Advertising 468 x 60

Ilmuwan Pengembang Metode Pemisahan Campuran

Perubahan fisika yaitu perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru. Perubahan fisika mencakup menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, melarut, serta perubahan bentuk.

Perubahan kimia yaitu perubahan zat yang sanggup menghasilkan zat gres dengan sifat kimia yang berbeda dengan zat asalnya. Berlangsungnya perubahan kimia sanggup diketahui dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1) Terbentuknya gas, (2)   Terbentuknya endapan, (3) Terjadinya perubahan warna, (4) Terjadinya perubahan suhu

Prinsip pemisahan adonan didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya, ibarat wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, dan kelarutan.

Beberapa metoda pemisahan adonan yang sering dipakai antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan destilasi.

Penyaringan (Filtrasi) yaitu metode pemisahan adonan yang dipakai untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut menurut pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur.

Metode sentrifugasi yaitu memisahkan adonan dengan cara diputar sangat cepat. Metode ini dipakai secara luas untuk memisahkan sel-sel darah dan sel-sel darah putih dari plasma darah.

Pemisahan adonan dengan cara penyulingan (destilasi) dipakai untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur sehingga ketika menguap, setiap zat akan terpisah.

Kromatografi merupakan metode pemisahan adonan yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang  bercampur dalam suatu medium membisu ketika dialiri suatu medium gerak.

Sublimasi yaitu metode pemisahan adonan yang didasarkan pada adonan zat yang mempunyai satu zat yang sanggup menyublim (perubahan wujud padat ke wujud gas), sedangkan zat yang lainnya tidak sanggup menyublim.

Sebuah karunia terindah ketika kita sanggup menjadi bab dari perkembangan ilmu pengetahuan. Seharusnya kita mengenal para ilmuwan yang sudah begitu besar jasanya dalam mempelajari ilmu yang gres saja kau pelajari, siapa
saja mereka? Ayo, kita kenali mereka:

1. Ar-Razi (865-925 M)

Ar-Razi telah menyumbangkan temuan-temuan kimiawi penting, ibarat teknik penyulingan, asam klorida, asam sulfat, asam nitrat, dan alkali yang lalu membentuk nama untuk unsur natrium dan kalium dan banyak lagi. Penemuan bahwa aqua regia, adonan asam nitrat dengan asam klorida, sanggup melarutkan logam termulia emas, yaitu inovasi yang menjadi pola penelitian selama seribu tahun berikutnya.




2. Robert Boyle (1627–1691)

Robert Boyle lebih dikenal dengan studinya ihwal gas (hukum Boyle) merintis metode ilmiah dalam penyelidikan kimiawi.









3.  Anders Celsius (1701-1744)

Anders Celsius berasal dari Swedia yang menemukan skala Celcius pada termometer. Penentuan titik atas dan titik bawah skala ini didasarkan pada perubahan wujud pada zat cair. Celsius mengukur suhu yang diharapkan untuk air mendidih dan air membeku pada banyak sekali lokasi, ia menemukan bahwa pada dua kawasan dengan ketinggian yang berbeda maka suhu titik beku dan titik didih air yaitu berbeda, dan di dua kawasan dengan ketinggian yang sama suhu titik beku dan titik didih air yaitu sama. Skala Celsius sebetulnya tidak dibaca Celsius tapi dibaca Centigrade, alasannya mempunyai 100 skala.


Referensi:
Ilmu Pengetahuan Alam / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.—Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. Gambar dari Google Images

0 Response to "Ilmuwan Pengembang Metode Pemisahan Campuran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel