedua paham tersebut dan memeluk agama hindu buddha yang diawali dengan anggota monyetjaan dan diikuti oleh rakyat rakyatnya.
Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang

Pada bidang politik sistem pemerintahan pertama kali diperkenalkan oleh orang orang yang datang dari india. Akhirnya lahirlah monyetjaan monyetjaan besar mirip Sriwijaya, Kutai, Tarumanegara dan monyetjaan monyetjaan bercorak hindu buddha yang lain. Jika ditinjau dari bidang sosial, masuknya nilai nilai kebudayaan hindu buddha ke indonesia membuat masybiran mengenal dan menganut aturan kasta sosial. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembagian kasta mirip berikut ini:
  • Kasta brahmana yang diisi oleh pendeta dan sarjana.
  • Kasta ksatria yang diisi oleh pejabat, prajurit dan bangsawan.
  • Kasta waisya yang ditempati oleh petani, pedagang, dan pemilik tanah.
  • Kasta sudra yang ditempati pekerja kasar dan rakyat jelata.
Di bidang pendidikan mulai muncul lembaga lembaga pendidikan mirip asrama sebagai bentuk serta bukti pengaruh kebudayaan hindu buddha di indonesia. Berbagai lebaga pendidikan tersebut hanya berfokus pada satu bidang saja yakni bidang keagamaan.
Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang

Jika ditinjau dari bidang bahasa dan sastra maka kita akan mengetahui bahwa dengan masuknya kebudayaan hindu buddha ke indonesia maka masybirat indonesia mulai paham dan menggunakan bahasa sanksekerta dan huruf pallawa. Kesenian dan sastra pada masa hindu buddha memang sangat maju dan terus berkembang, terutama pada jaman monyetjaan Kediri.
Dari segi arsitektur masuknya kebudayaan hindu buddha ke indonesia memberikan damak besar sebagai contoh punden berundak yang notabenya merupakan salah satu bentuk arsitektur jaman megalitikum. Dengan masuknya hindu buddha ke indonesia maka arsitektur lama bercampur dengan arsitektur hindu buddha mirip pada candi borobudur dan candi prambanan yang merupakan peninggalan bercorak hindu buddha

Kehidupan Masa Islam

Masuknya islam ke indonesia memberikan dampak serta pengaruh besar pada masybirat. Bahkan kebudayaan dan ajaran islam terus berkembang hingga sekarang ini.

Di banyak sekali bidang kehidupan ajaran islam terus berkembang dengan pesat. Hal ini dikarenakan karena islam merupakan agama yang toleran dan tidak mengenal adanya kasta. Selain itu islam disebarkan secara tenang dan tanpa paksaan sehingga menjsaudara termudaan masybirat mulai berpindah keyakinan. Perkembangan di banyak sekali bidang kehidupan masa islam masuk ke indonesa merupakan sebagai berikut:
Di bidang politik dengan masuknya islam ke indonesia telah menandai runtuh dan berakhirnya masa hindu buddha di indonesia. Hal ini dibuktikan dengan munculnya monyetjaan monyetjaan islam mirip Demak, Malaka, Samudra Pasai dan sebagainya. Kerajaan inslam tersebut memiliki raja yang bergelar sultan maupun sunan, mirip para wali. ketika raja raja islam meninggal dunia maka tidak akan dimakamkan di candi lagi mirip sebelumnya, akan tetapi akan dimakamakan dan dilanekan prosesi pemakaman secara islam.
Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang

Pengaruh islam juga merambat ke bidang sosial yang dapat dilihat dari masybirat yang mulai berpindah keyakinan menuju islam. Hal ini menyebabkan pembagian kasta di masybirat mulai hilang. Nama nama arab mirip umar, ali, hassan, mahmud, muhammad, mulai dipakai untuk menamai anak anak. Selain itu penggunaan kata bahasa arab juga mulai banyak dipergunakan.

Berkembangnya pendidikan pada masa islam ditandai dengan munculnya pesantren pesantren islam. Pada dasarnya memang pesantren telah ada sebelum islam masuk ke indonesia. Setelah islam masuk ke indonesia pesantren pesantren yang ada merubah metode dan gaya pendidikannya secara islam. Pada zaman dahulu pesantren dianggap sebagai asrama tradisional yang mengajarkan pembelajaran islam. Siswa tinggal bersama yang dibedakan berdasarkan laki laki dan perempuan yang sama sama mempelajari ilmu keagamaan pada kiai. Umumnya pesantren akan berada pada kompleks perkampungan dekat dengan balai desa, kiai juga akan tinggal dalam pesantren tersebut.

Peningkatan bidang bahasa dan sastra setelah masuknya islam ke indonesia pertama kali dapat kita temukan pada nisan di leran kota gresik yang diduga menjadi makam seorang keluarga monyetjaan atau bangsawan yang telah masuk islam sebelumnya. Dalam perkembangan sastra, penggunaan bahasa arab dan huruf arab dapat kita lihat dari bermunculannya karya sastra berupa syair syair yang berkembang di monyetjaan monyetjaan islam di indonesia.

Dari segi arsitektur dan kesenian pada masa islam di indonesia mulai diperkenalkan tradisi baru dalam arsitektur tempat ibadah yakni masjid. Terdapat perbedaan arsitektur antara masjid di indonesia dan di arab maupun timur tengah. Perbedaan tersebut terletak pada bagian atas masjid yakni di timur tengah bagian atas masjid akan dipasang sebuah kubah, sedangkan di indonesia tidak melainkan atap yang disusun bertingkat. Selain itu islam juga membawa perubahan seni berupa kaligrafi. Kaligrafi sendiri merupakan sebuah seni berbentuk ukiran pena aksara indah berupa kata maupun kalimat.

Itulah perjalanan bangsa indonesia pada Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang yang dapat admin hinggakan dalam artikel kali ini. Perjalanan bangsa indonesia masa praaksara hindu buddha dan islam memang tidak mudah karena penuh dengan usaha. Maka dari itu kita harus menjaga dan merawat peninggalan dari masa masa tersebut.

0 Response to "Kehidupan Masa Praaksara Hindu Buddha dan Islam di Indonesia di Berbagai Bidang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel