Advertising 468 x 60

Orang Utan

1. Deskripsi Orangutan
Anak Orangutan
Orang utan atau orangutan, nama lainnya yaitu mawas, yaitu sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Istilah "orang utan" diambil dari bahasa Indonesia, yang berarti insan (orang) hutan. Orang utan meliputi dua spesies, yaitu orang utan sumatera Pongo abelii dan orang utan kalimantan Pongo pygmaeus.  Yang unik yaitu orang utan mempunyai korelasi bersahabat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia, dimana orang utan mempunyai tingkat kesamaan DNA sebesar 96.4%. Mereka mempunyai badan yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor. Orangutan mempunyai tinggi sekitar 1.25 - 1.5 meter. Tubuh orangutan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka mempunyai kepala yang besar dengan posisi verbal yang tinggi.
Saat mencapai tingkat kematangan seksual, orangutan jantan mempunyai pelipis yang gemuk pada kedua sisi, ubun-ubun yang besar, rambut menjadi panjang dan tumbuh janggut disekitar wajah. Mereka mempunyai indera yang sama menyerupai manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba. Berat orangutan jantan sekitar 50 - 90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30 - 50 kg. Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari. Telapak kaki mereka juga mempunyai susunan jari-jemari yang sangat menyerupai dengan manusia. Orangutan masih termasuk dalam spesies kera besar menyerupai gorila dan simpanse. Golongan monyet besar masuk dalam klasifikasi mammalia, mempunyai ukuran otak yang besar, mata yang mengarah kedepan, dan tangan yang sanggup melaksanakan genggaman. 

2. Habitat Orangutan
Orangutan ditemukan di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara, yaitu di pulau Borneo atau Kalimantan dan Sumatra di wilayah bab negara Indonesia dan Malaysia. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan menciptakan sarangnya dari dedaunan. Orangutan sanggup hidup pada banyak sekali tipe hutan, mulai dari hutan keruing, perbukitan dan dataran rendah, daerah pemikiran sungai, hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah kering di atas rawa bakau dan nipah, hingga ke hutan pegunungan. Di Borneo, orangutan sanggup ditemukan pada ketinggian 500 m di atas permukaan maritim (dpl), sedangkan kerabatnya di Sumatra dilaporkan sanggup mencapai hutan pegunungan pada ketinggian 1.000 m dpl. Orangutan Sumatra merupakan salah satu hewan endemis yang hanya ada di Sumatra. Orangutan di Sumatra hanya menempati bab utara pulau itu, mulai dari Timang Gajah, Aceh Tengah hingga Sitinjak di Tapanuli Selatan. Keberadaan binatang mamalia ini dilindungi Undang-Undang 5 tahun 1990 perihal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan digolongkan sebagai Critically Endangered oleh IUCN. 

3. Perilaku Orangutan

a. Makanan
Meskipun orangutan termasuk binatang omnivora, sebagian besar dari mereka hanya memakan tumbuhan. 90% dari makanannya berupa buah-buahan. Makanannya antara lain yaitu kulit pohon, dedaunan, bunga, beberapa jenis serangga, dan sekitar 300 jenis buah-buahan. Selain itu mereka juga memakan nektar,madu dan jamur.  Mereka juga gemar makan durian, walaupun aromanya tajam, tetapi mereka menyukainya. Orangutan bahkan tidak perlu meninggalkan pohon mereka kalau ingin minum. Mereka biasanya meminum air yang telah terkumpul di lubang-lubang di antara cabang pohon.
Biasanya induk orangutan mengajarkan bagaimana cara mendapat makanan, bagaimana cara mendapat minuman, dan banyak sekali jenis pohon pada musim yang berbeda-beda. Melalui ini, sanggup terlihat bahwa orangutan ternyata mempunyai peta lokasi hutan yang kompleks di otak mereka, sehingga mereka tidak menyia-nyiakan tenaga pada ketika mencari makanan. Dan anaknya juga sanggup mengetahui bermacam-macam jenis pohon dan tanaman, yang mana yang bisa dimakan dan bagaimana cara memproses masakan yang terlindungi oleh cangkang dan duri yang tajam. 

b. Reproduksi
Orangutan betina biasanya melahirkan pada usia 7 - 10 tahun dengan usang kandungan berkisar antara 8,5 hingga 9 bulan; hampir sama dengan manusia. Jumlah bayi yang dilahirkan seorang betina biasanya hanya satu. Bayi orangutan sanggup hidup berdikari pada usia 6 - 7 tahun. Kebergantungan orangutan pada induknya merupakan yang terlama dari semua hewan, alasannya yaitu ada banyak hal yang harus dipelajari untuk bisa bertahan hidup, mereka biasanya dipelihara hingga berusia 6 tahun.  Orangutan berkembangbiak lebih usang dibandingkan binatang primata lainnya, orangutan betina hanya melahirkan seekor anak setiap 7 - 8 tahun sekali. Umur orangutan di alam liar sekitar 45 tahun, dan sepanjang gidupnya orangutan betina hanya mempunyai 3 keturunan seumur hidupnya. Dimana itu berarti reproduksi orangutan sangat lambat

c. Cara Hidup
Tidak menyerupai gorila dan simpanse, orangutan tidak hidup dalam sekawanan yang besar. Mereka merupakan binatang yang semi-soliter. Orangutan jantan biasanya ditemukan sendirian dan orangutan betina biasanya ditemani oleh beberapa anaknya. Walaupun oranutan sering memanjat dan membangun tempat tidur dipohon, mereka pada pada dasarnya merupakan binatang terrestrial, banyak menghabiskan hidup ditanah.
Orangutan sanggup bergerak cepat dari pohon ke pohon dengan cara berayun pada cabang-cabang pohon. Mereka juga sanggup berjalan dengan kedua kakinya, namun jarang sekali ditemukan. Orang utan tidak sanggup berenang.

4. Fakta Menarik Orangutan
a. Orangutan sanggup memakai tongkat sebagai alat bantu untuk mengambil makanan, dan memakai daun sebagai pelindung sinar matahari.
b. Orangutan jantan terbesar mempunyai rentangan lengan, yaitu panjang dari satu ujung tangan ke ujung tangan yang lain apabila kedua tangan direntangkan, sanggup mencapai 2.3 m.
c. Orangutan jantan sanggup menciptakan panggilan jarak jauh yang sanggup didengar dalam radius 1 km. Digunakan untuk menandai/mengawasi arealnya, memanggil sang betina, mencegah orang utan jantan lainnya yang mengganggu. Mereka mempunyai kantung tenggorokan yang besar yang menciptakan mereka bisa melakukannya.

5. Ancaman Hidup Orangutan
Orangutan dewasa
Ancaman terbesar yang tengah dialami oleh orangutan yaitu habitat yang semakin sempit alasannya yaitu daerah hutan hujan yang menjadi tempat tinggalnya dijadikan sebagai lahan kelapa sawit, pertambangan dan pepohonan ditebang untuk diambil kayunya. Orangutan telah kehilangan 80% wilayah habitatnya dalam waktu kurang dari 20 tahun. Tak jarang mereka juga dilukai dan bahkan dibunuh oleh para petani dan pemilik lahan alasannya yaitu dianggap sebagai hama. Jika seekor orangutan betina ditemukan dengan anaknya, maka induknya akan dibunuh dan anaknya kemudian dijual dalam perdagangan binatang ilegal. Pusat rehabilitasi didirikan untuk merawat oranutan yang sakit, terluka dan yang telah kehilangan induknya. Mereka dirawat dengan tujuan untuk dikembalikan ke habitat aslinya

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_utan dan gambar dari google images


Artikel Hewan Langka
No
HEWAN LANGKA
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Tubagus
08
Rizki Ramadhan

0 Response to "Orang Utan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel