Advertising 468 x 60

Mata

A. Deskripsi Mata

Mata ialah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Fumgsi mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya ialah terperinci atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memperlihatkan pengertian visual.

B. Organ Mata Manusia

1. Organ Luar

Organ Luar Mata terdiri dari: (a) Bulu mata berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima. (b) Alis mata berfungsi menahan keringat semoga tidak masuk ke bola mata. (c) Kelopak mata berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata.

2. Organ Dalam

Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk sanggup diolah oleh sistem saraf. Bagian-bagian tersebut adalah:
a)       Kornea:  merupakan potongan terluar dari bola mata yang mendapatkan cahaya dari sumber cahaya.
b)       Sklera: merupakan potongan dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata-rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.
c)       Pupil Dan Iris: dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil memilih kuantitas cahaya yang masuk ke potongan mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar kalau kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit kalau kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya. Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai potongan yang berwarna pada mata.
d)       Lensa Mata: potongan mata yang mendapatkan cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata ialah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh atau cahaya tiba dari jauh, lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang akrab atau cahaya tiba dari dekat, lensa mata akan menebal.
e)       Retina atau Selaput Jala: ialah potongan mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya potongan retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
f)        Saraf optik: ialah saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.

 C. Sistem Kerja Mata

Mata insan mempunyai cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibuat dengan 40 unsur utama yang berbeda dan kesemua potongan ini mempunyai fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menimbulkan mata tidak mungkin sanggup melihat. Lapisan tembus cahaya di potongan depan mata ialah kornea, tepat dibelakangnya terdapat iris, selain memberi warna pada mata, iris juga sanggup mengubah ukurannya secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan pinjaman otot yang menempel padanya. Misalnya ketika berada di daerah gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata. Sistem pengaturan otomatis yang berkeja pada mata bekerja sebagaimana berikut.
Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikirimkan ke otak, untuk memperlihatkan pesan wacana keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot disekitar iris harus mengerut. Bagian mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini ialah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di potongan belakang mata. Karena otot-otot disekeliling lensa cahaya yang tiba ke mata dari banyak sekali sudut dan jarak berbeda sanggup selalu difokuskan ke retina. Semua sistem yang telah disebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi jauh lebih unggul daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk menggandakan desain mata dengan memakai teknologi terbaru, bahkan sistem perekaman gambar buatan paling modern di dunia, ternyata masih terlalu sederhana kalau dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan pedoman yang dicurahkan untuk menciptakan alat perekaman gambar buatan, kita akan memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.
Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk kristal yang penuh dengan buah-buahan, cahaya yang tiba dari mangkuk ke mata kita menembus kornea dan iris kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehingga sel-sel retina sanggup mencicipi adanya cahaya ketika partikel cahaya yang disebut foton mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka menghasilkan imbas rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina ialah sebuah molekul berjulukan 11-cis retinal. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan protein lain yang berikatan berpengaruh dengannya yakni rhodopsin.
Kini rhodopsin bermetamorfosis suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein lain yakni transdusin. Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum sanggup bergabung dengan rhodopsin lantaran ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini kemudian diikuti adonan satu molekul lain yang berjulukan GTP sekarang dua protein yakni rhodopsin dan transdusin serta 1 molekul kimia berjulukan GTP telah menyatu tetapi proses sebetulnya gres saja dimulai senyawa berjulukan GDP sekarang telah mempunyai bentuk sesuai untuk mengikat satu protein lain berjulukan phosphodiesterase yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan bentuk molekul yang dihasilkan akan menggerakkan suatu prosedur yang akan memulai serangkaian reaksi kimia dalam sel.
Mekanisme ini menghasilkan reaksi ion dalam sel dan menghasilkan energi listrik, energi ini merangsang saraf-saraf yang terdapat tepat di belakang sel retina. Dengan demikian bayangan yang ketika mengenai mata berwujud menyerupai foton cahaya ini meneruskan perjalanannya dalam bentuk sinyal listrik. Sinyal ini berisi informasi visual objek di luar mata. Agar mata sanggup melihat sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam sentra penglihatan di otak. Namun sel-sel saraf tidak berafiliasi eksklusif satu sama lain, ada celah kecil yang memisah titik-titik sambungan mereka kemudian bagaimana sinyal listrik ini melanjutkan perjalanannya di sini serangkaian prosedur rumit terjadi energi listrik diubah menjadi energi kimia tanpa kehilangan informasi yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan dari satu sel saraf ke sel saraf berikutnya. Molekul kimia pengangkut ini yang terletak pada titik sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi yang tiba dari mata dari satu saraf ke saraf yang lain.
Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya, sinyal ini diubah lagi menjadi sinyal listrik dan melanjutkan perjalanannya ke daerah titik sambungan lainnya. Dengan cara ini sinyal berhasil mencapai sentra penglihatan pada otak, di sini sinyal tersebut dibandingkan informasi yang ada di sentra memori dan bayangan tersebut ditafsirkan balasannya kita sanggup melihat mangkuk yang penuh buah-buahan sebagaimana kita saksikan sebelumnya, lantaran adanya sistem tepat yang terdiri atas ratusan komponen kecil ini dan semua rentetan kejadian yang menakjubkan ini terjadi pada waktu kurang dari 1 detik.

D. Penyakit mata

              1)    Miopi: seseorang yang tidak sanggup melihat benda berjarak jauh, biasanya terjadi pada pelajar,  dibantu  kacamata berlensa cekung.
2)       Hipermetropi: yaitu seseroang yang tidak sanggup melihat benda yang berjarak akrab dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.
3)       Presbiopi: adalah seseorang yang tidak sanggup melihat benda yang berjarak akrab maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.
4)       Kerabunan dan kebutaan: Buta berarti seseorang tidak sanggup melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Rabun berarti seseorang hanya sanggup melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" memakai jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.
5)       Buta warna: ialah suatu kondisi seseorang tidak bisa merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak sanggup membedakan warna, yang sanggup dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan kalau tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya kalau seseorang buta warna, niscaya anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.
6)       Katarak: ialah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram lantaran penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
7)       Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata slinder/Operasi refraktif.
8)       Rabun senja: adalah penyakit mata yang disebabkan lantaran mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada ketika sore hari saja.

E. Mata majemuk

Mata beragam ditemukan di antara arthropoda (kerabat serangga), dan terdiri dari banyaknya sisi sederhana yang putus berpiksel citra.

F. Deteksi penyakit melalui kelainan mata
 Penyakit lain juga sanggup dideteksi melalui mata dengan gejala sebagai berikut
1)    Mata menonjol sanggup berarti kelainan kelenjar gondok, tumor yang berasal dari organ lain menyerupai paru-paru, payudara, kelenjar getah bening. Kadang-kadang disertai dengan gangguan pergerakan bola mata sehingga penderita mengeluh berpenglihatan ganda.
2)    Gangguan Pada Kelopak Mata:
a)       Kelainan kelopak mata: Kelopak mata menurun lantaran kelainan saraf, usia tua, atau kencing manis.
b)       Kelopak mata tidak bisa menutup rapat lantaran ada kelainan kelenjar gondok, kelainan saraf atau tumor.
c)       Kelopak mata bisul lantaran ada gangguan ginjal, jantung, alergi, dan sinusitis.
d)       Kelopak mata tidak sanggup berkedip lantaran lepra.
e)       Kelopak mata berkedip secara berlebihan lantaran kelainan saraf/otak.   
           3)    Mata juling lantaran gangguan saraf/otak, stroke, kencing manis, tumor, dan gondok
           4)    Mata merah
a)       tanpa nyeri, lantaran gangguan cacingan, TBC, alergi ringan lantaran debu atau makanan, alergi berat lantaran obat, tiroid, HIV/AIDS, tumor
b)       dengan nyeri hebat, kadang kadang mata nyeri ketika dibuka diwaktu bangun, lantaran gangguan rematik, sifilis, sarkoidosis, penyakit lupus, kencing manis
c)       disertai dengan kornea yang kering dan penebalan selaput lendir lantaran kekurangan vitamin A.
          5)    Lingkaran putih disekeliling kornea pada usia muda lantaran tingginya kolesterol.
       6)    Katarak pada usia dini, dibawah usia 61 tahun, membuktikan kencing manis. Ibu hamil selama masa kehamilan terinfeksi campak juga sanggup mengakibatkan anaknya lahir dengan katarak.


Penulis : Dimas Bayu S



Artikel Sistem Organ Tubuh Manusia
No
SISTEM ORGAN TUBUH MANUSIA
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Semiyanto
08
Semiyanto
09
Semiyanto
10
Irfan Maulana
11
Ranindyta Elda
12
Indri Utami
13
Dimas Bayu S

0 Response to "Mata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel