Advertising 468 x 60

Alat dan Sistem Pernapasan pada Beberapa Jenis Hewan

Pernapasan pada hewan intinya sama dengan pernapasan pada manusia, Oksigen yang dipakai sebagai proses oksidasi yang menghasilkan energi dan mengeluarkan CO2 serta Uap Air yang merupakan zat-zat sisa dari proses pernapasan.  Namun, sistem pernapasan pada binatang berbeda dari insan. Bahkan, sistem pernapasan pada binatang pun berbeda-beda sesuai jenisnya. Berikut sistem pernapasan pada beberapa jenis binatang.

1. Alat dan Sistem Pernapasan pada Cacing Tanah (Vermes)
Cacing tidak mempunyai alat pernapasan khusus, cacing bernapas melalui permukaan kulit. Kulit cacing selalu lembap dan berlendir untuk memudahkan peresapan oksigen dari udara. Oleh lantaran itu, cacing menyukai tempat lembap untuk menjaga supaya kulit badannya selalu berair dan berlendir.

Di bawah permukaan kulit cacing yang tipis, terdapat pembuluh udara. Saat udara masuk melalui kulit, oksigen diikat oleh darah. Pada darah cacing terkandung hemoglobin sehingga mampu mengikat oksigen. Oksigen yang diikat oleh hemoglobin lalu diedarkan ke seluruh badan. Zat sisa pembakaran berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulit
Pernapasan pada Cacing Tanah
Pernapasan cacing ini berbeda dengan serangga, lantaran pada serangga oksigen bisa pribadi menuju ke sel-sel tubuh, sedangkan pada cacing harus masuk ke pembuluh darah sehingga pengangkutan oksigen secara tertutup mengingat peredaran oksigen berada didalam pembuluh darah. Kulit yang dipakai untuk proses disfusi yaitu kepingan dorsal / sisi punggung.

2. Alat dan Sistem Pernapasan pada Serangga (Insekta)
Seperti binatang lain, serangga bernapas dengan mengisap oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Namun, alat pernapasan serangga berbeda dengan binatang lain. Alat pernapasan serangga berupa trakea, yaitu sistem tabung yang memiliki banyak percabangan di dalam badan. Percabangan trakea disebut trakeola. Trakea mengedarkan oksigen pribadi ke semua sel badan dan organ serta menyerap karbon dioksida dari semua sel tubuh untuk dibuang.
Pernapasan pada Serangga
Udara memasuki trakea melalui pori-pori kecil di permukaan badan serangga yang disebut spirakel. Selanjutnya udara beredar melalui pembuluh udara kecil. Sel-sel badan mengambil oksigen langsung dari pembuluh udara kecil itu. Karbon dioksida dari sel akan mengalir ke trakeola, kemudian dibuang melalui lubang spirakel.

3. Alat dan Sistem Pernapasan pada Ikan (Pisces)
Semua makhluk hidup, termasuk ikan, memerlukan oksigen supaya tetap hidup. Pengambilan oksigen ini melalui proses pernapasan yang melibatkan organ pernapasan. Ikan bernapas dengan organ khusus ibarat saringan yang disebut insang. Insang berbentuk lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap.
Pernapasan pada Ikan

Insang terdapat tepat di belakang rongga mulut pada kedua sisi kepala ikan. Biasanya insang dilindungi oleh selaput atau rangka yang disebut tutup insang (operkulum). Di balik tutup insang ini terdapat empat deret insang yang saling tumpang tindih. Pada insang terdapat pembuluh darah halus. Pembuluh darah itu dapat menyerap oksigen yang terkandung dalam air dan melepaskan karbon dioksida dari darah. Insang juga berfungsi sebagai alat pengeluaran garam-garam dan sebagai penyaring kuliner.

Untuk memperoleh cukup oksigen, verbal ikan dan insang bekerja tolong-menolong seolah-olah pompa isap air. Pertama-tama tutup insang menutup. Secara bersamaan lisan terbuka dan dinding lisan mengembang. Saat itulah air terisap masuk. Kedua, rongga ekspresi menyempit dan mulut menutup. Secara bersamaan tutup insang terbuka. Akibatnya air keluar dari mulut dan melewati insang. Saat itulah oksigen dari dalam air terserap dan karbon dioksida dikeluarkan.

4. Alat dan Sistem Pernapasan pada Hewan Amfibi
Katak termasuk binatang amfibi, yaitu binatang yang hidup di darat dan di air. Saat masih berupa kecebong, katak hidup di dalam air dan bernapas memakai insang. Insang kecebong terletak di luar tubuhnya dan terdiri atas lembaran-lembaran kulit halus mengandung kapiler darah.

Setelah berumur 9 hari, kecebong bernapas memakai insang dalam. Insang dalam akan menyusut seiring mulai berfungsinya paru-paru dan katak muda pun tumbuh menjadi katak remaja. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan permukaan kulit.
Pernapasan pada Hewan Amfibi
Di dalam paru-paru terdapat banyak gelembung udara yang sangat kecil, berselaput, dan penuh dengan kapiler darah. Di dalam gelembung udara, oksigen diserap dan karbon dioksida dikeluarkan. Selain dengan paru-paru, katak juga bernapas melalui kulit. Permukaan kulit katak selalu lembap agar memudahkan penyerapan oksigen dari udara.

5. Alat dan Sistem Pernapasan pada Reptil
Hewan yang termasuk jenis reptil di antaranya ialah ular, kadal, cecak, buaya, dan biawak. Reptil bernapas mengunakan paru-paru. Udara masuk melalui hidung, lalu ke batang tenggorokan, lalu ke paru-paru.

Paru-paru reptil terletak di dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptil sederhana dengan beberapa lipatan dinding yang dapat memperbesar permukaan paru-paru. Namun, paru-paru kadal dan buaya lebih kompleks dengan beberapa belahan dan bertekstur seakan-akan spons.
Pernapasan pada Reptil

Pada reptil yang sering berkubang di air seperti buaya, lubang hidungnya mampu ditutup selama menyelam. Dengan begitu air tidak akan masuk ke dalam paru-paru.
Proses pernafasan pada Reptil:
Oksigen masuk melalui Hidung - batang tenggorokan - Paru-paru

6. Alat dan Sistem Pernapasan pada Burung (Aves)
Burung bernapas dengan sepasang paru-paru. Paru-paru burung terletak di dalam rongga dada. Udara yang mengandung oksigen masuk melalui lubang hidung pada pangkal paruh sebelah atas. Selanjutnya udara masuk ke pembuluh udara yang disebut trakea. Dari trakea, udara sebagian masuk ke paru-paru dan sebagian lagi masuk ke kantong udara.

Burung menghirup udara sebanyak-banyaknya dikala tidak terbang. Sebaliknya, dikala terbang, burung tidak menghirup udara. Udara diembuskan dari kantong udara ke paru-paru.
Pernapasan pada Burung
Kantong udara burung berfungsi sebagai kawasan menyimpan udara. Udara yang dihirup itu kemudian disimpan dalam kantong udara. Saat terbang, burung tidak menghirup udara melainkan mengambil dari kantong udara. Kantong udara juga membantu burung dikala terbang, membantu mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu besar, dan memperkeras suara.

Pundi-pundi udara berupa kantong-kantong berselaput tipis. Pundi-pundi udara berjumlah 5 pasang. Setiap pundi-pundi udara dihubungkan oleh terusan khusus menuju paru-paru.
Proses pernafasan pada Burung:
Oksigen masuk melalui Hidung - tenggorokan - Pundi-pundi udara - Paru-paru.

7. Alat dan Sistem Pernapasan pada Mamalia
Mamalia yaitu jenis binatang yang menyusui anaknya. Ada dua jenis mamalia, yaitu mamalia darat dan mamalia air. Mamalia darat misalnya kambing, sapi, kerbau, dan kuda. Mamalia air contohnya paus, duyung, dan lumba-lumba. Alat pernapasan mamalia darat terdiri atas hidung, pangkal tenggorok, batang tenggorok, dan paru-paru.
Sistem Pernapasan pada Mamalia
Pada waktu bernapas, udara masuk melewati rongga hidung. Dari rongga hidung udara masuk ke trakhea, dan selanjutnya ke paru-paru. Udara yang kaya oksigen akan diikat darah dalam alveolus. Alveolus juga melepaskan gas karbon dioksida sisa pernapasan.

Pada mamalia air, hidungnya dilengkapi dengan katup. Saat mamalia tersebut menyelam, katup akan menutup. Sebaliknya, dikala mamalia tersebut muncul ke permukaan air, katup terbuka. Saat itulah mamalia air tersebut akan menghirup oksigen serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.

Misalnya sja ikan paus. Ikan paus bernapas dengan paru-paru. Ikan paus sering muncul ke permukaan air. Ikan paus muncul ke permukaan air untuk menghirup dan mengembuskan udara. Embusan udara biasanya disertai dengan semburan uap air. Uap air tertimbun di dalam parup-arunya selama menyelam di dalam air.

0 Response to "Alat dan Sistem Pernapasan pada Beberapa Jenis Hewan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel