Advertising 468 x 60

PENGENALAN ILMU KIMIA

                              PENGENALAN ILMU KIMIA

Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetanhuan alam  (sain atau science) yang perhatian utamanya tertuju pada apa dan bagaimana materi atau zat itu.
Ilmu kimia tidak dapat dipandang sebagai pusat ilmu pengetahuan, alasannya ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan (sains ) yang bersinggungan dengan biologi dan fisika dan bahkan dengan ilmu geografi fisik. Perubahan (reaksi- reaksi) yang terjadi pada makhluk hidup, misalnya bagaimana suatumakanan dapat berubah menjadi lemak dan daging di dalam tubuh, serta bagaimana sebenarnya suatu obat bekerka, merupakan bagian ilmu kimia yang bersinggungan dengan ilmu biologi. Bagaimana suatu logam dapat dalam air simpanses, bagaimana suatu bahan dapat menghantarkan listrik merupakan bagian ilmu kimia yang bersinggungan dengan ilmu fisika. Apa saja bahan-bahan penyusun bumi, bintang dan bulan serta bagaimana hal tersebut dapat terjadi merupakan bagian ilmu kimia yang bersinggungan dengan ilmu geografi.


A.Ruang Lingkup Ilmu Kimia
Ilmu kimia yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu ihwal materi, meliputi susunan, struktur, sifat dan perubahannya, serta energi yang mempelajari perubahan tersebut.
Materi yaitu sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Struktur materi merupakan gambaran ihwal bagaimana atom-atom saling terikat yang menentukan sifat materi . Contoh intan dan grafit unsurnya sama, artinya carbon (C),  tetapi strukturnya berbeda, sehingga sifatnya berbeda.

B.  Peranan Ilmu Kimia Dalam Kehidupan dan IPTEK
Perkembangan ilmu kimia diawali semenjak jaman Alkimia artinya pada abad ke-5 SM. Berawal di Aleksandria, Mesir dan berkembang ke Cina. Pada dikala itu para ahli kimia berusaha mengubah batu menjadi emas. Perkembangan ilmu kimia di Cina menghasilkan bubuk mesiu yang berguna hingga sekarang sebagai alat perang dan kembang api. Dari Aleksandria Mesir, alkimia berkembang di Eropa dan di Eropa inilah alkimia berkembang dengan pesat menjadi ilmu kimia modern.
Kimia Modern berkembang dengan cepat karena didorong oleh adanya perkembangan ilmu lain, juga menyebabkan ilmu lain tersebut dapat terbantu berkat penemuan-penemuan oleh ahli kimia, misalnya kristal cair yang ditemukan para ahli kimia dimanfaatkan oleh ahli Fisika untuk membuat layar kalkulator dan layar komputer yang dikenal dengan LCD (Liquid Crystal Display ). Penemuan ihwal mekanisme perubahan zat membawa para ahli biologi mengembankan Biologi molekuler yang diterapkan dalam rekayasa genetika.
Manfaat ilmu kimia :
- pemahaman yang baik ihwal alam sekitar dan aneka macam proses yang berlangsung di dalamnya.
- Mengubah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna, untuk memenuhi kebutuhan insan.
- Dapat memecahkan masalah secara sistematis.

C.   Kedusedihn Ilmu Kimia Diantara Ilmu Lainnya
  1. Bidang kedokteran, adanya obat-obatan yang dibuat berdasarkan riset kimia.
  2. Bidang pertanian, penggunaan pupuk untuk menyuburkan tanah dan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman
  3. Bidang geologi, proses penentuan unsure-unsur yang menyusun mineral dan tahap pendahuluan untuk eksplorasi, menggunakan dasar-dasar kimia.
  4. Bidang biologi, proses kimia berlangsung dalam makhluk hidup meliputi pencernaan makanan, pernapasan, metabolisme, fotosintesis dan lain-lain.
  5. Bidang hukum, pemeriksaan terhadap peralatan bukti kriminalitas (kriminologi). Rambut darah dapat diperiksa struktur DNA-nya.
  6. Bidang mesin, mempelajari sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatan mesin, mempelajari sifat dan komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.
  7. Bidang teknik sipil, penggunaan semen, kayu, cat, psaya, besi, pralon, dsb, melalui riset yang berdasarkan ilmu kima.

D.   Perkembangan Ilmu Kimia

-          3500 SM, peradaban Mesir kuno, telah melsayakan pengawetan mayat, pembuatan anggur, dan pengolahan beberapa logam mirip tembaga dan timah.
-          Abad 4 SM, Filsuf Yunani, Demokritus dan Aristoteles, mencoba memahami hakikat materi.  Menurut Demokritus materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom. Sedangkan Aristoteles mengatakan bahwa materi terbentuk 4 jenis unsur,  artinya tanah, air, api dan udara.
-          Abad pertengahan ( 500 – 1600 M), para ilmuwan Arab dan Persia telah dapat membuat aneka macam jenis zat, mirip alkohol, arsen, zink, asam iodida, asam sulfat, dan asam nitrat. Juga pengubahan beberapa logam, mirip besi, tembaga, zink dan emas. Ahli kimia Arab terkenal Jabir ibn Hayyan (700-778)
-          Abad 18 M, lahir kimia modern, ketika Antoine Laurent Lavoiser (1743-1794) ahli kimia menemukan hukum kekekalan massa. Tahun 1803 John Dalton, mengajukan teori atom yang pertama.
Macam-macam ilmu kimia :
-       Kimia organik, memusatkan kajian ihwal senyawa organik, mirip alkohol, bensin, solar dll
-       Kimia anorganik, kajian pada senyawa-senyawa anorganik, mirip garam, mineral dan lain-lain.
-       Biokimia, mengenai sifat dan komposisi senyawa, meliputi karbohidrat, lemak, protein dll.
-       Kimia analitik, berkaitan dengan penentuan kimia kualitatif dan kuantitatif.
-       Kimia lingkungan, mengkaji masalah lingkungan
-       Kimia inti, mengenai zat radioaktif
-       Kimia farmasi, mengenai pemisahan , pembuatan dan pengembangan bahan alam untuk obat.
-       Kimia fisik, berkaitan dengan ilmu Fisika
-       Kimia pangan, pengembangan kualitas pangan.

E.  Metode Ilmiah
Oleh karena ilmu kimia merupakan ilmu sains, maka untuk mempelajari ilimu kimia harus menggunakan disiplin ilmu dan cara-cara atau metode yang bisa digunakan oleh para saintis (ilmuwan) dalam memperoleh ilmu pengetahuan tersebut. Cara-cara atau metodedalam mempelajari dan mendapatkan ilmu pengetahuan (sains) disebut metode ilmiah.

Alur Kegiatan Metode Ilmiah
1.   Merumuskan Masalah
Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaan, setelah itu mencoba menjawab pertanyaan itu dengan melsayakan percobaan
2.  Menyusun Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir dicari melalui kepustakaan atau fakta empiris.  Ilmu berkembang karena orang membaca atau mengembangkan apa yang telah ditemukan orang lain.  Penemuan-penemuan orang lain dapat dijsaudara termudaan simpansengka berpikir untuk mengembangkan dan menemukan hal-hal yang lain
3.  Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang belum dibuktikan
4.  Melsayakan percobaan
Setalah dugaan sementara dirumuskan , tahapa selanjutnya merupakan membuktikan apakah dugaan itu benar atau tidak.  Eksperimen berfungsi untuk menguji hipotesis yang diajukan tersebut dengan didukung oleh bukti empiris yang cukup dari hasil percobaan.
5.  Analisis data
Tahap ini merupakan tahap yang sulit, biasanya dibutuhkan alat analisis data berupa statistik.  Hasil analisis data biasanya digunakan untuk membuat kesimpulan.
6.  Menarik kesimpulan
Kesimpulan dibuat berdasarkan hasil eksperimen/percobaan.  Ada dua kemungkinan, pertama hipotesis ditolak berarti dugaan sementara tidak sesuai dengan hasil eksperimen.  Kedua hipotesa diterima berarti dugaan sementara sesuai dengan hasil eksperimen.
7.  Publikasi
Setelah melsayakan percobaan/penelitian maka hasilnya diterbitkan dalam bentuk jurnal atau dipublikasikan di majalah.


Pengantar ke laboratorium Kimia
Ilmu kimia merupakan ilmu yang berdasarkan eksperimen.
Sebelum memasuki laboratorium, hal-hal yang perlu diperhatikan:
1. Persiapan
          1. Jas praktikum (lab-jas)
          2. Serbet (kain lap)
          . Catatan praktikum.

2. Pelajari
Materi yang akan dipraktikumkan harus dipelajari terlebih dahulu. Harus sudah tahu apa yang akan dikerjakan, alat dan bahan apa yang dibutuhkan, cara kerja serta hal-hal khusus mirip bahaya yang mungkin terjadi.
3.Selama berada di Laboratorium
          1. Menjaga ketertiban, keselamatan orang lain dan diri sendiri
       2. jangan mencampurkan bahan kimia yang tidak kita pahami

4. Berbagai Alat dan Penggunaannya
     1. Mengukur Volum cairan, dengan menggunakan gelas kimia, labu ukur, silinder ukur, pipet buret
     2. Mengukur massa , dengan menggunakan neraca
     3. Alat pembakar: berupa pembakar spiritus atau pembakar Bunsen
     4. Pengukur suhu: termometer
5. Lemari Asam/lemari asap
Percobaan yang menghasilkan gas beracun harus dilsayakan di dalam lemari asap.

6. Beberapa petunjuk / larangan
          1. pelajari terlebih dahulu materi percobaan
          2. Pergunakan kaca mata pengaman
          3. Perhatikan cara memanaskan
          4. Jangan membahayakan orang lain
          5. Perhatikan cara mencium gas
          6. Jangan asal membuang zat disimpansenjang sampah
          7. Jangan mengembalikan zat yang sisa ke dalam botol stok
 7. Zat kimia Berbahaya
          Zat kimia ada yang korosif, mudah terbakar, mudah meledak, ataupun beracun.  Perhatikan tanda pada labelnya.

8. Menaksir Massa dan Volume Berbagai Materi
 Pada aneka macam percobaan, tidak harus menimbang atau mengukur volum zat-zat yang direaksikan dengan teliti, tetapi mungkin cukup dengan perkiraan saja.  Supaya perkiraan tidak terlalu jauh dari jumlah yang dimaksudkan, maka siswa perlu berlatih menaksir massa dan volume aneka macam jenis zat.


Evaluasi Belajar Pengenalan Ilmu Kimia


Pelajari Juga Materi Bab Selanjutnya :

MATERI DAN PENGGOLONGANNYA
MATERI DAN PERUBAHANNYA
RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
STOIKIOMETRI

Sumber:
KIMIA untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA 1 SMU, untuk Kelas 1, Irfan Anshori dan Hiskia Ahmad, Penerbit Erlangga, 1999
KIMIA untuk SMA/MA, kelas X, Tarti Harjani, dkk,  Penerbit Masmedia, 2012

0 Response to "PENGENALAN ILMU KIMIA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel