Advertising 468 x 60

Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari


1) Bahan Pembersih
Pembersih ialah materi yang berfungsi untuk membantu mengangkat dan melarutkan kotoran yang menempel pada suatu benda. Kita sanggup mengelompokkan materi kimia sebagai pembersih menurut kemasannya masing-masing. Bahan kimia utama dalam pembersih sering disebut sebagai bahan aktif. Bahan aktif ini berfungsi sebagai surfaktan. Selain materi kimia utama tersebut tentu saja masing-masing produk pembersih mendapat tambahan bahan-bahan yang sanggup mengoptimalkan fungsi produk tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya. Misalnya air, aroma, pengental, alkohol, garam dapur, minyak atsiri, mineral, materi pencemerlang, materi untuk mempertahankan warna, penguat (builder), pelembut, pewarna, pewangi, pengawet, dan sebagainya.

a) Sabun
Sabun
Lebih dari 2.000 tahun yang kemudian orang sudah mengenal sabun. Orang pada ketika itu mengenal sebuah proses yang disebut saponifikasi. Saponifikasi ialah reaksi antara minyak atau lemak, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati) maupun yang berasal dari binatang (hewani) dengan basa-basa tertentu yang dihasilkan dari bubuk (alkali) tumbuh-tumbuhan (natrium hidoksida dan kalium hiodroksida). Reaksi ini ternyata dapat menghasilkan sebuah senyawa yang sanggup dipakai untuk membersihkan kotoran yang kemudian dikenal sebagai sabun. Berdasarkan kandungan basa yang terdapat di dalamnya, sabun sanggup digolongkan menjadi dua macam, yaitu sabun lunak dan sabun keras.





b) Detergen
detergen
Komponen pembersih utama berikutnya ialah detergen. Dewasa ini hampir semua jenis pembersih memakai detergen. pembersih yang mempunyai daya pembersih efektif di dalam semua jenis larutan. Bahan dasar detergen ialah alkil benzena sulfonat atau sering disingkat ABS. Dibandingkan dengan sabun, detergen mempunyai daya cuci lebih baik alasannya ialah tetap efektif untuk mencuci walaupun dengan menggunakan air sadah maupun air dingin. Supaya kotoran yang terlepas tidak kembali menempel, biasanya ditambahkan zat kimia tertentu yang disebut anti-redeposisi. Contoh zat anti-redeposisi ialah metil karboksi selulosa.




Efek Samping Penggunaan Pembersih
a) Buih detergen yang menumpuk di permukaan sungai akan menghalangi penyerapan oksigen dari udara ke dalam air sungai. Akibatnya, air sungai akan mengalami penurunan kadar oksigen yang pada gilirannya akan menyebabkan satwa yang tinggal di dalamnya mati.
b) Pertumbuhan ganggang tertentu dan enceng gondok akan meningkat pesat akhir kadar fosfat yang meningkat di dalam air alasannya ialah kehadiran detergen. Jika permukaan air hingga tertutup oleh pertumbuhan jenis tumbuhan air ini maka kesempatan fitoplankton yang seharusnya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis menjadi terganggu dan akhirnya mati. Akibatnya, banyak satwa air yang ikut mati alasannya ialah kehidupannya hanya mengandalkan konsumsi terhadap fitoplankton yang ada.
c) Jika air yang terkontaminasi oleh detergen dipakai untuk mandi, air tersebut sanggup menjadikan iritasi dan gatal-gatal pada kulit yang sensitif.
d) Jika air yang terkontaminasi oleh detergen dipakai untuk memasak atau diminum, air tersebut sanggup menjadikan sakit perut, muntahmuntah, diare, dan sebagainya

2) Pemutih
Pemutih
Kita sanggup mengetahui kandungan materi kimia yang terdapat di dalam pemutih dari kemasannya. Dengan memakai pemutih yang biasanya mengandung materi kimia utama klorin dan natrium perborat, pakaian putih yang ternoda sanggup menjadi lebih putih cemerlang Meskipun demikian, kita harus berhati-hati dalam penggunaannya. Bahan kimia klorin dan natrium perklorat adalah materi aktif yang cukup berbahaya. Penggunaan pemutih yang kurang berhati-hati akan mengakibatkan lunturnya kain berwarna.








3) Pewangi
Pewangi Ruangan

Produk pewangi ada yang alami dan ada yang buatan. Beberapa contoh pewangi alami ialah aneka macam macam bunga dan buah-buahan segar. Pada zaman dahulu pewangi dibentuk dengan penyulingan dari tumbuh-tumbuhan asli dan agak sulit didapatkan. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pewangi menjadi sangat gampang diperoleh. Pewangi tidak dibentuk dengan tumbuh-tumbuhan alami, namun cukup dibentuk dari sintesa senyawa-senyawa kimia.

Efek Samping Penggunaan Pewangi
Pada umumnya pewangi yang dikemas dengan bentuk semprot menggunakan materi pendorong (propelan) dari golongan kloro fluoro karbon (CFC). Bahan kimia inilah yang sanggup menjadikan kebocoran lapisan ozon. Selain itu, kebocoran lapisan ozon sanggup mengakibatkan imbas negatif bagi kesehatan manusia. Penyakit-penyakit yang sanggup timbul akhir kebocoran lapisan ozon antara lain penyakit kanker kulit dan katarak. Sampai ketika ini penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang sulit disembuhkan.

4) Pembasmi Serangga (Insektisida)
Pembasmi Serangga
Bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam obat pembasmi serangga antara lain sebagai berikut: (a). Organoklor. Contoh: aldrin, dieldrin, lindan, dan DDT (dikloro difenil trikloroetana) yang sekarang dihentikan penggunaannya. (b). Organofosfat. Contoh: malation, diaziton, fention, dan metil atau etil paration. (c). Antikoagulan. Contoh: wartarin, kumaklor, dan kumarin. (d). Zinkfosfida. (e). Karbamat. Contoh: propoksur, BPMC, dan karbofonun. ()f. Arsen. Contoh: arsen pentoksida.

Fungsi pemakaian obat pembasmi serangga pada umumnya meliputi tiga hal, yaitu mengusir, membasmi, atau mengusir sekaligus membasmi. Bagi para petani, kehadiran serangga sanggup membawa masalah gres alasannya ialah sanggup mengganggu hasil panen mereka. Insektisida dipakai untuk mengusir hama tumbuhan yang berupa serangga menyerupai walang sangit, wereng, kepik, dan sebagainya.


Efek Samping Penggunaan Pembasmi Serangga
Penggunaan insektisida sebaiknya diubahsuaikan dengan keperluannya saja. Pemakaian materi kimia jenis ini jikalau berlebihan dan tidak hati-hati justru sanggup membahayakan manusia. Efek negative dari pemakaian insektisida yang berlebihan atau pemakaian yang tidak hati-hati antara lain ialah keracunan yang sanggup merenggut jiwa. Insektisida yang masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran air. Hal ini akan menjadikan terbunuhnya binatang-binatang air.Jika tumbuh-tumbuhan atau daging hewan yang terkontaminasi tersebut dikonsumsi oleh manusia, karenanya sanggup fatal. Orang yang mengonsumsi sanggup keracunan bahkan sanggup terkena kanker yang berisiko kematian.

Nama             : Niken Wardani
Kelas              : IX H
Tahun Ajaran  : 2011/2012

Sumber :
Ilmu Pengetahuan Alam 1: SMP/Mts, Wasis, Sugeng Yuli Irianto. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional


Penerapan Kimia Dalam Kehidupan
No
Kimia
Penulis
01
Lu’luil Maknun
02
Siti Maria Ulfah
03
Mohamad Hasbi .
04
Tunggal Sae
05
Niken Wardani
06
HanaRahmawati
07
Alfi Mukhsinah
08
Ocvaria Melati

0 Response to "Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel