Advertising 468 x 60

Lomba Seni Mempererat Persatuan

FLS2N ialah kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional yang merupakan agenda tahunan Kementerian Pendidikan Nasional yang dimulai tahun 2008. Tujuan dari FLS2N ini ialah untuk memfasilitasi dan memotivasi akseptor latih yang mempunyai bakat di bidang seni, supaya mampu meningkatkan skill dan kemampuannya sesuai dengan bidang seni yang dimilikinya.

Kegiatan ini juga dalam rangka pembentukan perilaku/karakter yang penuh dengan kreativitas, rasa persahabatan dan kebangsaan yang tinggi antar sesama penerima bimbing untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Melalui kegiatan FLS2N ini, dapat mengantarkan pesan biar generasi muda mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada dasarnya anak perlu dipupuk secara kemampuan akademik seni dan budaya, untuk memupuk kebersamaan dan disiplin yang tinggi lalu itu yaitu satu proses menuju tujuan dari pendidikan nasional.
Lomba Seni
Seperti kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswai SDN Nusantara berikut ini.
Kepala sekolah SD Nusantara, Pak Bani Raharja, mengumumkan kepada siswa kelas IV dan V bahwa SD Nusantara akan mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Semua siswa mendengarkan dengan saksama pengumuman dari Pak Bani tersebut.

“Anak-anak, Sekolah Dasar Nusantara terpilih mewakili Kecamatan Banyuwarna untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional di tingkat Kabupaten Siliwangi.”

“Horeee...,” jawab anak-anak bangga.

“Oleh sebab itu, kita akan menyelenggarakan audisi untuk kegiatan pekan raya tersebut. Audisi bertujuan memilih siswa yang akan mewakili SD Nusantara mengikuti lomba tersebut.”

“Yee...,” terdengar bunyi kegembiraan anak-anak. Ada sebagian dari mereka yang bertepuk tangan.

“Siapa yang tahu tentang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional?” tanya Pak Bani.

“Lomba seni, kan Pak?” jawab Mahesa.

“Iya. Betul. Kaprikornus, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional atau FLS2N yaitu semacam olimpiade, tetapi khusus di bidang seni. Kegiatan ini diselenggarakan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

“Wah.....” jawab anak-anak terkagum-kagum.

“Jika kelak kalian menang di tingkat kabupaten, kalian akan mewakili Kabupaten Siliwangi maju ke tingkat provinsi.”

“Wah.....” jawab bawah umur.

“Baiklah, anak-anakku. Jika kalian tertarik mengikuti audisi harap segera mendaftar di tempat Bu Rastini.

Semua siswa tampak bangga mendengarkan info tersebut. Semua siswa antusias mendaftar audisi. Audisi yang dilakukan pihak sekolah di antaranya membaca puisi, menyanyi, menari tradisional, dan membuat poster. Para siswa berharap dapat mewakili SD Nusantara di ajang bergengsi tersebut.

Hari audisi pun datang. Para siswa yang telah mendaftar, menjalani tes kemampuan yang ditetapkan sekolah. Mereka mengikuti audisi sesuai bidang yang telah dipilih. Bu Rastini dan beberapa guru melihat kemampuan para siswa SD Nusantara. Setelah melalui beberapa pertimbangan, pihak sekolah
memilih sejumlah siswa untuk mengikuti pameran seni tersebut. Pak Bani tetapkan akan mengirim sejumlah siswa untuk mengikuti lomba paduan bunyi, membaca puisi, menari tradisonal, dan menciptakan poster.

Selaku guru pendamping, Bu Rastini membimbing siswa melaksanakan latihan. Bu Rastini dibantu beberapa guru lain melatih siswa terpilih sebagai persiapan lomba. Bu Rastini bertugas melatih kelompok paduan bunyi SD Nusantara. Bu Rini membimbing siswa berlatih menari tradisional. Bu Sapti bertugas melatih siswa membaca puisi dan Pak Rudi bertugas melatih siswa menggambar poster.

Kelompok paduan bunyi Sekolah Dasar Nusantara terdiri atas 15 siswa. Anggota kelompok paduan suara dipilih dengan seleksi ketat. Setiap anggota memiliki bunyi elok. Anggota kelompok tersebut juga paham jenis tangga nada. Faktor tersebut memberi fasilitas bagi Bu Rastini melatih kelompok paduan suara.

“Anak-anak, kita setuju akan menyanyikan dua buah lagu, yaitu “Bangun Pemudi Pemuda” dan “Suwe Ora Jamu”.

“Iya, Buuu,” sahut bawah umur

“Kalian harus memperhatikan tinggi rendah nada, pembagian bunyi, dan kekompakan dalam bernyanyi. Ini akan menjadi kelebihan bagi kelompok kita. Semoga kita bisa menang dalam festival seni tingkat kabupaten besok.”

“Aamiin. Mari kita latihan lagi teman-teman,” seru seorang anak.

Terdengar kelompok paduan bunyi Sekolah Dasar Nusantara bernyanyi. Suara mereka terdengar di ruang sebelahnya. Di ruang sebelah tampak Pak Rudi membimbing tiga anak, Dindu, Rinta, dan Boni menggambar. Mereka akan mengikuti lomba pembuatan poster. Poster yang mereka buat mempunyai tema persatuan dan kesatuan antarsiswa. Pak Rudi memberi saran dan kritik terhadap pekerjaan mereka. Di ruang kelas V tampak seorang anak, Ifa, berlatih menari tarian tradisional. Sementara itu, di ruang perpustakaan sekolah tampak dua anak, Lisa dan Fiona sedang berlatih membaca puisi. Mereka didampingi oleh Bu Sapti. Bu Sapti memberi acuan pengucapan setiap kata, penitikberatan setiap bunyi keras dan bunyi lembut, serta lisan saat membaca puisi. Lisa dan Fiona memiliki kemampuan membaca puisi lebih dibanding siswa-siswa lain. Mereka berdua sering mewakili SD Nusantara mengikuti lomba baca puisi dan meraih juara.

Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional pun datang. Bertempat di Pendapa Kabupaten Siliwangi, rombongan SD Nusantara berkumpul dengan akseptor dari sekolah lain. Mereka menunggu Pak Bani yang sedang melakukan pendaftaran. Sambil menunggu acara dimulai, Lisa dan Fiona berjalan-jalan melihat keadaan sekeliling. Mereka berkenalan dengan peserta dari sekolah lain.

Tepat pukul 08.00 aktivitas dimulai. Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia festival seni. Ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan lomba paduan bunyi diikuti 14 sekolah, lomba tari usaha daerah diikuti 12 sekolah, lomba baca puisi diikuti oleh 15 sekolah, dan lomba menggambar poster diikuti 10 sekolah. Sambutan ketua panitia diakhiri dengan usul agar semua pelajar dan guru menumbuhkan nilai-nilai budaya tempat dalam rangka memperkukuh rasa kesatuan dan persatuan bangsa. Ketua panitia juga berharap supaya semua penerima lomba menampilkan kemampuan dan kreasi terbaiknya untuk memenangkan kompetisi. Namun, persaingan harus tetap dilakukan secara sehat dan tidak perlu ada saling menjatuhkan antarpeserta. Sambutan dari ketua panitia disambut tepuk tangan meriah dari semua akseptor.

Beberapa menit kemudian, lomba dimulai. Setiap akseptor memiliki ruangan yang berbeda menurut cabang lomba yang diikuti. Untuk paduan suara, penerima lomba tetap berada di pendapa kabupaten. Setiap kelompok paduan bunyi menyanyikan lagu wajib “Bangun Pemudi Pemuda” dan satu lagu kawasan. Lagu ini dipilih panitia lantaran dinilai mampu meningkatkan rasa cinta tanah air. Selain itu, lagu tempat juga mampu mempererat ikatan kesatuan dan persatuan bangsa.

Semua penerima lomba mengikuti jalannya perlombaan di ruang masing-masing sesuai bidang lomba yang diikuti. Setelah perlombaan final, semua penerima berkumpul kembali di pendapa kabupaten. Pak Bani memberi derma kepada akseptor bimbingnya.

“Anak-anak, kalian telah berjuang dengan kemampuan yang kalian miliki. Kalian telah berjuang maksimal sesuai latihan yang telah kita lakukan. Menang atau kalah dalam perlombaan ini tidak usah kalian pikirkan. Kita serahkan semuanya kepada panitia,” kata Pak Bani.

“Iya, Pak,” jawab Lisa.

“Kita dapat mengambil pesan tersirat dari kegiatan ini. Kalian mampu bertemu dengan siswa lain dari aneka macam sekolah di Kabupaten Siliwangi. Kalian mampu saling mengenal. Ini menunjukkan bahwa kalian ingin bersatu dengan siswa dari sekolah lain.”

“Iya, Pak,” sahut Dindu. “Pak itu panitia sudah naik di mimbar.” Dindu menunjuk ke atas panggung.

Pak Bani dan teman-teman Dindu bergegas mengalihkan pandangan ke atas panggung. Mereka berdebar-debar mendengar pengumuman dari panitia. Panitia mengumumkan bahwa yang berhak mewakili Kabupaten Siliwangi di tingkat provinsi ialah lomba paduan bunyi SD Nusantara, lomba baca puisi SD Mutiara Hati, lomba baca puisi Sekolah Dasar Nusantara, lomba menggambar poster SD Pancasila, dan lomba tari perjuangan kawasan SD Bina Bangsa. Rombongan yang nama sekolahnya disebutkan panitia tampak bersorak dan bertepuk tangan. Tak terkecuali rombongan SD Nusantara. Mereka sangat bersyukur dapat meraih juara dalam dua kategori. Pak Bani dan guru-guru pendamping mengucapkan selamat kepada anak ajar mereka.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apakah arti kata audisi dan pendaftaran yang terdapat pada bacaan tersebut?
Arti kata audisi dan pendaftaran yang terdapat pada bacaan tersebut adalah : Audisi ialah pengujian atau tes yang dilakukan terhadap penyanyi, penari, dan sebagainya, sedangkan registrasi : pencatatan; pendaftaran

2. Apa tujuan panitia bazar dan lomba seni menentukan lagu usaha sebagai lagu wajib?
Meningkatkan rasa cinta tanah air. Selain itu, lagu wajib juga dapat mempererat ikatan kesatuan dan persatuan bangsa.

3. Sikap apa yang dilakukan siswa SD Nusantara yang menunjukkan persatuan dan kesatuan?
  • Siwa-siwai SDN Nusantara setuju akan menyanyikan dua buah lagu, yaitu “Bangun Pemudi Pemuda” dan “Suwe Ora Jamu”. Menyayikan lagu tempat lain mengambarkan prsatuan dan kesatuan.
  • Mereka kompak berlatih paduan bunyi, Dindu, Rinta, dan Boni menggambar, Ifa, berlatih menari tarian tradisional,  Lisa dan Fiona sedang berlatih membaca puisi.
  • Mereka bersaing secara sehat dalam lomba dan tidak saling menjatuhkan antarpeserta.
  • Dalam Lomba eni merka bertemu dengan siswa lain dari berbagai sekolah di Kabupaten Siliwangi sehingga saling mengenal. Ini memperlihatkan bahwa mereka ingin bersatu dengan siswa dari sekolah lain.

4. Berasal dari mana lagu kawasan yang dinyanyikan kelompok paduan bunyi SD Nusantara?
Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari Jawa Tengah

5. Apa pesan yang termuat dalam bacaan tersebut?
Kegiatan Lomba seni dapat memperkukuh rasa kesatuan dan persatuan bangsa. Selain itu melalui Lomba Seni kita dapat menghargai dan menghormati kesenian tempat lain.

0 Response to "Lomba Seni Mempererat Persatuan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel