Advertising 468 x 60

Pedoman Upacara Bendera Di Sekolah Sesuai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018

Pedoman Upacara Bendera Di Sekolah Sesuai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018
Pada kesempatan artikel ini Admin akan memberikan informasi perihal Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2018 wacana anutan Upacara Bendera Di Sekolah. Dalam Permendikbud ini telah di jelas secara rinci tata Tutorial melaksanakan upacara bendera di setiap sekolah baik SD, SMP, SMA, dan SMK. Pelaksanaan upacara bendera di sekolah
merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang mencakup nilai-nilai penanaman perilaku disiplin, kerjasama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang mendorong lahirnya sikap dan kesadaran berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air di kalangan peserta ajar.

Selengkapnya mengenai Permendikbud tersebut akan Admin jelaskan dibawah ini bersamaan dengan link downloadnya, apabila Bapak dan Ibu Guru ingin memiliki isu secara lebih terang dan rinci, sebagai aliran untuk melakukan upacara dengan baik dan benar di sekolahnya masing-masing.

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Upacara Bendera yang selanjutnya disebut Upacara adalah penaikan Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Bendera ialah Sang Merah Putih.
3. Pembina Upacara adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, pejabat pemerintahan, atau tokoh masyarakat.
4. Pemimpin Upacara yaitu akseptor bimbing yang dipilih untuk memimpin jalannya Upacara di sekolah.
5. Pengatur Upacara yaitu guru yang bertugas menyiapkan rencana acara Upacara serta segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan Upacara di sekolah.
6. Pemandu Upacara adalah penerima bimbing di bawah bimbingan guru pembina yang membaca aktivitas pelaksanaan Upacara di sekolah.
7. Pembawa Naskah Pancasila yaitu penerima latih yang ditunjuk untuk bertugas membawa naskah Pancasila untuk diserahkan kepada Pembina Upacara dan mendapat kembali naskah tersebut pada dikala yang telah ditentukan.
8. Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ialah peserta asuh yang ditunjuk untuk bertugas membacakan teks tersebut pada ketika dan tempat yang telah ditentukan.
9. Pembaca Teks kesepakatan Siswa adalah peserta ajar yang ditunjuk untuk bertugas membacakan teks akad siswa pada dikala dan tempat yang telah ditentukan.
10. Pembaca Doa yaitu akseptor latih yang ditunjuk untuk bertugas membaca doa pada dikala dan kawasan yang telah ditentukan.
11. Pemimpin Lagu/Dirigen yaitu penerima latih yang ditunjuk untuk bertugas memimpin kelompok dan/atau seluruh penerima Upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Mengheningkan Cipta, dan lagu wajib nasional pada dikala dan daerah yang telah ditentukan.
12. Kelompok Pengibar Bendera adalah akseptor didik yang ditunjuk untuk bertugas menyiapkan dan menaikkan Bendera pada saat dan kawasan yang telah ditentukan.
13. Kelompok Paduan suara ialah peserta latih yang ditunjuk untuk bertugas menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Mengheningkan Cipta, dan lagu wajib nasional lainnya pada dikala dan kawasan yang telah ditentukan.

Pasal 2
(1) Upacara di sekolah paling sedikit dilaksanakan pada pagi hari setiap:
a. peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus;
b. hari Senin; dan
c. hari besar nasional.
(2) Hari besar nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) karakter c antara lain meliputi:
a. Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei;
b. Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei;
c. Hari Lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni; dan
d. Hari hero pada tanggal 10 November.

Pasal 3
Pelaksanaan Upacara di sekolah bertujuan untuk:
a. memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. membiasakan bersikap tertib dan disiplin;
c. meningkatkan kemampuan memimpin;
d. membiasakan kekompakan dan kerjasama;
e. menumbuhkan rasa tanggung jawab; dan
f. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

Pasal 4
Unsur pelaksana Upacara di sekolah terdiri atas:
a. pejabat Upacara;
b. petugas Upacara; dan
c. penerima Upacara.

Pasal 5
Pejabat Upacara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 aksara
a terdiri atas:
a. Pembina Upacara;
b. Pemimpin Upacara;
c. Pengatur Upacara; dan
d. Pemandu Upacara.

Pasal 6
Petugas Upacara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 abjad b paling sedikit meliputi:
a. Pembawa Naskah Pancasila;
b. Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945;
c. Pembaca Teks akad Siswa;
d. Pembaca Doa;
e. Pemimpin Lagu/Dirigen;
f. Kelompok Pengibar Bendera; dan
g. Kelompok Paduan suara.

Pasal 7
Peserta Upacara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 aksara
c terdiri atas:
a. kepala sekolah;
b. wakil kepala sekolah;
c. guru;
d. tenaga kependidikan;
e. peserta ajar; dan/atau
f. tamu usul.

Pasal 8
Susunan kegiatan Upacara meliputi:
a. aktivitas persiapan yang terdiri atas:
1) setiap pemimpin barisan menyiapkan barisannya;
2) Pemimpin Upacara memasuki lapangan Upacara;
3) penghormatan kepada Pemimpin Upacara;
4) laporan setiap pemimpin barisan; dan
5) Pemimpin Upacara mengambil alih pimpinan.
b. acara pokok yang terdiri atas:
1) Pembina Upacara memasuki lapangan Upacara;
2) penghormatan umum kepada Pembina Upacara;
3) laporan Pemimpin Upacara;
4) penaikan bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya;
5) mengheningkan cipta;
6) pembacaan teks Pancasila;
7) pembacaan teks Pembukaan UUD 1945;
8) pembacaan teks kesepakatan siswa;
9) amanat Pembina Upacara;
10) menyanyikan lagu wajib nasional;
11) pembacaan doa;
12) laporan Pemimpin Upacara;
13) penghormatan umum kepada Pembina Upacara; dan
14) Pembina Upacara meninggalkan lapangan Upacara.

c. kegiatan penutupan yang terdiri atas:
1) Pemimpin Upacara membubarkan peserta Upacara; dan
2) peserta Upacara meninggalkan lapangan Upacara.

Pasal 9
(1) Sebelum Upacara dimulai, Pembina Upacara menerima dan menyetujui laporan rencana pelaksanaan Upacara dari Pengatur Upacara.
(2) Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pembina Upacara:
a. mendapat penghormatan dari akseptor Upacara;
b. menerima laporan Pemimpin Upacara;
c. memimpin mengheningkan cipta;
d. membacakan Naskah Pancasila yang diikuti oleh seluruh akseptor Upacara; dan
e. menyampaikan amanat.

Pasal 10
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah Pemimpin Upacara bertugas:
a. mendapat penghormatan dari pemimpin kelompok akseptor upacara;
b. memimpin penghormatan kepada Pembina Upacara;
c. menyiapkan dan mengistirahatkan peserta Upacara;
d. menyampaikan laporan kepada Pembina Upacara;
e. mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Pembina Upacara; dan
f. membubarkan peserta Upacara atas perintah Pembina Upacara.

Pasal 11
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pengatur Upacara bertugas untuk:
a. mengajukan planning kegiatan Upacara kepada Pembina Upacara untuk memperoleh persetujuan;
b. menentukan/menunjuk petugas Upacara;
c. menyiapkan/memeriksa daerah dan perlengkapan Upacara;
d. melapor atau memberikan isu kepada Pembina Upacara tentang segala sesuatunya sesaat sebelum Upacara dimulai;
e. mengusut, mengatur, dan mengendalikan jalannya Upacara; dan
f. mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Pembina Upacara.

Pasal 12
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pemandu acara bertugas untuk:
a. membaca acara Upacara sesuai dengan urutan acara pada saat yang telah ditentukan; dan
b. mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Pengatur Upacara.

Pasal 13
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pembawa Naskah Pancasila bertugas untuk:
a. membawa naskah Pancasila; dan
b. menyerahkan naskah Pancasila kepada Pembina Upacara dan menerima kembali naskah tersebut pada ketika yang telah ditentukan.

Pasal 14
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pembawa Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bertugas membaca teks tersebut pada dikala dan daerah yang telah ditentukan.

Pasal 15
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pembaca Teks kesepakatan Siswa bertugas membaca teks akad siswa yang diikuti oleh seluruh siswa pada saat dan daerah yang telah ditentukan.

Pasal 16
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pembaca Doa bertugas membaca doa pada dikala dan tempat yang telah ditentukan.

Pasal 17
Dalam pelaksanaan kegiatan Upacara di sekolah, Pemimpin Lagu/Dirigen bertugas:
a. memimpin seluruh penerima Upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu wajib nasional pada ketika dan tempat yang telah ditentukan; dan
b. memimpin Kelompok Paduan suara menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta pada dikala dan kawasan yang telah ditentukan.
Baca juga : Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah ( PMP )

Inilah Pedoman Upacara Bendera Di Sekolah Sesuai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018

Itulah sekilas pembasan mengenai isi dari pemikiran upacara, untuk lebih lengkap dan terang mengenai isi dari peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut dapat Bapak dan Ibu Guru unduh pada link dibawah ini:

0 Response to "Pedoman Upacara Bendera Di Sekolah Sesuai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel