Advertising 468 x 60

Kanker Serviks

Letak Serviks (kiri), Metoda Mendeteksi (tengah), Kanker Serviks (kanan)
1) Letak Serviks dan Penyebab Kanker serviks
Kanker serviks adalah Penyakit kanker yang terjadi pada kawasan leher rahim. Yaitu kawasan pada organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama perempuan (vagina). Kanker ini disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini sanggup menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita. Virus HPV ini mempunyai lebih dari 100 tipe, dimana sebagian besar di antaranya  tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang mengakibatkan kanker serviks paling fatal ialah virus HPV tipe 16 dan 18.  Selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga sanggup tumbuh akhir paparan radiasi atau pencemaran materi kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

2) Cara Penularan Kanker serviks
Penularan virus HPV sanggup terjadi melalui korelasi seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini sanggup terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom ketika melaksanakan korelasi intim tidak terlalu besar lengan berkuasa mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini sanggup berpindah melalui sentuhan kulit.                               

3) Gejala-gejala Kanker serviks
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan tanda-tanda yang gampang diamati. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Gejala kanker serviks tingkat lanjut: (1) munculnya rasa sakit dan perdarahan ketika berafiliasi intim (contact bleeding). (2) keputihan yang berlebihan dan tidak normal. (3) perdarahan di luar siklus menstruasi. (4) penurunan berat tubuh drastis. (5) Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung. (6) juga kendala dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

4) Masa preinvasif
 Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya semenjak dini sanggup melaksanakan banyak sekali langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan mengakibatkan pertumbuhan sel abnormal yang kesannya sanggup mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga nyata menjadi kanker serviks.      

5) Perempuan yang rawan Kanker serviks
Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks ialah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama  yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini sanggup meningkatkan risiko terjangkit kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melaksanakan korelasi seksual sehabis usia 20 tahun.  Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang di miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama menyerupai jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

6) Cara mendeteksi Kanker serviks              
Cara mendeteksi penyakit ini ialah dengan memakai metode Pap smear yaitu metode investigasi standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang sanggup dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis investigasi dengan memakai asam asetat (cuka). Menggunakan asam asetat cuka ialah yang relatif lebih gampang dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, sekarang ada teknik investigasi terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

7) Cara Pencegahan  
Adapun cara pencegahan kanker serviks yaitu dengan: (1) tidak berafiliasi intim dengan pasangan yang berganti-ganti, (2) rajin melaksanakan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, (3) dan melaksanakan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melaksanakan kontak secara seksual, (3) dan tentunya memelihara kesehatan tubuh

8) Penyembuhan Kanker serviks
Berhubung tidak mengeluhkan tanda-tanda apa pun, penderita kanker serviks biasanya tiba ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 hingga stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, menyerupai kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup menciptakan penderita sembuh menyerupai sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapat terapi tambahan, menyerupai radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak sanggup menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

Penyusun:  Ranindyta Elda Cintya, 9-D, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Adiwerna, 2011.
Sumber  : http://female.kompas.com – kanker serviks

Artikel Sistem Organ Tubuh Manusia
No
SISTEM TUBUH MANUSIA
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Semiyanto
08
Semiyanto
09
Semiyanto
10
Irfan Maulana
11
Ranindyta Elda
12
Indri Utami
13
Dimas Bayu S

0 Response to "Kanker Serviks"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel