Advertising 468 x 60

Kelereng, Mainan Dari Bola Beling Warna-Warni


1. Definisi Kelereng
Kelereng dengan banyak sekali sinonim gundu (Bahasa Betawi), keneker (Bahasa Jawa), kelici (Bahasa Sunda), guli (Bahasa Melayu) yakni bola kecil dibentuk dari tanah liatmarmer atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya 1.25 cm dari ujung ke ujung. Kelereng kadang kala dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.

2. Sejarah Kelereng
Di Mesir Kuno kelereng sudah ada semenjak tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari kerikil atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000 - 1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa.
Pada masa Rowami, permainan kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bab dari bazar Saturnalia, yang diadakan ketika menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling menawarkan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan.
Sejak kala ke-12, di Perancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil, di Belanda di sebut dengan nama knikkers. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri dipakai untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, belum dewasa di Inggris telah dekat menyebutnya dengan bowls atau knikkers.
Era kelereng pada masa modern dimulai ketika teknologi pembuatan kelereng beling ditemukan pada 1864 di Jerman. Kelerang yang semula satu warna, menjadi berwarna-warni menyerupai permen. Teknologi ini segera menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Kelereng terkenal di Inggris dan negara Eropa lain semenjak kala ke-16 hingga 19. Setelah itu gres menyebar ke Amerika. Bahan pembuatnya yakni tanah liat dan diproduksi besar-besaran.

3. Cara Bermain Kelereng
Sebaiknya melaksanakan permainan kelereng itu di tanah yang agak berpasir. Salah satu cara bermain kelereng yang lebih terkenal yakni mengambar bundar kecil di tanah. Semua pemain menaruh sebiji kelereng dalam lingkaran.

Lalu masing-masing pemain melempar kelereng di luar lingkaran. Pemain yang kelerengnya paling jauh dari bundar berhak main dulu.

Dia harus mencoba menggunakan kelereng yang ada di luar bundar sebagai “Striker” untuk memukul kelereng dalam bundar hingga keluar lingkaran. Kalau ia berhasil melaksanakan ini ia berhak untuk menyimpannya. Kelereng “Striker” ini juga harus tinggal di dalam lingkaran. Kalau tidak, pemilik akan kehilangan kelereng ini.

Jika pemain berhasil mengeluarkan sebiji kelereng lawannya dari lingkaran, ia bisa meneruskan pemainnya dan mengeluarkan kelereng “Striker” lawan yang lain.

Kalau ia berhasil memukul “Striker” lawan, ia berhak untuk mengambil kelereng itu dan lawannya tidak sanggup bermain lagi. Tapi kalau ia tidak berhasil, ia kalah dan pemain berikutnya bisa mulai bermain.

4. Manfaat anak bermain kelereng
a. Mengatur Emosi (Relaks)
Bermain kelereng sangat menyenangkan bagi anak. Kesenangan inilah yang memunculkan unsur relaks yang membantu anak keluar sebentar dari rutinitasnya sehari-hari untuk “me-recharge” kembali baterai energinya. Bila energinya sudah kembali penuh, tentu baik sebagai persiapan menghadapi hal-hal yang serius, menyerupai belajar.

b. Melatih Kemampuan Motorik
Kegiatan-kegiatan dalam permainan ini, menyerupai melempar dan menyentil kelereng, sanggup melatih keterampilan motorik halus dan bergairah di usia sekolah. Makin baik kemampuan motorik, koordinasi visual dan konsentrasinya maka anak pun semakin jago untuk menembakkan kelereng-kelerengnya.

c. Melatih Kemampuan Berfikir (kognitif)
Kemampuan berpikir anak ikut dirangsang dalam permainan ini. Misalnya, kalau ia ingin memenangkan permainan maka harus memecahkan problem dan menggunakan taktik dengan menggunakan teknik-teknik tertentu.

d. Kemampuan Berkompetensi
Keberhasilan anak menjalani suatu teknik yang lantas memperoleh jawaban dari para lawan nya merupakan hadiah tersendiri bagi anak. Adanya perasaan bersaing di usia sekolah sangat penting untuk membentuk perasaan harga diri.

e. Kemampuan Sosial (Menjalin Pertemanan)
Yang paling penting dari acara bermain yakni bagaimana anak bisa menjalin pertemanan dengan mitra mainnya. Jangan lupa, kekerabatan pertemanan akan memberi kesempatan pada anak untuk mempelajari konteks sosial yang lebih luas. Misal, ia jadi mencar ilmu bekerja sama, mencar ilmu mengatasi konflik ketika terjadi pertengkaran pada ketika bermain dengan temannya, serta mencar ilmu mengomunikasikan harapan dan pikirannya.

f. Bersikap Jujur
Anak juga punya kesempatan membuatkan abjad dan kepribadian yang kasatmata ketika bermain, menyerupai pentingnya kejujuran dan fairness. Kecintaannya pada nilai-nilai yang benar merupakan landasan dalam menjalin kekerabatan dengan orang lain di masa yang akan datang.

Sumber:
http://46dody.wordpress.com/2011/04/28/main-kelereng-lagee-yukks/

0 Response to "Kelereng, Mainan Dari Bola Beling Warna-Warni"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel