Advertising 468 x 60

Penyebab dan Cara Pencegahan Penyakit Pernapasan

Gangguan pada sistem pernapasan umumnya karena kelainan atau penyakit yang menyerang alat-alat pernapasan. Penyakit ini ditimbulkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, namun juga bisa disebabkan oleh keturunan.

Sistem pernapasan kita niscaya pernah yang namanya mengalami gangguan. Ketika gangguan terjadi, otomatis kita akan merasa tak nyaman saat sedang beraktivitas. Menghirup udara saja menjadi sulit dan kebutuhan oksigen pun kurang terpenuhi dengan baik. Di bawah ini adalah segala jenis gangguan pada sistem pernapasan dalam bentuk penyakit yang umum kita temui.

Asma merupakan penyakit penyumbatan kanal pernapasan yang disebabkan oleh alergi. Pencetus
alergi contohnya udara cuek, rambut, bulu, kotoran, abu, atau tekanan psikologis. Gejala awal penyakit asma berupa:
  1. Batuk terutama pada malam atau dini hari,
  2. Sesak napas,
  3. Napas berbunyi yang terdengar bila pasien mengembuskan napasnya,
  4. Rasa berat di dada, dan
  5. Dahak sulit keluar.
Asma
Dalam perkembangannya pasien berpenyakit asma mampu mengalami tanda-tanda berat. Gejala berat ialah keadaan gawat darurat yang mengancam jiwa. Gejala berat asma mencakup:
  1. Serangan batuk andal,
  2. Sesak napas yang berat,
  3. Napas tersengal-sengal,
  4. Sianosis (kulit kebiruan) yang dimulai dari sekitar mulut,
  5. Ssulit tidur (posisi tidur yang nyaman adalah dalam keadaan duduk), dan
  6. Kesadaran menurun.

Cara Mencegah :
  • Sebisa mungkin tinggal di lingkungan yang minim dari polusi serta lingkungan yang higienis
  • Jangan memelihara binatang dengan bulu yang banyak dan halus
  • Saat cuaca cuek, selalu gunakan pakaian hangat dan selendang di leher
  • Olahraga dengan kapasitas secukupnya saja, tidak perlu yang berlebihan apalagi menguras cukup banyak tenaga dan hindari olahraga yang memerlukan napas panjang

Pengobatan
Sebetulnya obat untuk asma belumlah ada hingga kini, namun perawatan untuk dapat mengendalikan asma selalu ditawarkan. Penanganan tersebut meliputi mencegah serangan asma serta meredakan gejalanya. Pengobatan asma secara dini mampu menghilangkan tanda-tanda dan mencegah.
  • Obat asma dapat bekerja dengan cepat untuk menghentikan batuk dan dengan cara mengencerkan lendir terusan napas dan membuka otot jalan napas. 
  • Inhaler mampu digunakan sendiri di rumah. Cara pakainya terang tidak simpel, mengingat penekanan tombol inhalernya juga harus tepat, yaitu sebaiknya ketika serangan asma, seseorang sedang membuang napas, maka inhaler itu disemprotkan. 
  • Asma nebuliser merupakan suatu alat untuk memberikan obat uap dan sempurna diberikan di ruang unit gawat darurat (UGD) ketika seseorang mengalami serangan asma. 
  • Mengendalikan pemicu asma. Belajar lebih banyak tentang pemicu asma mampu membantu penderita mengurangi kesempatan mengalami serangan asma.

Ayo Menulis
Diskusikan balasan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama sahabat sebangkumu.
  1. Apa penyebab penyakit asma? Penyakit asma disebabkan oleh Alergi.
  2. Apa yang terjadi pada organ pernapasan penderita penyakit asma? Penyakit asma mengganggu saluran napas yang menyebabkan otot akses napas berkontraksi dan menyempit dan menjadi meradang atau memproduksi lendir
  3. Apa gejala awal penyakit asma? Batuk terutama pada malam atau dini hari,, Sesak napas,, Napas berbunyi yang terdengar bila pasien mengembuskan napasnya,, Rasa berat di dada, dan Dahak sulit keluar.
  4. Bagaimana kondisi pasien asma yang mengalami gejala berat? Serangan batuk jago,, Sesak napas yang berat,, Napas tersengal-sengal,, Sianosis (kulit kebiruan) yang dimulai dari sekitar verbal, Sulit tidur (posisi tidur yang nyaman yaitu dalam keadaan duduk), dan, dan Kesadaran menurun.
  5. Mengapa pasien asma yang mengalami gejala berat harus segera mendapat perawatan? 
  6. Pasien asma yang mengalami gejala berat harus segera menerima perawatan, lantaran bila tidak pribadi mendapat perawatan maka nyawanyapun bisa terancam.
  7. Bagaimana posisi tidur terbaik bagi pasien asma yang mengalami tanda-tanda berat? Posisi tidur yang nyaman ialah dalam keadaan duduk.
  8. Adakah anggota keluargamu atau orang di sekitarmu yang menderita asma? Jika ada, siapa namanya? Tidak ada.

Ayo Mengamati
Selah mengetahui salah satu penyakit yang bekerjasama dengan organ pernapasan. Carilah info mengenai penyakit lain yang berhubungan dengan organ pernapasan, misalnya influenza, bronkitis, tonsilitis, dan pneumonia. Carilah info mengenai penyebab, tanda-tanda, dan pengobatannya. Lakukan secara berkelompok. Tiap kelompok beranggotakan 5-6 anak.

1. Bronkhitis
Bronkitis adalah infeksi pada susukan pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada akses tersebut. Kondisi ini termasuk sebagai salah satu penyakit pernapasan. Berikut ini ialah beberapa gejala yang diakibatkan oleh bronkitis:
  • Batuk-batuk disertai lendir berwarna kuning keabu-abuan atau hijau.
  • Sakit pada tenggorokan.
  • Sesak napas.
  • Hidung beringus atau tersumbat.
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada dada.
  • Kelelahan.
  • Demam ringan.
Bronkhitis
Berikut ini yaitu beberapa cara pendegahan yang mampu dilakukan sendiri:
  • Banyak beristirahat.
  • Minum banyak air. Air mampu membantu mengencerkan lendir semoga praktis terangkat dari paru-paru. 
  • Berhenti mer*k*k dan menghindari asap (pabrik, knalpot, materi kimia). 
  • Hindari mengonsumsi obat batuk. 

Pengobatan
Sebetulnya bronkitis ini sebuah kondisi yang bakal hilang sendiri hanya dalam hitungan minggu, jadi kadang tak perlu obat tertentu untuk penanganannya. Hanya saja, penderita perlu lebih banyak beristirahat dan minum banyak air putih.

2. Penumonia
Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah yaitu infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung susukan pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan. Gejala-gejala umum yang biasanya muncul meliputi:
  • Demam.
  • Berkeringat dan menggigil.
  • Batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau, atau disertai darah.
  • Napas terengah-engah dan pendek.
  • Rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk.
  • Mual atau muntah.
  • Diare.
  • Kelelahan.
Penumonia
Pencegahan pneumonia dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sederhana. Beberapa di antaranya ialah:
  • Menjalani vaksinasi. Vaksin merupakan langkah penting biar kita terhindar dari pneumonia maupun penyakit lain. Harap diingat bahwa vaksin pencegah pneumonia bagi orang cukup umur berbeda dengan belum dewasa.
  • Menjaga agar sistem kekebalan badan tetap kuat. Misalnya dengan teratur berolahraga, cukup istirahat, serta menerapkan teladan makan yang sehat dan seimbang.
  • Menjaga kebersihan agar terhindari dari penyebaran virus, seolah-olah sering mencuci tangan.
  • Jangan mer*k*k karena asap r*kok dapat merusak paru-paru sehingga lebih praktis terinfeksi.

Pengobatan
Antibiotik lagi-lagi menjadi obat yang dokter akan resepkan sebagai solusi. Banyak minum dan banyak istirahat juga akan mempercepat proses kesembuhan.

3. Influenza
Flu atau influenza yaitu infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru). Virus penyebab influenza menular melalui udara. Beberapa tanda-tanda yang biasanya dialami adalah:
  • Demam.
  • Pegal-pegal.
  • Batuk kering.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Menggigil.
  • Sakit tenggorokan.
  • Bersin-bersin, hidung tersumbat, atau hidung beringus.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sulit tidur.
Influenza
Beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan flu yaitu:
  • Menjaga kebersihan.
  • Selalu mencuci tangan, misalnya sebelum makan atau sehabis bepergian.
  • Menutup ekspresi dan hidung saat bersin atau batuk.
  • Memakai masker ketika bepergian (terutama bagi pengguna kendaraan umum) atau ketika berada di sekitar penderita flu.
  • Memastikan badan mendapat asupan vitamin dan gizi secaracukup dan seimbang.
  • Istirahat yang cukup.
  • Olahraga secara teratur.
  • Menjaga asupan cairan.

Pengobatan
Obat flu akan bekerja secara efektif untuk mengurangi rasa pegal sekaligus menurunkan demam. Selain itu, penderita mampu mengobati dengan makan buah serta sayur, serta minum banyak air putih supaya cairan tubuh tak hilang.

4. Tonsilitis
Tonsilitis atau sering disebut radang amandel yaitu pembengkakan dan peradangan pada amandel, yang biasanya disebabkan oleh jerawat. Walau mengakibatkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang merupakan penyakit yang serius. Infeksi basil seperti streptococcus yaitu salah satu penyebab utama radang amandel.

Gejala umum dari tonsilitis adalah:
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit dikala menelan
  • Suara yang serak
  • Kehilangan napsu makan
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel yang tampak berwarna merah dan abuh
Tonsilitis
Pencegahan
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit amandel tanpa melalui jalan operasi akan lebih banyak dilakukan dirumah seolah-olah dibawah ini.
  • Konsumsi Minuman Probiotik. Minuman dengan kandungan probiotik akan berperan penting dalam mencegah amandel. 
  • Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Mulut dan Gigi. Kebersihan lisan dan gigi menjadi faktor yang amat penting untuk mencegah timbulnya peradangan atau perkara dibagian amandel. 
  • Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Pengawet. Memilah dan menyeleksi makanan adalah hal penting dalam mencegah dan menangani sakit amandel yang dirasakan. 

Pengobatan
Kasus tonsilitis yang ringan tidak memerlukan pertolongan medis. Namun, jikalau kasus yang terjadi parah, Anda perlu melakukan perawatan berikut:
  • Antibiotik: Diberikan apabila nanah basil merupakan penyebab tonsilitis.
  • Operasi: Operasi amandel dilakukan untuk mengangkat amandel yang terinfeksi apabila kondisi kronis.

0 Response to "Penyebab dan Cara Pencegahan Penyakit Pernapasan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel