Advertising 468 x 60

Perilaku Mencerminkan Kesatuan Sila-sila Pancasila

Pancasila diumpamakan sebagai satu paket lengkap yang menopang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila merupakan satu kesatuan yang lingkaran dan utuh dari kelima silanya. Sila kesatu menjiwai sila kedua, menjiwai sila ketiga, keempat, dan kelima. Sila kedua dijiwai oleh sila
kesatu, ketiga, keempat, dan kelima, dan begitu seterusnya. Kelima sila tidak bisa dilepas satu dengan yang lainnya. Walaupun masing-masing sila memiliki nilai-nilai sendiri tetapi kekerabatan antarsila merupakan hubungan yang utuh dan saling terkait.

Setiap sila yang membentuk Pancasila merupakan unsur yang mutlak yang membentuk kesatuan, bukan unsur tambahan. Artinya satu sila menjiwai dan dijiwai oleh sila-sila yang lain. Sila Pertama menjiwai sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima, dan demikian seterusnya. Misalnya, meskipun Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sila yang berkaitan dengan Tuhan, tetapi tidak berarti sila-sila yang lain hanya sebagai tambahan saja.

Setiap sila yang membentuk Pancasila juga sebagai satu kesatuan yang mutlak, tidak mampu ditambah dan dikurangi. Oleh karena itu, Pancasila tidak mampu diubah menjadi Trisila atau ekasila.
Perilaku Mencerminkan Kesatuan Sila-sila Pancasila
Ayo Berlatih
Untuk menambah pemahamanmu bahwa sila-sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan setiap sila dijiwai dan menjiwai sila yang lain, coba sebutkan acuan-contoh perilaku berikut mencerminkan sila-sila apa saja. Satu pola perilaku bisa mencerminkan satu sila, dua sila, atau lebih.
No.KegiatanMencerminkan Sila
1.Pemilihan ketua
kelas
  1. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena berbagi perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Persatuan Indonesia karena berbagi sikap persatuan dan kesatuan.
  3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat akal dalam permusyawaratan/ perwakilan karena menghargai hasil musyawarah.
  4. Kemanusiaan yang adil dan beradab lantaran memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya
2.Perayaan hari
besar keagamaan
  1. Ketuhanan yang Maha Esa, ialah menjalankan perintah agama sesuai pedoman yang dianut masing-masing
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, karena mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap insan tanpa membedakan.
  3. Persatuan Indonesia, lantaran menjunjung tinggi persatuan Indonesia
  4. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, perayaan hari besar agama berarti melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial.
3.Gotong royong
  1. Kemanusiaan yang adil dan beradab, lantaran gemar melaksanakan kegiatan kemanusiaan.
  2. Persatuan Indonesia,  karena memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena suka memberi pinjaman kepada orang lain.
4.Musyawarah
mufakat
  1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kecerdikan dalam permusyawaratan/perwakilan karena dengan musyawarah mufakat berarti tidak memaksakan kehendak pada orang lain
  2. Persatuan Indonesia, dengan musyawarah mufakat berarti mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan langsung.
  3. Kemanusiaan yang adil dan beradab karena kita menyadari bahwa kita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mengeluarkan pendapat.
5.Menjenguk orang
sakit
  1. Ketuhanan yang Maha Esa, karena setiap manusia harus mencintai sesama makhluk Tuhan.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. lantaran membuatkan sikap empati.
  3. Persatuan Indonesia, karena dengan peduli terhadap penderitaan orang lain akan memperkuat persatuan.
  4. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, menjenguk orang sakit berarti berusaha menolong orang lain sesuai kemampuan.

Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia, maka dari itu perilaku dan sikap masyarakatnya haruslah mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.

0 Response to "Perilaku Mencerminkan Kesatuan Sila-sila Pancasila"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel