Advertising 468 x 60

Sistem Transportasi Pada Invertebrata


Sistem transportasi sering disebut sistem sirkulasi atau peredaran darah. Sistem transportasi berfungsi untuk mengangkut sel-sel darah  serta mengangkut nutrisi (sari makanan) yang diharapkan oleh sel-sel tubuh. Berikut ini ialah banyak sekali macam sistem peredaran pada mikroorganisme dan invertebrata.

A) Protozoa (protista menyerupai hewan)

Tubuh protozoa hanya terdiri atas satu sel. Oleh lantaran itu, seluruh proses hidupnya termasuk transportasi dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Oksigen yang diharapkan diserap melalui seluruh permukaan tubuhnya, selanjutnya akan menyebar ke seluruh badan dengan cara difusi di dalam sitoplasma. Zat kuliner dicerna dan diedarkan oleh vakuola makanan. Proses peredaran zat menyerupai ini contohnya pada Paramaecium dan Amoeba.

B) Coelenterata

Pada invertebrata yang belum mempunyai sistem peredaran khusus, contohnya Hydra, transportasinya dilakukan oleh sistem gastrovaskuler, yakni kanal pencernaan yang berfungsi sekaligus sebagai alat peredaran. Saluran pencernaan pada Hydra bercabang-cabang dan bercabang-cabang lagi ke semua cuilan tubuh. Percabangan ini menjadikan permukaan dalam kanal pencemaan semakin luas,  sehingga kanal ini akan lebih efisien dalam melaksanakan perembesan zat sekaligus mengantarkan zat yang diserapnya ke seluruh jaringan tubuh. Dengan demikian, walaupun pada binatang ini tidak terdapat sistem peredaran khusus, zat yang diserap oleh kanal pencernaan akan sanggup mencapai seluruh jaringan tubuh.

C) Serangga

Alat peredaran darah serangga, contohnya belalang, terdiri atas jantung pembuluh dan pembuluh darah.  Bila jantung pembuluh berdenyut, darah akan terpompa ke arah depan melalui aorta. Selanjutnya darah akan beredar bebas ke seluruh badan tanpa melalui pembuluh pembuluh darah. Itulah sebabnya sistem peredaran darah pada serangga disebut sistem peredaran darah terbuka. Selama dalam peredarannya, darah mensuplai zat kuliner ke jaringan-jaringan dan mengambil zat-zat sisa metabolisme. Selanjutnya darah dari jaringan akan kembali ke jantung pembuluh melalui lubang-lubang halus (ostium) yang terdapat diantara gelembung jantung. Darah serangga tidak mengandung hemoglobin maka tidak berwarna merah. Darah serangga hanya berperan mengedarkan nutrisi dan tidak berperan dalam pengangkutan oksigen, lantaran oksigen telah diedarkan oleh sistem trakea yang bercabang-cabang menuju ke banyak sekali jaringan.


D) Cacing

Peredaran darah cacing merupakan peredaran tertutup. Selama dalam peredarannya darah tetap berada di dalam pembuluh. Alat peredaran darah cacing tanah terdiri atas pembuluh darah punggung (dorsal), pembuluh darah perut  (ventral) dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung. Karena itu jantung cacing sering disebut jantung aorta.  Bila pembuluh punggung dan jantung berdenyut, darah mengalir menuju ke pembuluh darah perut, kemudian mengalir menuju ke cuilan belakang (posterior) badan dan selanjutnya kembali ke jantung aorta melalui poembuluh darah punggung. Darah yang beredar mengangkut nutrisi dan oksigen, serta mengambil sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Cacing tanah belum mempunyai alat pernapasan khusus. Oksigen dari udara bebas berdifusi ke dalam darah cacing melalui seluruh permukaan kulit. Dari sini oksigen diangkut oleh darah didalam kapiler gotong royong dengan darah yang mengangkut zat kuliner dari usus menuju ke pembuluh darah punggung. Selanjutnya darah tersebut dipompakan keseluruh jaringan tubuh. Berbeda dengan darah vertebrata yang hemoglobinnya terikat dalam sel darah merah, hemoglobin darah cacing larut dalam plasma darah.

Penyusun: Nur Afni Mafi Laili. IX D. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 ADIWERNA. 2011
Sumber :  
http://biologimediacentre.com/sistem-transportasi-1-sistem-transportasi-pada-invertebrata/

Artikel Organisasi Kehidupan

No
ORGANISASI KEHIDUPAN
Penulis
01
M. Alif R
02
Nur Afni Mafi L
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto

0 Response to "Sistem Transportasi Pada Invertebrata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel