Advertising 468 x 60

Ilmuwan Peneliti Zat Aditif Dan Zat Adiktif

Hindari Narkoba
Sudah banyak orang yang terjerat efek jelek narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Narkoba sudah menyentuh setiap lapisan masyarakat, baik miskin, kaya, pegawai kantor, pengangguran, para artis dan siswa sekolah. Sudah banyak bawah umur usia sekolah yang terjerat dengan efek negatif narkoba sehingga masa depan mereka hancur. Awalnya mungkin orang hanya ingin coba-coba atau sekadar melarikan diri dari duduk perkara yang dihadapi. Namun,
beberapa dikala lalu narkoba akan mulai menggerogoti badan dan pikiran. Pengguna narkoba akan sering mencicipi sakit kepala, mata merah, gangguan pencernaan, tidak sanggup konsentrasi dikala berguru atau bekerja, sering melamun, sakit-sakitan, bahkan sanggup berakibat kematian. Tuhan telah menganugerahi badan yang tepat pada setiap orang, sehingga sudah menjadi kewajibanmu untuk menjaga biar badan tetap sehat. Salah satunya dengan tidak mengonsumsi narkoba dan bahan-bahan yang sanggup merusak tubuh. Jika kau menghadapi duduk perkara yang berat lebih baik berkonsultasi dengan orangtua, guru, teman dan yang paling baik yaitu berdoa dan memohon petunjuk kepada Tuhan. Jangan pernah mencoba menuntaskan duduk perkara dengan narkoba, alasannya dengan narkoba tidak akan menuntaskan duduk perkara namun hanya akan memulai duduk perkara baru. Jangan terpengaruhi permintaan teman atau siapapun untuk mencoba narkoba. Bagaimana caramu biar terhindar dari ancaman narkoba?

Zat Aditif  
1. Zat aditif yaitu zat yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan kemenarikan makanan dan minuman.
2. Bahan aditif ada yang bersifat alami dan buatan. Bahan aditif sanggup berupa materi pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap.
3. Penggunaan materi aditif buatan harus memakai materi yang diijinkan oleh pemerintah dan tidak melebihi jumlah maksimal yang diijinkan. Penggunaan materi aditif alami lebih kondusif dibandingkan materi aditif buatan.

Zat Adiktif
4. Zat adiktif merupakan materi makanan atau minuman yang sanggup menimbulkan kecanduan pada penggunanya. Zat adiktif dibedakan menjadi zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika, zat adiktif narkotika, dan zat adiktif psikotropika.
5. Contoh zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika yaitu kafein dalam teh dan kopi, dan nikotin pada rokok. Contoh zat adiktif narkotika yaitu heroin, kokain, dan morfin. Contoh zat adiktif psikotropika yaitu ekstasi, sabu-sabu, diazepan, dan LSD.
6. Bahan makanan dan minuman yang mengandung materi adiktif, contohnya teh dan kopi mempunyai manfaat bagi kesehatan apabila dipakai dalam jumlah yang tidak berlebihan.
7. Bahan-bahan adiktif yang termasuk kelompok narkotika dihentikan dipakai alasannya mempunyai imbas yang sangat membahayakan bagi penggunanya. Menyimpan atau memakai materi yang tergolong narkotika merupakan suatu bentuk pelanggaran aturan yang sanggup mengakibatkan pelakunya menerima hukuman pidana.
8. Beberapa macam materi adiktif yang tergolong psikotropika masih boleh dipergunakan sebagai obat, namun penggunaannya dalam pengawasan yang ketat oleh pemerintah.

Ilmuwan Peneliti Zat Aditif dan Adiktif

Al-Zahrawi (936-1013)
Tahukah kamu, betapa banyak hal yang ditemukan oleh Al-Zahrawi? Pada Pelajaran wacana Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-Hari, kau telah mengetahui sebagian karyanya. Ilmuwan yang hidup 936-1013M ini, selain mahir dalam ilmu bedah, orthopedi, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum, Al-Zahrawi juga berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika menyerupai deodorant, hand lotion, pewarna rambut yang berkembang sampai sekarang juga hasil pengembangannya. Al-Zahrawi juga menemukan praktik anastesi (mati rasa) dalam proses pembedahan. Anastesi yang ia temukan mendasari inovasi anastesi modern dan penggunaan senyawa psikotropika. Pada zaman itu sebelum melakukan operasi, Al-Zahrawi memperlihatkan si pasien suatu obat bius yang terbuat dari tumbuhan, sehingga ia tidak sadar.

Friedrich Wilhelm Adam  Serturner (1783 –1841 M)
Psikotropika yang dikenal pada waktu itu yaitu opium. Kemudian, Friedrich Wilhelm Adam Serturner(1783 –1841 M) mengisolasi morfin dari getah buah Pavaper somniverum. Morfin merupakan narkotika yang diisolasi dari opium, yang dikenal juga dengan sebutan candu, heroin, dan putau. Opium mengandung lebih dari dua puluh macam senyawa. Pada waktu itu, morfin dipakai oleh para tentara untuk menghilangkan rasa sakit alasannya luka atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker.

Referensi:
Ilmu Pengetahuan Alam / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. Gambar dari Google Images.

0 Response to "Ilmuwan Peneliti Zat Aditif Dan Zat Adiktif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel