Advertising 468 x 60

Penggolongan Hukum Menurut Sumbernya, Bentuknya, Isinya, Waktu Berlakunya, Tempat Berlakunya, Sifatnya, Wujudnya dan Cara Mempertahankannya

Penggolongan Hukum Menurut Sumbernya, Bentuknya, Isinya, Waktu Berlanenya, Tempat Berlanenya, Sifatnya, Wujudnya dan Cara Mempertahankannya - Penggolongan hukum umumnya berisi ihwal larangan dan perintah yang bersifat memaksa. Hal tersebut dialasannyakan karena apabila terdapat beberapa anggota masyminuman memabukanat atau kelompok melanggar larangan tersebut maka akan diberikan sanksi hukum. Sakni hukum tersebut yang nantinya dapat mendorong setiap orang untuk selalu taat pada segala hukum pemerintahan yang berlane.
 Penggolongan hukum umumnya berisi ihwal larangan dan perintah yang bersifat memaksa Penggolongan Hukum Menurut Sumbernya, Bentuknya, Isinya, Waktu Berlanenya, Tempat Berlanenya, Sifatnya, Wujudnya dan Cara Mempertahankannya

Penggolongan hukum berdasarkan sumber, bentuk, waktu, tempat, sifat, wujud dan cara mempertahankannya pada dasarnya dapat kita temukan dalam pembelajaran PKN di sekolah mirip SMK dan SMA. Manusia pada dasarnya dapat dikatakan makhluk sosial karena sifatnya yang selalu bergantung dan membutuhkan orang lain dalam setiap aktivitas kehidupannya. Tidak hanya itu saja, insan juga memerlukan insan lain untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk dapat mewujudkan tujuannya insan akan melanekan segala cara dari aneka macam sumber dan bentuk dan hal ini cenderung dapat menghasilkan benturan dengan keinginan orang lain. Jika hal ini terus terjadi dan tidak ada pihak yang mengalah maka dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. Disinilah peran hukum berlane yakni untuk mengatur kehidupan yang ada.
Baca juga: Strategi Indonesia Menghadapi Ancaman di Berbagai Bidang (Militer, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya)
Umumnya penggolongan hukum berdasarkan sumbernya atau bentuknya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa penggolongan hukum juga berdasarkan waktu dan berdasarkan tempat juga. Untuk dapat memahami penggolongan hukum secara umum maka simaklah artikel dibawah ini.

Penggolongan Hukum Berdasarkan Sumbernya, Bentuknya, Isinya, Waktu, Tempat, Sifatnya, Wujud dan Cara Mempertahankannya

Seperti yang telah admin hinggakan dalam pengertian singkat diatas bahwa penggolongan hukum dapat dibagi menurut sumber, bentuk, waktu, tempat, isi, sifat, wujud, dan cara mempertahankannya. Untuk dapat memahami penggolongan hukum secara umum dan berdasarkan aspek aspek di atas maka simaklah artikel dibawah ini.

Pembagian Hukum Berdasarkan Sumbernya
Menurut sumbernya, hukum sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis yakni:
  1. Undang undang (wettenrech): Undang undang merupakan sumber hukum yang terantum dalam sebuah peraturan perundang-undangan.
  2. Kebiasaan (gewoonte-en normarech) : Sumber hukum ini berasal dan terletak dalam sebuah peraturan peraturan norma istinorma yang notabennya sudah menjadi peraturan kebiasaan yang terdapat di suatu daerah.
  3. Traktat (tractaten recht) : Hukum traktat merupakan hukum yang telah ditetapkan negara negara dalam sebuah perjanjian antar negara baik yang bersifat bilateral maupun mulilateral. Umumnya perjanjian ini sedikit banyak akan menyangkut hubungan internasional, politik, ekonomi dan sebagainya.
  4. yurisprudentie recht (Yurisprudensi) : Hukum yurisprudensi merupakan hukum yang dapat terbentuk karena sebuah putusan hakim. Putusan hakim inilah yang nantinya akan dijsaudara termudaan referensi dan rujukan oleh hakm selanjutnya untuk dapat memutuskan suatu perkara.
  5. Hukum Ilmu (wetenscaps recht) : Sumber hukum yang satu ini pada dasarnya berbentuk ilmu hukum yang didalamnya memuat pandangan pakar dan para ahli terkenal yang sangat berpengaruh dala dunia hukum.
Pebagian Hukum Berdasarkan Bentuknya
Menurut bentuknya, pembagian hukum dapat dibagi menjadi beberapa kategori yakni:

Hukum tertulis
Hukum tertulis merupakan segala hukum yang telah tercantum dalam peraturan perundang-undangan. Singkatnya hukum tertulis memiliki bentuk fisik yang nyata yang umumnya ditulis dalam sebuah konstitusi. Terdapat dua jenis hukum tertulis.
  1. Yang pertama merupakan hukum tertulis yang dikodifikasi mirip halnya Burgerlijk Wetboek, Hukum perdata, Pasal KUHP. Kodifikasi sendiri merupakan skema pembukuan bahan dan sumber hukum sejenis yang disusun secara sistematis dan lengkap didalam sebuah kitab undang undang.
  2. Yang kedua merupakan hukum tertulis berlum terkodifikasi. Contoh hukum ini misalnya mirip hukum per-koperasian.
Hukum tidak tertulis
Hukum tidak tertulis artinya merupakan segala hukum yang masih berlane, dan hidup didalam keyakinan suatu kelompok masyminuman memabukanat akan tetapi tidak dituliskan dan tidak memiliki bentuk fisik. Umumnya huku ini berbentuk mirip norma norma yang berlane dalam masyminuman memabukanat, norma istinorma masyminuman memabukanat dan lain sebagainya.

Pembagian Hukum Berdasarkan Tempat Berlanenya
Pembagian hukum menurut tempat berlanenya dapat dibagi menjadi beberapa jenis yakni:
  1. Hukum Nasional : Hukum ini merupakan hukum yang berlane hanya dalam satu negara saja maka disebut sebagai hukum nasional.
  2. Hukum Internasional : Berbeda dengan hukum nasional, hukum internasional merupakan hukum yang memiliki canepan dan mengatur hubungan antar negara dalam lingkup internasional.
  3. Hukum Asing : Pada dasarnya hukum asing merupakan tatanan hukum yang berlane dalam satu negara lain.
Pembagian Hukum Menurut Waktu Berlanenya
Pembagian hukum berdasarkan waktu berlanenya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya merupakan:
  1. Hukum Positif (Ius Constitutum) : Hukum positif merupakan hukum yang berlane di masa sekarang untuk satu asyminuman memabukanat tertentu yang terletak di suatu daerah.
  2. Hukum yang dicita citakan (Ius COnstituendum) : Hukum ini merupakan hukum yang diharapkan bisa berlane di masa mendatang.
  3. Hukum Alam (Ius Naturale) : Hukum alam merupakan hukum yang berlane di semua tempat dan semua waktu di semua bangsa dan negara. Berbeda dengan hukum hukum sebelumnya, Jenis hukum ini tidak memiliki batasan atau dengan kata lain berlane untuk selamanya (kekal).
Pembagian Hukum Menurut Sifatnya
Berdasarkan Sifatnya hukum dapat dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya merupakan sebagai berikut:

Hukum yang bersifat memaksa
Hukum memaksa merupakan jenis hukum yang bersifat memaksa dalam keadaan apapun dan bagaimanapun. Paksaan yang berlane dalam hukum ini merupakan mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Semisal dalam sebuah perkara pidana: Ada pencuri tertangkap tangan sedang membongkar jendela belakang rumah orang tuanya di waktu malam hari. Setelah ia tertangkap lalu diproses dalam peradilan. Meskipun orang tua pencuri tersebut tidak memperkminuman memabukanan kejadian tersebut akan tetapi mirip yang kita ketahui bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Baca juga:  Perjanjian Internasional yang Pernah Dilanekan Indonesia (Bilateral dan Multilateral)
Hukum yang bersifat mengatur
Hukum yang mengatur merupakan hukum yang bisa dikesamping bila pihak pihak yang terlibat perkara telah membuat suatu peraturan sendiri dalam sebuah peranjian. Umumnya hukum jenis ini akan mudah ditemukan dalam kasus perkara perdata.

Pembagian Hukum Menurut Isinya
Pembagian hukum berdasarkan isinya dapat dibagi menjadi beberapa jenis hukum diantaranya merupakan sebagai berikut ini:

Hukum sipil (Hukum privat)
Hukum privat atau yang lebih akrab disebut dengan hukum sipil mengatur hubungan antara satu orang dengan orang lainnya yang menitikberatka kepentingan perorangan atau individu. Salah satu hukum yang termasuk kedalam jenis hukum sipil merupakan hukum perdata yang notabennya mengatur ihwal hubungan antar perorangan. Hukum privat juga mencanep beberapa aspek diantara merupakan sebagai berikut:
  1. Hukum keluarga : Hukum yang mengatur ihwal hubungan perkawinan dan hubungan hukum harta benda kekayaan antara suami dengan istri. Selain itu hukum ini juga mencanep hubungan antara orang tua dengan anak, pengampuan, dan perwalian.
  2. Hukum perorangan : Hukum yang mengatur dan memuat tatanan peraturan ihwal prinsip insan menjadi subjek hukum dan berhubungan langsung dengna hak hak insan.
  3. Hukum harta kekayaan : Yakni hukum yang mengatur perkara yang berhubungan dengan harta benda termasuk uang.
  4. Hukum waris : Hukum yang mengatur benda dan harta kekayaan seorang individu yang telah meninggal.
  5. Hukum dagang : Hukum ini mengatur hubungan baik antara produsen dengan konsumen maupun produsen dengan distributor dalam hal jual beli jasa maupun barang.
Hukum publik
Hukum publik merupakan sebuah hukum yang mengatur dan memuat hubngan antara warga negara dengan suatu negara itu sendiri. Singkatnya hukum ini menjembatan sebuah negara dengan warga negaranya. Adapun jenis jenis hukum publik merupakan sebagai berikut:
  1. Hukum tata negara : Hukum yang mengatur susunan dan bentuk pemerintahan di suatu negara tertentu serta hubungan yang dijalin dengan komponen perlengkapan negara mirip warga negara dengan pemerintahan.
  2. Hukum tata usaha negara dan hukum tata pemerintahan : hukum ini mengatur cara cara dan hubungan kekuasaan yang terjalin antara alat dan perlengkapan negara.
  3. Hukum internasional : Hukum ini meiputii hukum publik di lingkup internasional dan hukum perdata.
  4. Hukum pidana : Hukum pidana merupakan hukum yang didalamnya mengatur perbuatan perbuatan apa saja yang dilarang yang bila dilanggar akan diberikan pidana. Didalam hukum ini juga mengatur bagaimana cara cara untuk mengajukan perkara ke pengadilan.
Dalam hukum pidana sendiri pada dasarnya menitikberatkan kepada perlindungan negara dan perlindungan umum. Adapun isi hukum pidana merupakan:
Peraturan peraturan dan tatanan hukum yang didalamnya melarang perbuatan tertentu. (contoh: menipu, mencuri, mengancam, membunuh, dan lain sebagainya).
Peraturan yang bersifat wajib dan mengharuskan untuk melanekan perbuatan tertentu (Contoh: Melapor pada pihak berwajib ketika terdapat tindak kejahatan).

Penggolongan Hukum Berdasarkan Cara Mempertahankannya
Pembagian hukum menurut cara mempertahankannya merupakan sebagai berikut:

Hukum materiil (materi) : Hukum ini memuat peraturan peraturan tertentu yang menyangkut kepentingan dan hubungan yang terwujud dalam perintah perintah dan larangan larangan.
Contoh:

  • Hukum pidana.
  • Hukum perdata.
  • Hukum dagang.
Hukum formil : Hukum formil merupakan hukum yang berorientasi pada proses, hukum ini memuat peraturan peraturan ihwal bagaimana cara cara pelaksanaan dan mempertahankan hukum materiil. Serta mengatur bagaimana cara mengajukan suatu sengketa atau perkara ke pengadilan.
Contoh:
  • Hukum acara perdata.
  • Hukum acara pidana.
  • Hukum acara peradilan dan tata usaha negara.
Pembagian Hukum Menurut Wujudnya
Penggolongan hukum berdasarkan wujudnya merupakan sebagai berikut:

Hukum objektif
Hukum objektif merupakan hukum yang terdapat di suatu negara dan berlane untuk umum (tidak mengenal orang dan golongan). Umumnya hukum objektif hanya menyebut dan menterperincikan ihwal peraturan hukum saja.

Hukum subjektif
Hukum subjektif sendiri sangat erat kaitannya dengan hak hak asasi insan. Hukum ini ditimbulkan oleh hukum objektif yang berlane pada orang tertentu atau dapat lebih. Baca juga: 18 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia.

Itulah pembagian dan penggolongan hukum berdasarkan sumbernya, bentuknya, isinya, waktu berlanenya, tempat berlanenya, sifatnya, wujudnya dan cara mempertahankannya. Pada dasarnya penggolongan dan pembagian hukum menurut sumbernya, bentuknya isi dan lain sebagainya sudah terdapat dalam buku pendidikan kewarganegaraan. Selalu ingat bahwa kita harus selalu taat dan patuh terhadap hukum yang berlane.

0 Response to "Penggolongan Hukum Menurut Sumbernya, Bentuknya, Isinya, Waktu Berlakunya, Tempat Berlakunya, Sifatnya, Wujudnya dan Cara Mempertahankannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel