Advertising 468 x 60

Menemukan Makna yang Terkandung Dalam Pantun

Pantun ialah bentuk puisi Indonesia (Melayu). Tiap bait biasanya terdiri atas empat baris dan bersajak (a-b-a-b). Dalam setiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata. Baris pertama dan baris kedua disebut sampiran. Sampiran untuk mengantarkan rima. Baris ketiga dan keempat disebut isi. Isi merupakan tujuan atau maksud dari pantun.

Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi pantun jenaka, pesan tersirat, teka teki, dan kiasan.  Pantun jenaka yaitu pantun yang berisi hal-hal lucu dan menarik. Pantun pesan tersirat adalah pantun yang berisi hikmah dengan tujuan mendidik dan menyampaikan hikmah etika, budi perkerti, dan lainnya.

Sedangkan pantun teka-teki adalah pantun yang berisikan teka teki dan pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk menjawab atau membalas teka-teki pantun tersebut. Pantun kiasan yaitu pantun yang berisi perumpamaan atau ibarat, biasa digunakan untuk mengatakan suatu hal secara tersirat.

Berikut ini beberapa pola pantun jenaka, pantun nasehat, pantun teka-teki, dan pantun kiasan beserta makna yang terkandung didalamnya.
Pantun Nasehat
A. Pantun Jenaka dan Maknanya
Pantun Jenaka
PantunMakna
Kapal berlayar di bahari jawa
Nakhoda mengacungkan jempol
Adik menangis kemudian tertawa
Melihat kakak masih mengompol
Anak kecil yang tadinya menangis menjadi tertawa karena melihat kakaknya mengompol
Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu meloncat ke piring
Perut menjadi sakit menahan tawa ketika melihat gigi palsu yang lepas dan jatuh di atas piring.
Hari Minggu sudah siang
Setelah siang menuju petang
Ditunggu-tunggu tidak datang
Sekali tiba nagih utang
Lama menunggu seseorang, ternyata yang tiba malah orang yang akan menagih hutang. 
Burung pipit burung kenari
Terbang melayang pulang kembali
Wahai mitra lihatlah kemari
Ada nenek main lompat tali
Kejadian lucu ketika melihat seorang nenek yang sedang bermain tali.
Bu Komang memakai batik
Beli rokok di Kota Riau
Kamu memang sangat anggun
Tapi kok badannya kedaluwarsa
Ada seorang perempuan yang sangat cantik namun sayangnya kedaluwarsa badannya tidak yummy.

B. Pantun Nasihat dan Maknanya
Pantun Nasihat
PantunMakna
Merah muda baju si bibi
Di tangan ada bayam seikat
Masalah warga tiba bertubi
Berkumpulah untuk mufakat
Setiap insan hendaknya menyisakan waktunya berkumpul bersama membicarakan perkara
bersama sehingga mencapai mufakat
Hati-hati saat menyeberang
Jangan sampai orang murka
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah
Sebaiknya kita berhati-hati dikala berada di daerah lain dan jangan berbuat kesalahan yang dapat merugikan diri sendiri.
Anak ayam turun lima
Mati satu tinggal empat
Kita hidup harus punya agama
supaya kita tidaklah sesat
Sebaiknya semua bimbingan agama dilaksanakan dengan baik sehingga kita mampu selamat dunia dan darul baka.
Tinggi galah berjengkal-jengkal,
Bayang dijinjing lantaran ringan.
Kepada Allah bertawakal,
Tempat diri mohon dukungan.
Seharusnya sebagai umat muslim selalu bertawakal dan memohon tunjangan kepada Allah.
Pohon tinggi jatuh membayang,
Jalan setapak dari Ketapang.
Siapa yang rajin sembahyang,
Sejuk di hati dadapun lapang.
Jika kita rajin melaksanakan shallat tentu akan memiliki hati yang sejuk dan pikiran yang terbuka

C. Pantun Teka-teki dan Maknanya
Pantun Teka-teki
PantunMakna
Ari menari sampur melebar.
Tersenyum ceria semua terhibur.
Berbadan besar pendengarannnya lebar.
Hidungnya panjang suka menyembur?
Binatang berbadan besar, pendengaran lebar, hidung panjang, suka menyembur yaitu gajah.
Mulut manis hati nak baik
Itulah amalan turun temurun
Benda apa yang akan naik
Apabila saja hujan turun
Benda yang sering dinaikan saat hujan turun yaitu payung. Payung dibuka atau dinaikan biar tidak kehujanan.
Cik Limah bersama anak lelaki
Duduk makan keropok lekor
Yang mengejar tidak berkaki,
Yang dikejar tiada berekor?
Hewan yang tidak memiliki kaki yaitu ular, sedangkan binatang yang tidak memiliki ekor adalah katak
Pergi ke muara menaiki rakit
Bawa balik bunga yang mekar
Buah ini rasanya pelik sedikit
Biji buahnya ada di luar
Buah yang rasanya sepat dan bijinya berada di  luar buah yaitu buah jambu kera atau jambu mete.
Pagi-pagi pergi ke kebun
Menebas rumput pakai parang
Waktu siang matanya rabun
Waktu malam matanya terang
Hewan yang pada siang hari penglihatanya kurang terang, namun dikala malam mampu melihat dengan baik ialah burung hantu.

D. Pantun Kiasan dan Maknanya
Pantun Kiasan
PantunMakna
Diam lisan banyak merenung.
Lompat tinggi anak bajing.
Hendak hati memeluk gunung.
Apa daya tangan tak sampai.
Seseorang yang mempunyai keinginan yang sangat besar namun sangat tidak mungkin tercapai.
Naik perahu dekat kemudi,
betapa harum bunga selasih.
Elok nian resminya padi,
makin tunduk jika berisi.
Ambilah pelajaran dari padi. Yakni semakin kaya, semakin pintar, semakin mahir, maka beliau akan semakin rendah hati di hadapan manusia lainnya. 
Tanam ubi tanam kentang,
Petik jagung tiada tersisa.
Petang kini telah datang,
Tinggi pula batang usia.
Pantun kiasan di atas menjelaskan wacana waktu bau tanah. Yaitu wacana habisnya masa dewasa sekaligus datangnya waktu renta. 
Pohon bau tanah disebut buhun,
Banyak dahannya yang berduri.
Kering dijemur dalam setahun,
Basah oleh hujan sehari.
Pentun ini menjelaskan ihwal  sebuah perjuangan yang dilakukan sangat usang dan ternyata sia-sia oleh kesalahan kecil.
Berburu ke padang datar,
mendapat rusa belang di kaki.
Berguru kepalang asuh,
Bagai bunga kembang tak jadi.
Pantun ini menjelaskan kepada kita bahwa jika melakukan sesuatu dihentikan tanggung-tanggung/setengah-setengah

0 Response to "Menemukan Makna yang Terkandung Dalam Pantun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel