Advertising 468 x 60

Pola Lantai Dalam Tari Kelompok

Bentuk hidangan tari yang disajikan oleh lebih dari dua orang penari termasuk ke dalam jenis tari kelompok. Tari kelompok juga mempunyai keunikan pada penggarapan komposisi acuan lantai para penarinya. Setiap teladan lantai yang membentuk penari secara simetris atau asimetris akan memberikan kesan berbeda.

Pola lantai ialah teladan sketsa yang dilakukan oleh seoarang penari dengan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi dalam sebuah ruang untuk menari. Pola lantai ini sebetulnya merupakan teknik blocking (penguasaan panggung) seoarang penari. Pola lantai berfungsi untuk membuat posisi dalam sebuah ruang gerak.

Pola lantai dibentuk untuk memperindah pertunjukan karya tari. Oleh lantaran itu dalam pembuatan pola lantai harus memperhatikan beberapa hal, antara lain bentuk teladan lantai, maksud atau makna contoh lantai, jumlah penari, ruangan atau kawasan pertunjukan, dan gerak tari.  Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu diperhatikan.

Berdasarkan jumlah penari sebuah tarian mampu dikelompokkan menjadi tari tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.
  1. Tari tunggal yaitu kesenian dalam bentuk tarian yang diperagakan oleh satu orang penari. Dalam jenis tarian ini para penari biasanya berperan menggambarkan atau menyampaikan huruf seseorang atau makhluk hidup lain seperti hewan.
  2. Tari berpasangan yaitu kesenian tari yang diperankan/ diperagakan oleh sepasang penari. Dengan kata lain tari berpasangan merupakan jenis tarian yang dimainkan oleh 2 orang penari. Sementara dari sisi gerakan tarian para penari biasanya bergerak untuk saling mengisi serta saling merespon antara gerakan penari yang satu dengan gerakan penari pasangannya.
  3. Tari kelompok ialah sebuah kesenian tari yang diperankan/ diperagakan oleh tiga penari atau lebih. Gerakan penari yang satu dengan yang lain biasanya terlihat saling mendukung, tak heran juka dalam pertunjukan tari kelompok ini kekompakan para pemain sangat kuat guna mewujudkan kesuksesan nya di atas panggung.

Dalam tarian, terdapat dua teladan garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung.  Bentuk pola garis lengkung mampu dikembangkan menjadi aneka macam pola lantai, di antaranya bundar, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang.

Bentuk teladan garis lurus mampu dikembangkan menjadi berbagai contoh lantai, di antaranya horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima.  Ada beberapa macam contoh lantai pada tari kelompok, antara lain :

1. Pola lantai vertikal 
Pola lantai vertikal (lurus): Pada acuan lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini banyak dipakai pada tari klasik. Pola lantai ini menampilkan kesan sederhana tapi kuat. Pola lantai vertikal menandakan relasi dengan Tuhan sebagai pencipta.
Pola lantai vertikal

2. Pola lantai horizontal
Pada acuan lantai ini, penari berbaris membentuk garis lurus ke samping. Pola lantai horizontal yang menunjukkan hubungan antarmanusia.
Horizontal
3. Pola lantai diagonal
Pola lantai diagonal : Pada contoh lantai ini, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri. Seperti pada teladan lantai garis melengkung contoh lantai ini juga memberikan lemah dan lembut.
Diagonal

4. Pola lantai garis melengkung 
Pada acuan lantai garis melengkung, penari membentuk garis bundar, pola lantai lengkung ular, dan pola lantai angka delapan. Pola lantai ini banyak dipakai pada tari rakyat dan tari tradisi, memberi kesan lemah dan lembut. Beberapa pola lantai melengkung antara lain melingkar, lengkung ular dan angka delapan.
Garis Lengkung
Menari juga merupakan kegiatan yang menggerakkan anggota badan. Dalam menari hendaknya menggunakan acuan lantai biar gerak yang diperagakan lebih indah

0 Response to "Pola Lantai Dalam Tari Kelompok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel