Advertising 468 x 60

Mekanisme Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia adalah kelompok binatang mamalia yang biasa memamah (memakan) dua kali dan dikenal dengan hewan memamah biak. Contoh binatang ruminansia ialah sapi, kerbau, rusa, domba, kambing, dan kijang.

Sistem pencernaan hewan ruminansia lebih kompleks dibandingkan pencernaan binatang lainnya. Pada hewan ruminansia terdapat empat bagian lambung dengan fungsi yang spesifik. Selain itu, pencernaan makanan pada binatang ruminansia dibantu oleh beberapa mikroba (bakteri dan protozoa). Mikrob tersebut dapat membantu mencerna rumput

Mekanisme Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia
Salah satu teladan hewan ruminansia ialah sapi.  Makanan seolah-olah rumput, pertama kali masuk ke dalam mulut sapi. Di dalam lisan terdapat organ-organ pencernaan seakan-akan berikut.
  1. Gigi : gigi sapi tersusun dari gigi seri yang memiliki kegunaan untuk memotong kuliner dan gigi geraham untuk mengunyah makanan.
  2. Lidah : pengecap sapi memiliki kegunaan untuk merenggut rumput (makanan) dan mendorong makanan yang sudah dikunyah menuju lambung.
  3. Saliva: merupakan cairan atau enzim khusus yang dihasilkan oleh kelenjar khusus pada sapi yang kemudian disalurkan ke dalam rongga verbal. Saliva berperan dalam proses pencernaan kimiawi.

Lambung sapi berbeda dengan lambung insan, ukurannya jauh lebih besar. Lambung sapi merupakan organ pencernaan yang sangat penting bagi sapi. Lambung sapi terdiri atas empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Oleh karena itu, sapi dikatakan memiliki empat perut.
Ruminansia
Berikut penggalan-bagian dari lambung sapi
No.Nama BagianKeterangan
1.Rumen
(perut besar)
Tempat terjadinya pencernaan dengan kontribusi mikroba (bakteri). Di sini makanan dicerna hingga menjadi bubur dengan gerakan mengaduk yang dilakukan oleh dinding rumen. Pada saat sapi beristirahat, makanan kembali ke ekspresi dan dikunyah kembali. Setelah dikunyah untuk yang kedua kalinya, makanan masuk ke retikulum (perut jala).
2.Retikulum
(perut jala)
Di dalam retikulum, makanan kembali mengalami proses fermentasi dengan bantuan basil anaerob dan protozoa. Di dalam penggalan perut ini, terjadi proses absorpsi dan penyaringan benda-benda asing yang masuk bersama makanan sehingga tidak masuk ke omasum (perut kitab).
3.Omasum
(perut kitab)
Di dalam omasum, kuliner dicerna dengan bantuan enzim pencernaan. Selanjutnya, kuliner masuk ke abomasum.
4.Abomasum
(perut masam)
Perut serpihan inilah yang bergotong-royong disebut dengan lambung. Di sini kuliner dicerna dengan bantuan enzim pencernaan pepsin yang dihasilkan oleh abomasum.

Setelah melewati seluruh proses pencernaan makanan di dalam abomasum, kuliner bergerak menuju usus halus. Panjang usus halus seekor sapi akil balig cukup akal dapat mencapai 40 meter. Di dalam usus halus, terjadi proses perembesan dan fermentasi. Selanjutnya, sisa-sisa kuliner akan dikeluarkan melalui anus.

Tuliskan kosakata-kosakata baru yang kau temukan dalam bacaan di atas! Selanjutnya, diskusikan dengan guru dan temanmu ihwal arti dari kosakatakosakata tersebut.
No.Kosa Kata BaruArti
1.RuminansiaHewan pemamah biak
2.SistemSuatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama
3.KompleksMengandung beberapa unsur yang pelik, rumit, sulit, dan saling bekerjasama
4.SpesifikKhusus; bersifat khusus; khas
5.MikrobOrganisme yang sangat kecil ukurannya
6.MekanismeCara kerja suatu organisasi 
7.KimiawiSecara atau berkenaan dengan kimia
8.FermentasiPenguraian metabolik senyawa organik oleh mikroorganisme yang menghasilkan energi, peragian
9.AnaerobOrganisme yang dapat hidup secara baik tanpa oksigen
10.AbsorpsiPenyerapan

0 Response to "Mekanisme Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel