Advertising 468 x 60

Realitas Sosial Beserta Pengertian, Macam, Bentuk, Konsep Dan Misalnya Berdasarkan Para Andal Terlengkap

Pengertian Realitas Sosial

Kenyataan atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini terkait dengan kestabilan dalam keadaan normal atau keadaan tidak normal yang terjadi dalam pola-pola korelasi di masyarakat. Realitas Sosial (social reality) yakni kenyataan yang dikonstruksikan secara sosial. Maksudnya, ini muncul dari pikiran insan dan berubah menjadi kenyataan melalui konsensus, interaksi, dan habituasi atau kebiasaan.

 Kenyataan atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Realitas Sosial Beserta Pengertian, Macam, Bentuk, Konsep Dan Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap

Realitas sosial yakni bentuk kegiatan, perubahan, dan tragedi nyata dalam masyarakat yang saling bekerjasama satu dengan lainnya. Peristiwa ini terbentuk lantaran proses interaksi yang berlangsung di masyarakat yang seringkali menjadi penyebab dalam dinamika kelompok sosial masyarakat.

Dalam sosiologi, realitas sosial yakni sesuatu yang dianggap nyata dalam kehidupan sosial, dan yaitu hasil konstruksi sosial. Atau bisa juga makna realitas sosial dalam sosiologi yakni isi dasar yang bisa memperjelasan perihal kenyataan kehidupan sosial ibarat adanya masyarakat, kelompok sosial, dan para individu yang tergabung menjadi satu di dalam melkamikan komunikasi sosial dan kontak sosial. Contoh realitas sosial diantaranya keluarga, sekolah, masyarakat, negara dan lain sebagainya.


Pengertian Realitas Sosial Menurut Para Ahli

Émile Durkheim
Menurut Émile Durkheim,Realitas sosial yakni cara bertindak, apakah tetap atau tidak, yang bisa menjadi efek atau kendala eksternal bagi seorang individu. Hal itu bisa berarti bahwa fakta sosial yakni cara bertindak, berpikir, dan perasaan yang berada di luar individu dan koersif dan dibuat sebagai teladan dalam masyarakat.

Peter Berger dan Thomas Luckman
Menurut Peter Berger dan Thomas Luckman, Realitas yakni kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada di luar kemauan kita (sebab ia tidak sanggup dienyahkan).

W. I. Thomas
Menurut W. I. Thomas, Realitas atau kenyataan sosial yakni konsekuensi dari definisi kita terhadap situasi. Bukan definisi situasi itu sendiri. Artinya apa yang kita anggap nyata yakni produk dari persepsi dan hasil interpretasi kita terhadap apa yang nyata.

Bentuk-Bentuk Realitas Sosial

Terdapat 3 (tiga) bentuk realitas sosial diantaranya yaitu:
  • Realitas sosial objektif, yaitu gejala-gejala sosial yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan sering dihadapi oleh individu sebagai fakta.
  • Realitas sosial subjektif, yaitu realitas sosial yang terbentuk pada diri khalayak yang berasal dari realitas sosial objektif dan realitas sosial simbolik.
  • Realitas sosial simbolik, yaitu bentuk-bentuk simbolik dari realitas sosial objektif, yang biasanya diketahui oleh khalayak dalam bentuk karya seni, fiksi serta isi media.

Macam-Macam Realitas Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, ada beberapa macam realitas sosial dalam masyarakat, diantaranya yaitu:

Interaksi Sosial
Interaksi sosial yakni cara korelasi yang bisa dilihat kalau orang perorangan dan kelompok-kelompok insan saling bertemu. Interaksi sosial bisa berupa korelasi antarpribadi, antara individu dengan kelompok, antarkelompok, dan antara individu dengan lingkungan.

Kebudayaan
Sebagai makhluk yang pandai dan berbudi, insan membuat kebudayaan untuk melindungi diri dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, dalam perjuangan melindungi diri dari cuaca, insan membuat pakaian dan rumah. Untuk melindungi diri dari bahaya hewan buas, insan membuat banyak sekali macam alat perlindungan. Kebudayaan yang diciptakan insan ini juga termasuk fakta sosial yang dikaji dengan ilmu sosiologi.

Nilai dan Norma Sosial
Dalam masyarakat terdapat nilai dan norma sosial. Nilai sosial yakni sesuatu yang bersifat aneh berupa prinsip, patokan, anggapan, maupun keyakinan yang berlkami di suatu masyarakat. Prinsip dalam nilai sosial menyangkut evaluasi apakah sesuatu baik, benar, dan berharga yang seharusnya dimiliki dan dicapai oleh warga masyarakat. Norma sosial yaitu bentuk faktual dari nilai sosial yang berupa peraturan, kaidah, atau hukuman. Nilai dan norma sosial yaitu fakta yang ada dalam masyarakat, sehingga tidak bisa diabaikan dalam studi sosiologi.

Stratifikasi Sosial
Dalam suatu masyarakat, setiap individu mempunyai strata berbeda. Hal ini dihentikan diabaikan dalam kajian sosiologi, lantaran perbedaan itu memperlihatkan dampak pada korelasi dengan kelompok lain dengan segala tanggapan baik dan buruknya.

Status dan Peran Sosial
Status sosial bisa diartikan dengan kedudukan, peringkat, atau posisi seseorang dalam masyarakat. Dalam suatu status, terdapat sejumlah hak dan kewajiban. Misalnya, seseorang yang berstatus sebagai siswa, maka ia mempunyai hal untuk mendapat ilmu dan sekaligus mempunyai kewajiban untuk berguru dengan tekun.

Status sosial berkaitan akrab dengan tugas sosial. Status bersifat pasif, sedangkan tugas sosial bersifat dinamis. Peran sosial yakni tingkah lkami yang dibutuhkan muncul dari seseorang yang mempunyai status tertentu. Misalnya, tingkah lkami yang dibutuhkan dari seorang yang berstatus siswa yakni rajin belajar, hormat kepada guru, dan lain-lain. Baik tugas maupun status sosial turut mewarnai eksistensi suatu masyarakat, lantaran itu turut dipelajari dalam sosiologi.

Perubahan Sosial
Suatu masyarakat bukan komunitas yang pasif dan monoton, namun selalu mengalami perubahan. Misalnya, perubahan sistem dunia politik di Indonesia yang pada masa pemerintahan Orde Baru semula terdiri atas tiga partai politik kemudian pada masa reformasi menjadi sistem multipartai, mau tidak mau telah mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian juga, apabila di kelas Anda tiba-tiba diberlkamikan tata tertib baru, tentu para siswa akan menyesuaikan dengan aturan gres itu. Sehingga terjadi perubahan sosial. Kenyataan di masyarakat yang selalu berubah ibarat itu juga dikaji dalam sosiologi.

Proses Terjadinya Realitas Sosial
Berger dan Luckmann menyebut tiga tahap bagaimana kenyataan dikonstruksikan secara sosial: eksternalisasi, objektivikasi, internalisasi. Simplifikasi klarifikasi ketiganya sebagai berikut:

a. Eksternalisasi, yaitu proses ide-ide yang muncul dari alam pikiran insan menjadi sesuatu yang eksis di luar diri individu. Dengan kata lain, eksistensi wangsit tersebut sudah berada dalam struktur sosial.

b. Objektifikasi, yaitu proses ide-ide tersebut menjadi objek dan mulai dipersepsikan sebagai kenyataan. Objektifikasi melibatkan konsensus, interaksi, dan habituasi. Ide-ide tersebut disepakati, berlangsung melalui proses interaksi sosial dan dilkamikan secara berulang. Proses objektifikasi bisa berlangsung sangat lama, lintas generasi, sehingga mungkin saja generasi yang gres menenerima sesuatu sebagai sebuah kenyataan, namun generasi awal tidak melihatnya demikian.

c. Internalisasi, yaitu proses dimana kenyataan objektif atau sesuatu yang sudah mengalami objektifikasi, diserap masuk ke dalam diri insan sebagai sebuah pengetahuan. Pada tahap ini, individu melihat realitas sebagai kenyataan objektif, padahal sejatinya terbentuk dari wangsit yang subjektif.

Konsep-Konsep Realitas Sosial
Adapun konsep-konsep realitas sosial yang dipelajari dalam sosiologi, diantaranya yaitu:

Keluarga
Keluarga yaitu kesatuan sosial yang dipersatukan oleh ikatan perkawinan darah, terdiri atas suami, istri dan anak-anak. Karakteristik keluarga diantaranya yaitu:
  • Dipersatukan oleh ikatan perkawinan, korelasi darah atau adopsi
  • Anggota keluarga biasanya hidup dalam satu rumah tangga
  • Melkamikan interaksi dan komunikasi
  • Mempertahankankan suatu kebudayaan bersama sekaligus membuat kebudayaan.
Terdapat 2 (dua) bentuk keluarga, diantaranya yaitu:
  • Keluarga inti (Keluarga batih), yaitu bentuk keluarga menurut perkawinan tunggal yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anaknya.
  • Keluarga besar, yaitu bentuk keluarga , baik tunggal ataupun menurut bentuk perkawinan jamak (poligami) yang terdiri dari seorang bapak, beberapa orang ibu atau kebalikannya, atau ditarik dari satu keturunan dengan seluruh keturunannya.

Tugas Keluarga diantaranya yaitu:
  • Tugas sosial biologis, yakni untuk memenuhi kebutuhan biologis guna melanjutkan keturunan dan menyalurkan kasih kaming.
  • Tugas sosial kultural, yaitu sebagai media pewarisan budaya.
  • Tugas sosial ekonomi, yaitu untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan hidup.
  • Tugas sosial religius, yaitu sebagai pecahan daripada kehidupan sosial beragama.

Masyarakat
Masyarakat yakni sekelompok insan yang permanen, melkamikan interaksi antar individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Dalam mempelajari masyarakat, sosiologi berarti mempelajari Jaringan korelasi antar insan dalam hidup bermasyarakat.

Komunitas
Komunitas yakni satuan sosial yang didasari oleh lokalitas, mempunyai ikatan solideritas yang berpengaruh antar anggotanya sebagai tanggapan kesamaan daerah tinggal, perasaan membutuhkan satu sama lain, serta keyakinan tanah di mana daerah mereka tinggal memperlihatkan kehidupan pada mereka (Community Sentiment).

Asosiasi
Asosiasi atau perkumpulan yakni suatu kehidupan bersama antarindividu dalam suatu ikatan. Kumpulan orang atau sekelompok individu sanggup dikatakan kelompok sosial jik memenuhi faktor-faktor berikut ini ibarat adanya kesadaran akan kondisi yang sama, adanya kekerabatan sosial dan orientasi pada tujuan yang telah ditentukan.

0 Response to "Realitas Sosial Beserta Pengertian, Macam, Bentuk, Konsep Dan Misalnya Berdasarkan Para Andal Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel