Advertising 468 x 60

Taman Nasional Lorentz Mempunyai Ekositem Terlengkap Di Asia-Pasifik


1. Profil Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Loerentz
Taman Nasional Lorentz ialah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km².  Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara.
Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tumbuhan asli, binatang dan budaya. Pada tahun 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini.
Dari tahun 2003 sampai kini, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melaksanakan pemetaan wilayah sopan santun dalam tempat Taman Nasional Lorentz. Tahun 2003 - 2006, WWF telah melaksanakan pemetaan di Wilayah Taman Nasional Lorentz yang berada di Distrik atau Kecamatan Kurima Kabupaten Yahukimo, dan Tahun 2006 - 2007 ini pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat.
Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang Penjelajah asal Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz, yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini.

2. Keadaan Geografis

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga tempat di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti Salju (5.030 meter dpl), sampai membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari tempat Vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, Dataran Rendah, dan lahan basah.
Selain mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Balliem.
Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.
Jenis-jenis flora di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

3. Keanekaragaman Hayati

Cendrawasih Ekor Penjang
Taman nasional ini mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan dan Suku Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan kekerabatan dengan insan modern.
Suku Asmat populer dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai badan manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.
Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.
Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.
Jenis-jenis flora di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.
Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).
Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

4. Akses Transportasi

Dari kota Timika ke potongan Utara tempat memakai penerbangan perintis dan ke potongan Selatan memakai kapal maritim melalui Pelabuhan Sawa Erma, dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi.

Sumber:
http://tentang.co/wp-content/uploads/2012/11/Lesser-Bird-of-Paradise.jpg

Artikel Situs Warisan Dunia di Indonesia

No
SITUS WARISAN DUNIA DI INDONESIA
Penulis
01
Semiyanto
02
http://tentang.co/wp-content/uploads/2012/11/Lesser-Bird-of-Paradise.jpg

Artikel Situs Warisan Dunia di Indonesia

No
SITUS WARISAN DUNIA DI INDONESIA
Penulis
01
Semiyanto
03
http://tentang.co/wp-content/uploads/2012/11/Lesser-Bird-of-Paradise.jpg

Artikel Situs Warisan Dunia di Indonesia

No
SITUS WARISAN DUNIA DI INDONESIA
Penulis
01
Semiyanto
04
http://tentang.co/wp-content/uploads/2012/11/Lesser-Bird-of-Paradise.jpg

Artikel Situs Warisan Dunia di Indonesia

No
SITUS WARISAN DUNIA DI INDONESIA
Penulis
01
Semiyanto
05
Semiyanto
06
http://tentang.co/wp-content/uploads/2012/11/Lesser-Bird-of-Paradise.jpg

Artikel Situs Warisan Dunia di Indonesia

No
SITUS WARISAN DUNIA DI INDONESIA
Penulis
01
Semiyanto

0 Response to "Taman Nasional Lorentz Mempunyai Ekositem Terlengkap Di Asia-Pasifik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel