Advertising 468 x 60

Gasing Mainan Yang Berputar Pada Poros


1) Deskripsi Gasing
Gasing atau Gangsing ialah mainan yang sanggup berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di aneka macam situs arkeologi dan masih sanggup dikenali. Selain merupakan mainan belum dewasa dan orang dewasa, gasing juga dipakai untuk berjudi dan ramalan nasib. Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibuat hingga menjadi bab tubuh gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan. Gerakan gasing berdasarkan pengaruh giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa ketika hingga interaksi bab kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan pengaruh giroskopik berkurang bertahap hingga kesannya bab tubuh terjatuh secara agresif ke permukaan tanah.

2) Gasing di Indonesia

Gasing merupakan salah satu permainan tradisional Nusantara, walaupun sejarah penyebarannya belum diketahui secara pasti. Di wilayah Pulau Tujuh (Natuna), Kepulauan Riau, permainan gasing telah ada jauh sebelum penjajahan Belanda. Sedangkan di Sulawesi Utara, gasing mulai dikenal semenjak 1930-an. Permainan ini dilakukan oleh belum dewasa dan orang dewasa. Biasanya, dilakukan di pekarangan rumah yang kondisi tanahnya keras dan datar. Permainan gasing sanggup dilakukan secara perorangan ataupun beregu dengan jumlah pemain yang bervariasi, berdasarkan kebiasaan di tempat masing-masing. Hingga kini, gasing masih sangat terkenal dilakukan di sejumlah tempat di Indonesia. Bahkan warga di kepulauan Riau rutin menyelenggarakan kompetisi. Sementara di Demak, biasanya gasing dimainkan ketika pergantian ekspresi dominan hujan ke ekspresi dominan kemarau. Masyarakat Bengkulu ramai-ramai memainkan gasing ketika perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram.

3) Beragam Nama Gasing

Sejumlah tempat mempunyai istilah berbeda untuk menyebut gasing. Masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebutnya gangsing atau panggal. Masyarakat Lampung menamaninya pukang, warga Kalimantan Timur menyebutnya begasing, sedangkan di Maluku disebut Apiong dan di Nusatenggara Barat dinamai Maggasing. Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Tanjungpinang dan Kepulauan Riau yang menyebut gasing. Nama maggasing atau aggasing juga dikenal masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Sedangkan masyarakat Bolaang Mongondow di tempat Sulawesi Utara mengenal gasing dengan nama Paki. Orang Jawa Timur menyebut gasing sebagai kekehan. Sedangkan di Yogyakarta, gasing disebut dengan dua nama berbeda. Jika terbuat dari bambu disebut gangsingan, dan bila terbuat dari kayu dinamai pathon.

4) Bentuk Gasing

Gasing mempunyai bermacam-macam bentuk, tergantung daerahnya. Ada yang lingkaran lonjong, ada yang berbentuk menyerupai jantung, kerucut, silinder, juga ada yang berbentuk menyerupai piring terbang. Gasing terdiri dari bab kepala, bab tubuh dan bab kaki (paksi). Namun, bentuk, ukuran dan bab gasing berbeda-beda berdasarkan tempat masing-masing. Gasing di Ambon (apiong) mempunyai kepala dan leher. Namun umumnya, gasing di Jakarta dan Jawa Barat hanya mempunyai bab kepala dan paksi yang tampak jelas, terbuat dari paku atau logam. Sementara paksi gasing natuna, tidak nampak.

5) Permainan Gasing

Gasing sanggup dibedakan menjadi gasing laga bunyi, laga putar dan laga pukul. Cara memainkan gasing, tidaklah sulit. Yang penting, pemain gasing dihentikan ragu-ragu ketika melempar gasing ke tanah. Cara memainkan gasing adalah: (1) Gasing di pegang di tangan kiri, sedangkan asisten memegang tali. (2) Lilitkan tali pada gasing, mulai dari bab paksi hingga bab tubuh gasing. lilit besar lengan berkuasa sambil berputar.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aneka-gasing.jpg

0 Response to "Gasing Mainan Yang Berputar Pada Poros"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel