Advertising 468 x 60

Bunga Raksasa Rafflesia Arnoldii Dan Amorphpophallus Titanium

Bunga Rafflesia arnoldii

1) Bunga Rafflesia arnoldii
a) Tempat Hidup Bunga Rafflesia arnoldii
Bunga Rafflesia arnoldii adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai menurut nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya ibarat yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak mempunyai batang, daun ataupun akar yang sesungguhnya.

b) Ciri-ciri Bunga Rafflesia arnoldii
Rafflesia merupakan endoparasit pada flora merambat dari genus Tetrastigma (famili Vitaceae), berbagi haustoriumnya yang ibarat akar di dalam jaringan flora merambat itu. Satu-satunya bab tumbuhan Rafflesia yang sanggup dilihat di luar flora inangnya adalah bunga bermahkota lima. Pada beberapa spesies, seperti Rafflesia arnoldii, diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. Rafflesia yang banyak dikenal masyarakat ialah jenis rafflesia arnoldii. Jenis ini hanya tumbuh di hutan sumatera bab selatan, terutama Bengkulu.
Ciri utama  adalah bentuknya yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Ketika mekar, bunga ini sanggup mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm. Bunga rafflesia tidak mempunyai akar, tangkai, maupun daun. Bunganya mempunyai 5 mahkota. Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat benang sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah menciptakan presentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, alasannya ialah belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu hingga 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.
Sampai ketika ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh alasannya ialah itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk sanggup bertahan hidup.
Sedikit informasi, selama 200-an tahun tumbuh-tumbuhan dari genus Rafflesiaceae sulit diklasifikasikan alasannya ialah karakteristik badan yang tidak umum. Berdasarkan penelitian DNA oleh para jago botani di Universitas Harvard baru-baru ini, rafflesia dimasukkan ke dalam family Euphorbiaceae, satu keluarga dengan pohon karet dan singkong. Tapi hal ini masih belum terpublikasi dengan baik.
Beberapa jenis Rafflesia (di Indonesia); Rafflesia arnoldii (endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa), R.patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatra bab timur).

c) Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malpighiales; Famili: Rafflesiaceae; Genus: Rafflesia;  Spesies: Rafflesia arnoldii.

Bunga bangkai Titan Arum (Amorphpophallus titanium)
2) Bunga Amorphpophallus titanium  (Bunga Bangkai)
a) Tempat Hidup Bunga Amorphpophallus titanium
Bunga bangkai/suweg raksasa Titan Arum (Amorphpophallus titanium) ialah jenis tumbuhan yang hanya endemik tumbuh di tempat hutan di Sumatera.

b) Ciri-ciri Bunga Amorphpophallus titanium
Bunga  bangkai titan arum berwarna krem pada bab luar dan pada bab yang menjulang. Sedangkan mahkotanya berwarna merah ke-ungu-an. Sekilas bentuknya ketika mekar terlihat ibarat bunga terompet. Bunga  bangkai tumbuh menjulang tinggi, tidak melebar. Ketinggian bunga bangkai jenis amorphophallus titanium ini sanggup mencapai sekitar 4 m dengan diameter sekitar 1,5 m.
Bunga bangkai ini termasuk flora dari suku talas-talasan (araceae). Merupakan flora dengan bunga beragam terbesar di dunia. bunga bangkai titan arum sanggup di kecerdikan daya. Bunga  bangkai tumbuh di atas umbi sendiri.
Bunga ini mengalami 2 fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang sekilas ibarat dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya sanggup mencapai 6 m. Setelah beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Apabila lingkungan mendukung, dan umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga bangkai. Tumbuhnya bunga beragam yang menggantikan pohon yang layu merupakan fase generatif tumbuhan ini.
Bunga gres sanggup tumbuh kalau umbinya mempunyai berat minimal 4 kg. Bila cadangan masakan dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan di gantikan oleh pohon baru.
Selain itu, bunga bangkai merupakan flora berumah satu dan protogini, dimana bunga betina reseptif terlebih dahulu, kemudian diikuti masaknya bunga jantan, sebagai prosedur untuk mencegah penyerbukan sendiri. Bau amis yang dikeluarkan oleh bunga ini, berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari) lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati siklusnya, kembali ke fase vegetatif, dimana akan tumbuh pohon gres di atas umbi bekas bunga bangkai.
Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bab bekas pangkal bunga. Biji-biji ini sanggup ditanam menjadi pohon pada fase vegetatif. Biji-biji inilah yang kini dibudidayakan.

c) Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae, Divisi: Magnoliophyta, Kelas: Liliopsida, Ordo: Alismatales, Famili: Araceae, Genus: Amorphophallus, Spesies:  Amorphpophallus titanium

Penyusun:  Rizki Ari M.  9 I. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Adiwerna. 2011
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga_bangkai
sumber gambar dari google images


Artikel Organisme Unik
No
ORGANISME UNIK
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Semiyanto
08
Semiyanto
09
Intan Furaida
10
Rizki Ari M
11
M. Ikhsan S
12
Rena Fillias A.
13
M. Ali Nurdin.
14
Semiyanto
15
M.N. Maulana 
16
Semiyanto
17
Semiyanto

0 Response to "Bunga Raksasa Rafflesia Arnoldii Dan Amorphpophallus Titanium"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel