Advertising 468 x 60

Asam, Basa Dan Garam

Zat merupakan materi yang susunan unsur-unsurnya tidak berubah-ubah. Ada aneka macam zat yang ada di bumi ini. Untuk mempermudah dalam mempelajarinya, zat diklasifikasikan menurut kriteria tertentu. Zat mencakup zat murni dan campuran. Zat murni sanggup berupa unsur dan senyawa. Sedangkan adonan sanggup berupa adonan homogen dan adonan heterogen. Zat juga sanggup diklasifikasikan menurut derajat keasamannya, yaitu menjadi asam, basa, dan garam.

1. Asam
Contoh masakan mengandung Asam
Secara kimia, asam yaitu zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.



Beberapa asam yang dikenal

Sifat-sifat larutan asam yaitu sebagai berikut: (a) Rasanya masam. (b) Menghantarkan arus listrik. (c) Jika dilarutkan akan melepaskan ion hidrogen (H+). (d) Mengubah lakmus biru menjadi merah. (e) Bersifat korosif terhadap logam. 
                                                                                       
2. Basa
Contoh materi mengandung Basa
Basa yaitu zat yang dalam air sanggup menghasilkan ion hidroksida (OH–). Ion hidroksida terbentuk lantaran senyawa hidroksida sanggup mengikat satu elektron pada ketika dimasukkan ke dalam air. Basa sanggup menetralisir asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa.

Beberapa basa yang dikenal

Sifat-sifat larutan basa yaitu sebagai berikut: (a) Terasa licin bila terkena kulit. (b) Menghantarkan arus listrik.(c) Jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida/OH. (d) Mengubah lakmus merah menjadi biru. (e) Menetralkan larutan asam.

Perbedaan sifat asam dan basa

3. Garam
Contoh "Garam"
Garam yaitu senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Terdapat beberapa teladan garam, antara lain: NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari–hari tentu kau tidak absurd dengan garam. Contoh garam yaitu garam dapur (NaCl) yang biasa digunakan untuk keperluan memasak. Garam dapur sanggup diperoleh dari air laut. Petani garam membuatnya dengan cara penguapan dan kristalisasi. Garam yang diperoleh kemudian diproses iodisasi (garam kalium, KI) sehingga diperoleh garam beriodium. Garam dapur juga dapat diperoleh dengan cara mencampur zat asam dan basa. Asam bereaksi dengan basa membentuk zat netral dan tidak bersifat asam maupun basa. Reaksi antara asam dan basa dinamakan reaksi netralisasi. Sebagai teladan asam klorida bereaksi dengan natrium hidroksida (soda api) akan membentuk garam dapur dan air. Jika dengan memakai proses penguapan, maka air akan menguap dan tersisa endapan garam dapur saja.
  
    HCl   + NaOH       NaCl +        H2O
   Asam    Basa      Garam dapur     Air

Reaksi kimia yang sanggup menghasilkan garam, antara lain:
1) Asam + basa menghasilkan garam + air
2) Basa + oksida asam menghasilkan garam + air
3) Asam + oksida basa menghasilkan garam + air
4) Oksida asam + oksida basa menghasilkan garam
5) Logam + asam menghasilkan garam + H2

Beberapa garam yang dikenal

Reaksi penetralan berkhasiat bagi manusia, antara lain produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan sanggup dinetralkan dengan memakai senyawa basa Mg(OH)2. Para petani memakai reaksi penetralan supaya tanah yang terlalu asam dan tidak baik bagi tanaman dapat menjadi netral dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)2 atau air kapur. Pasta gigi mengandung basa berfungsi untuk menetralkan verbal kita dari asam, yang sanggup merusak gigi dan menjadikan wangi mulut.

4. Identifikasi Asam, Basa, dan Senyawa

Berdasarkan sifat asam dan basa, larutan dibedakan menjadi tiga golongan yaitu : bersifat asam, basa, dan netral. Sifat larutan tersebut sanggup ditunjukkan dengan memakai indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang menghasilkan warna berbeda dalam larutan asam dan basa. Cara memilih senyawa bersifat asam, basa atau netral sanggup memakai kertas lakmus, larutan indikator atau larutan alami. Misal, lakmus merah dan biru.

Indikator  asam–basa dalam larutan yang bersifat asam, basa dan netral.

Lakmus digunakan sebagai indikator asam-basa, alasannya yaitu lakmus mempunyai beberapa keuntungan, yaitu: (1) Lakmus sanggup berubah warna dengan cepat ketika bereaksi dengan asam ataupun basa. (2) Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara sehingga sanggup tahan lama. (3) Lakmus gampang diserap oleh kertas, sehingga digunakan dalam bentuk lakmus kertas. Lakmus yaitu sejenis zat yang diperoleh dari jenis lumut kerak. Selain memakai indikator buatan, digunakan pula indikator alami untuk mengelompokkan bahan-bahan di lingkungan menurut konsep asam, basa, dan garam. Indikator alami, ibarat : bunga sepatu, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna. Ekstrak bahan-bahan tersebut sanggup memperlihatkan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.

Penyusun 
Nama     :   Lu’luil Maknun
Kelas     :    9i
Tahun   :   2011

Sumber :
Smp7ipa IPA Teguh Sugiarto, Eny Ismawati
Smp7ipa IPA Wasis, Sugeng Yuli Irianto


Penerapan Kimia Dalam Kehidupan
No
Kimia
Penulis
01
Lu’luil Maknun
02
Siti Maria Ulfah
03
Mohamad Hasbi .
04
Tunggal Sae
05
Niken Wardani
06
HanaRahmawati
07
Alfi Mukhsinah
08
Ocvaria Melati

0 Response to "Asam, Basa Dan Garam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel