Advertising 468 x 60

MINYAK BUMI

MINYAK BUMI dan PETROKIMIA

Gambar pengeboran minyak bumi lepas pantai
Minyak bumi merupakan campuran hidrokarbon yang terbentuk berjuta-juta tahun dari komposisi bertahap hewan dan tumbuhan. Biasanya minyak bumi berada dibawah permukaan bumi mellui pengeboran  dari dalam tanah dan pemompaan untuk pemanfaatannya. Minyak kasar harus dikilang (refining) melalui destilasi atau penyulingan  bertingkat untuk memperoleh jenis bahan bakar tertentu. Bahan bakar yang diperoleh dari hasil penyulingan antara lain : bensin, kerosin, minyak tanah dan parafin.

Pembentukan minyak bumi dan Gas Alam.      

Minyak bumi dan gas alam merupakan gabungan atau campuran  komposisi dari hidrgen dan karbon. Oleh karena itu disebut juga sebagai hidrokarbon. Nama lain dari hidrokarbon adalam petroleum. Kata petroleum berasal dari bahasa latin merupakan petra berarti batuan dan oleum berarti minyak Jadi minyak dan gas bumi dapat diartikan sebagai hasil yang didapat dari batuan di dalam monyetk bumi. Istilah lain yang sering digunakan untuk minyak bumi merupakan minyak mentah (crude oil).
Bagaimanakan minyak bumi terbentuk? Minyak bumi berasal dari formasi batuan yang berumur sepuluh juta hingga empatratus juta tahun. Penelitian membuktikan bahwa pembentukan minyak bumi berkaitan dengan pengembangan batuan sedimen bebutir halus yang mengendap dilaut atau di dekat laut. Hal ini berarti bahwa minyak bumi merupakan produk dari binatang dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di laut.
Ada dua teori yang menterangkan terbentuknya minyak bumi, merupakan teori anorganik dan organik. Teori anorganik menyatakan bahwa hidrogen dan karbon terbentuk secara bersamaan di monyetk bumi di bawah tekanan dan temperatu yang tinggi. selanjutnya membentuk minyak dan gas, yang akhirnya menemukan jalan melalui batuan-batuan berpori dan teranemulasi dalam perangkap-perangkap alami di dalam bumi.
Teori organik pembenukan minyak bumi diajukan oleh Engler 1911. Ia mengatakan bahwa minyak bumi terjadi dari bahan organik melalui tiga tahap, merupakan :
Tahap pertama, merupakan deposit binatang dan tumbuh-tumbuhan berkumpul didasar laut yang akan diuraikan oleh bakteri. Karbohedrat dan protein diubah menjadi bahan yang dapat larut dalam air
 atau menjadi gas terbawa oleh peredaran air atau peredaran udara. lemak, malam dan bahan lainnya yang stabil (rosin, kolesterol dan lain-lain ) akan tetap tinggal.
Tahap kedua, merupakan suhu dan tekanan yang tinggi mengyang akan terjadikan terbentuknya karbondioksida dan senyawa yang mengandung gugus karboksil. Selain itu air akan terbentuk dari asam hidroksi dan alkohol serta akan menghasilkan residu bitumen. Panas dan tekanan selanjutnya akan menyebabkan terjadinga rengkahan, dan menghasilkan cairan yang mempunyai kandungan olefin yang tinggi, sering disebut protoperolium.
Tahap ketiga, merupakan kompenen tidak jenuh yang adal dalam protopetroleum akan berpolimerisasi karena pengaruh katais, sehingga poliolefin akan berubah menjadi senyawa hidrokarbon naften dan parafin. Senyawa hirokarbon aromatis dianggap terbentuk secara langsung pada proses rengkahan atau siklisasi melalui reaksi kondensasi.
Secara singkatnya minyak bumi merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan di zaman purba jutaan tahun yang silam. Organisme yang mati mengalami pembusukan oleh jasad renik (mikroorganisme), lalu terpendam dalam lapisan kulit bumi. Di bawah pengaruh suhu dan tekanan tinggi , material organik itu melalui proses jutaan tahun lamanya berubah menjadi minyak bumi yang terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir.
Jika anemulasi minyak bumi di suatu daerah dipandang cukup banyak (cukup menguntungkan secara komesial) , maka minyak bumi tersebut diambil dengan cara pengeboran.

Daerah penambangan minyak bumi antara lain merupakan Aceh, Sumatera utara, Riau, Kalimantan Timur, dan Irian Jaya. 

Pabrik pengilangan(refineries) antara lain merupakan Arun , Dumai, Bontang , Balikpapan dan Cilacap.

Komponen-komponen minyak bumi:
a.   Senyawa-senyawa hidrokarbon jenuh(alkana) dalam jumlah yang paling banyak
b.   Senyawa-senyawa hidrokarbon tak jenuh(alkena,alkuna dan alkadiena) sangat sedikit dikandung oleh minyak bumi karena mudah mengalami adisi menjadi alkana.
c.    Seyawa yang lain selain hidrokarbon, merupakan senyawa yang mengandung belerang(0,1-7%), nitrogen(0,01-0,9%), oksigen(0,06-0,4%) dan seyawa logam(jumlahnya sangat kecil).

B. Pengolahan minyak bumi 
          Bahan bakar minyak diperoleh dengan mendestilasi minyak bumi. Destilasi merupakan cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih dari banyak sekali komponen yang menyusun campuran tersebut dalam menara atau kolom destilaasi.  Minyak bumi dipanaskan hingga 3500C dan dipompakan ke dalam kolom destilasi. Sebagian dari minyak menguap dan bergerak melalui sungkup-sungkup. Di sini sebagian dari uap (merupakan fraksi titik didih tinggi) mencair dan mengalir melalui pelat, sehingga terpisah dari fraksi yang lain. Uap yang tidak mencair (karena titik didih lebih rendah) melanjutkan perjalanannya ke bagian kolom yang lebih atas dan mengalami pencairan sebagian) pada pelat-pelat di sebelah atas . Demikianlah seterusnya , sehingga akhirnya diperoleh fraksi gas-gas.

Tabel Fraksi-fraksi dalam minyak bumi hasil destilasi
Fraksi minyak bumi
Jumlah atom C
Trayek titik didih
Kegunaan
Gas alam(LNG)
C1-C2
-1600C hingga –880C
bahan bakar
Elpiji(LPG)
C3-C4
-400C hingga 00C
bahan bakar
Petroleum eter
C5-C6
200C hingga 700C
Pelarut
Bensin
C7-C8
700C hingga 1400C
Bahan bakar kendaraan bermotor
Nafta
C9-C10
1400C hingga 1800C
Bahan bakar kendaraan bermotor
Kerosin(minyak tanah)
C11-C13
1800C hingga 2500C
Bahan bakar lampu, kompor,kapal terbang tertentu
Solar
C14-C16
2500C hingga 3500C
Bahan bakar mesin diesel(mesin kendaraan maupun mesin industri)
Minyak pelumas
C17-C20
di atas 3500C
Pelumas mesin-mesin
Vaselin dan lilin
C21-C24

Bahan bakar
Aspal
C36 dst

Konstruksi jalan
     

C. Bensin
  Bensin merupakan campuran isomer-isomer heptana(C7H16) dan oktana(C8H18).
Untuk memperoleh bensin dilanekan proses cracking pada pengolahan minyak bumi. Proses cracking merupakan pemutusan hidrokarbon yang rantainya panjang. Caranya ; minyak bumi dipanaskan pada suhu 8000C agar fraksi berantai panjang yang kurang komersil pecah menjadi fraksi bensin yang rantainya lebih pendek.
Mutu bensin dinyatakan dengan bilangan oktan. Bilangan oktan merupakan persentase iso-oktana(2,2,4 trimetil pentana) dalam suatu bensin. Makin tinggi harga  bilangan oktan suatu bensin, makin efisien bensin tersebut menghasilkan energi.
          Bensin premium mempunyai bilangan oktan sekitar 82 artinya 82% iso-oktana dan 18%   n-heptana.
          Bensin super mempunyai bilangan oktan 98 artinya 98% iso-oktana dan 2% n-heptana.
          Untuk meningkatkan bilangan oktan , ke dalam bensin  ditambahkan tetra etil timbal(tetra ethyl lead=TEL), merupakan suatu zat yang bisa mempercepat pembakaran bensin agr efisiensinya maksimum. Akan tetapi, pemakain TEL ini memberikan dampak negatif, merupakan mencemarkan udara. Sebagai pengganti TEL , ke dalam bensin ditambahkan metil tersier butil eter(MTBE) yang mempunyai fungsi yang sama.


Dampak negatif pemakaian bensin  :
1. Asap buangan kendaraan bermotor merupakan sumber utama gas karbon monoksida(CO) yang beracun. Gas CO memiliki  kebisaa  untuk terikat kuat pada hemoglobin, sehingga tubuh kita akan kekurangan oksigen.
    Udara dengan kadar CO 100 ppm(0,01%) dapat menyebabkan sakit kepala dan cepat lelah.
    Udara dengan kadar CO 750 ppm(0,075%) dapat menyebabkan kematian.
2.Bensin yang mengandung TEL menghasilkan debu-debu timbal(Pb) ke udara. Jika debu itu terisap oleh insan dalam kadar yang cukup tinggi menyebabkan beberapa enzim pertumbuhan  tidak aktif. Akibatnya bagi anak-anak merupakan berat badan berkurang serta perkembangan sistem syaraf lambat, sedangkan bagi orang tuhansa merupakan selera makan hilang, cepat lelah dan iritasi saluran pernapasan.   

 Pelajari materi terkait :

  1. ALKANA
  2. ALKENA
  3. ALKUNA DAN ALKADIENA
  4. DAMPAK PEMBAKARAN BAHAN BAKAR
  5. HIDROKARBON
  6. INDUSTRI PETROKIMIA
  7. KOMPONEN PENYUSUN DAN FRAKSI-FRAKSI MINYAK BUMI
  8. MINYAK BUMI
  9. SIFAT KHAS RANTAI KARBON

Sumber:
KIMIA untuk SMA kelas X, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, 2004
KIMIA 1 SMU, untuk Kelas 1, Irfan Anshori dan Hiskia Ahmad, Penerbit Erlangga, 1999
KIMIA untuk SMA/MA, kelas X, Tarti Harjani, dkk,  Penerbit Masmedia, 2012

0 Response to "MINYAK BUMI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel