-->

Advertising 468 x 60

Penginderaan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh)

Penginderaan Jauh (definisi, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh) – Pengindraan jauh merupakan seni dan ilmu untuk memperoleh isu mengenai suatu objek, daerah, ataupun gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, ataupun gejala yang akan dikaji.

Penginderaan jauh identik dengan penggunaan pata dan skala peta. Dengan menggunaan penginderaan jauh memungkinkan kita untuk mengetahui isu perihal suatu obyek atau wilayah tanpa harus mengkaji atau melsayakan survey daerah terlebih dahulu.

Dalam ilmu pengetauan sosial khususnya dalam bidang geografi, penginderaan jauh merupakan ilmu yang sangat penting dan wajib untuk dikuasai kalau anda ingin menjadi ahli dalam bidang geografi. Di dalam pembelajaran penginderaan jauh sering dijsaudara termudaan materi dan soal ujian dengan kata kunci pengertian penginderaan jauh dan komponen penginderaan jauh.

 Pengindraan jauh merupakan seni dan ilmu untuk memperoleh isu mengenai suatu objek Penginderaan Jauh (definisi, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh)
definisi dan Komponen Penginderaan Jauh

Dalam pengindraan jauh, objek yang akan diindra atau yang akan diketahui berupa objek yang berada dipermukaan bumi, dirgantara, atau antariksa. Alat yang digunakan dalam pengindraan jauh merupakan sensor. Alat ini (sensor) berfungsi untuk meltak terencana, mendeteksi, dan merekam suatu objek di bumi dalam daerah jangkauan tertentu.

Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian pengindraan jauh. Ahli-ahli tersebut antara lain sebagai berikut.

Lillesan dan Kiefer, pengindraan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh isu perihal objek, daerah, atau gejala dengan cara atau jalan menganalisis data yang diperoleh menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, ataupun gejala yang dikaji.
Colwell, Pengindraan jauh merupakan suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain atas atau jauh dari objek yang diindra.
Curran, pengindraan jauh merupakan penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga dapat menghasilkan isu yang berguna.
Lindgren, pengindraan jauh merupakan banyak sekali teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis isu perihal bumi.
Sabins, pengindraan jauh merupakan suatu ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dan suatu objek.

Pengindraan jauh sendiri memiliki istilah yang berbeda disetiap negara. Di Indonesia sendiri pengindraan jauh pernah disebut dengan teledeteksi. Berikut merupakan beberapa Istilah dalam bahasa asing untuk menyebut pengindraan jauh.


  1. Di Negara Ingris  pengindraan jauh disebut dengan istilah Remote sensing.
  2. Di Prancis disebut Teledetection.
  3. Di Jerman disebut Fernerkundung.
  4. Di Portugis disebut Sensoriamento remota.
  5. Di Rusia disebut Distantsionaya.
  6. Di Spanyol disebut Perception remota.


Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh

Pengindraan jauh merupakan suatu sistem karena terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu.
Komponen-komponen dalam pengindraan jauh ialah sebagai berikut.

A.Sumber Tenaga
Dalam pengindraan jauh harus ada  sumber tenaga, baik sumber tenaga alamiah (sistem pasif) maupun sumber tenaga buatan (sistem aktif). Sistem pasif, tenaga yang dipakai merupakan tenaga elektromagnetik yang berasal dari sinar matahari . Sedangkan sistem aktif, tenaga yang digunakan merupakan tenaga buatan (berupa gelombang mikro). Tenaga ini mengenai objek di permukaan bumi yang kemudian dipantulkan ke sensor. Fungsi tenaga dalam pengindraan jauh merupakan menyinari objek permukaan bumi dan memantulkannya sensor.

Jumlah tenaga yang diterima oleh objek di setiap tempat berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

1.Waktu penyinaran, jumlah energi yang diterima objek pada ketika siang hari (pada ketika matahari tegak lurus) lebih besar daripada ketika sore hari ialah ketika posisi matahari miring. Semakin banyaknya energi yang diterima objek, akan berpengaruh pada warna objek yang semakin cerah.
2.Sudut datang sinar matahari mempengaruhi jumlah energi yang akan diterima bumi.
3.Bentuk permukaan bumi, permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna yang cerah pada permukaannya akan lebih banyak memantulkan sinar dibandingkan dengan permukaan yang bertopografi kasar serta berwarna gelap  sehingga daerah yang bertopografi halus dan cerah akan terlihat lebih terang dan terang.
4.Keadaan cuaca, kondisi atau keadaan cuaca pada ketika pengambilan gambar atau pemotretan akan memperngaruhi kebisaan sumber tenaga dalam memancarkan energi untuk hingga ke objek, misalnya yang akan terjadi kondisi udara yang berkabut hasil pengindraan jauh menjadi kurang terang atau bahkan tidak terlihat.

Tenaga elektromagnetik yang berasal dari matahari terdiri dari berkas atau spektrum yang sangat luas ialah spektrum gamma, X, ultraviolet, tampak, inframerah, gelombang mikro atau bisa disebut gelombang microwave, radar, dan radio. Jumlah dari seluruh spektrum tersebut disebut dengan spektrum elektromagnetik.

B.Atmosfer
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi permukaan bumi. Sebelum mengenai objek, energi yang dihasilkan sumber tenaga merambat melalui atmosfer. Namun atmosfer bersifat selektif terhadap panjang gelombang sehingga hanya sebagian kecil tenaga elektromagnetik saja yang dapat mencapai permukaan bumi dan dapat digunakan untuk pengindraan jauh.

C.Objek
Objek merupakan semua atau segala sesuatu yang menjadi target sasaran dalam pengindraan jauh, antara lain atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan litosfer.

D.Interaksi antara Tenaga dan Objek
Interaksi antara tenaga dan objek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap objek memiliki kbirteristik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.Objek yang memiliki daya pantul yang tinggi akan terlihat cerah pada citra dan sebaliknya yang memiliki daya pantul rendah akan terlihat gelap pada citra.

E.Sensor
Tenaga yang datang dari objek di permukaan bumi akan diterima dan direkam oleh sensor. Setiap sensor memiliki kepekaan sendiri-sendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik. Disamping itu, juga memiliki kepekaan dalam merekam objek terkecil yang masih dapat dikenali dan dibedakan terhadap objek lain atau terhadap lingkungan sekitarnya. Kebisaan sensor untuk menyakalaun gambaran objek terkecil disebut resolusi spasial. Semakin kecil objek yang dapat direkam sensor, menandakan semakin baik dan berkualitas pula sensor yang digunakan.

f.Wahana
Wahan merupakan kendaraan yang mengangkut atau membawa alat pemantau dalam pengindraan jauh.

g.Analisis Data
Analisis data dapat dilsayakan dengan cara manual ialah dengan cara interpretasi secara visual, serta dapat juga dilsayakan dengan cara numerik atau cara digital ialah dengan menggunakan komputer.

h.Perolehan Data
Perolehan data dapat berupa data manual ataupun data numerik (digital).

  • Data manual dapat kita peroleh melalui kegiatan interpretasi citra. Untuk membantu pengerjaan interpretasi citra secara manual kita memerlukan alat bantu yang bernama stereoskop, Stereoskop berfungsi untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.
  • Data numerik(digital) dapat kita peroleh melalui penggunaan software khusus untuk pengindraan jauh yang terdapat dapalam komputer serta diterapkan.


i.Penggunaan Data
Penggunaan data merupakan komponen akhir yang penting dalam  sistem pengindraan jauh, ialah orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil indraja. Berikut lembaga-lembaga yang menggunakan data pengindraan jauh misalnya sebagai berikut.

  1. Bidang militer.
  2. Bidang Kependusedihn.
  3. Bidang pemetaan.
  4. Bidang meteorologi dan klimatologi.


Sekian posting kali ini mengenai pembahasan materi Pengindraan Jauh (definisi, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh) . Semoga dapat membantu untuk memahami materi tersebut lebih dalam.

Sumber referensi: Lks geografi Kreatif kelas Xll

0 Response to "Penginderaan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel