Advertising 468 x 60

Not Angka Mars Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). PPK ialah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat huruf penerima bimbing melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai belahan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Ada lima nilai utama abjad yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai utama abjad bangsa yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Religius
Nilai abjad religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam sikap melaksanakan anutan agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama,menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan hening dengan pemeluk agama lain.

Nilai abjad religius ini mencakup tiga dimensi hubungan sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai huruf religius ini ditunjukkan dalam sikap mengasihi dan menjaga keutuhan ciptaan. Subnilai religius antara lain cinta tenang, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kolaborasi antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan,persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, menyayangi lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.

2. Nasionalis
Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi,dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri,menjaga kekayaan budaya bangsa,rela berkorban, unggul, danberprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan,taat hukum, disiplin,menghormati keragaman budaya, suku,dan agama.

3. Mandiri
Nilai karakter mampu bangkit diatas kaki sendiri merupakan sikap dan sikap tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran,waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan keinginan.Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

4. Gotong Royong
Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan pundak membahu menyelesaikan dilema bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi kontribusi/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai bahu-membahu antara lain menghargai, kerja sama,inklusif, janji atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong,solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

5. Integritas
Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menyebabkan dirinya sebagai orang yang selalu kredibilitas dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan,memiliki akad dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas sopan santun).

Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia,komitmen tabiat, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).

Kelima nilai utama abjad bukanlah nilai yang bangun dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain, yang berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan langsung. Dari nilai utama manapun pendidikan karakter dimulai, individu dan sekolah perlu membuatkan nilai-nilai utama lainnya baik secara kontekstual maupun universal.

Nilai religius sebagai cerminan dari keyakinan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan secara utuh dalam bentuk ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing dan dalam bentuk kehidupan antarmanusia sebagai kelompok, masyarakat,maupun bangsa. Dalam kehidupan sebagai masyarakat dan bangsa nilai – nilai religius dimaksud melandasi dan melebur di dalam nilai-nilai utama nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.

Demikian pula jikalau nilai utama nasionalis dipakai sebagai titik awal penanaman nilai-nilai huruf, nilai ini harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang tumbuh bersama nilai-nilai lainnya.

Tujuan PPK
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter memiliki tujuan sebagai berikut:
  1. Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai huruf sebagai jiwa atau generator utama penyelenggaraan pendidikan.
  2. Membangun dan membekali Generasi Emas Indonesia 2045 menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan masa 21.
  3. Mengembalikan pendidikan huruf sebagai ruh dan fondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati (etik dan spiritual), olahrasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik)
  4. Merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan (kepala sekolah, guru, siswa, pengawas, dan komite sekolah) untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan aksara.
  5. Membangun jejaring pelibatan masyarakat (publik) sebagai sumber-sumber
  6. belajar di dalam dan di luar sekolah.
  7. Melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)

Not Angka Mars PPK

0 Response to "Not Angka Mars Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel