Advertising 468 x 60

Zat Adiktif Dan Psikotropika


A. Hasil Penyelidikan Pengguna Narkoba
Ilustrasi Pengguna Narkoba
Sejak 10 tahun terakhir, penggunaan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) di kalangan masyarakat relative meningkat. Pengguna narkoba sudah merambah pada seluruh lapisan masyarakat mulai pejabat hingga rakyat biasa. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan di kota-kota besar tetapi sudah merambah ke kota-kota kecil dan bahkan pedesaan. Hasil survei tes urine terhadap 1.092 siswa SMU dari 64 sekolah memperlihatkan bahwa 35% (290 siswa) menjadi pecandu narkoba. Penelitian lain memperlihatkan peningkatan yang tajam pengguna narkoba di kalangan mahasiswa yaitu dari 366 pada tahun 1996 menjadi 1.677 pada tahun 1999.

B. Arti Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat Adiktif dan Psikotropika yang dalam istilah sehari-hari dikenal dengan nama Narkoba (narkotika dan obat berbahaya) atau NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif) ialah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tanaman, baik sintetik maupun semisintetik, yang apabila dimakan, diminum, dihisap/dihirup, atau dimasukkan (disuntikkan) ke dalam tubuh insan sanggup menurunkan kesadaran atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan sanggup menimbulkan ketergantungan dalam aneka macam golongan dan tingkatan. Psikotropika ialah obat keras tertentu bukan narkotika yang diharapkan dalam pengobatan, namun sanggup pula menimbulkan ketergantungan psikis dan fisik yang sangat merugikan bila dipakai tanpa pengawasan yang seksama. Adanya pengawasan yang ketat terhadap peredaran narkotika, maka psikotropika dijadikan sebagai pengganti. Psikotropika memiliki imbas dan ancaman yang sama dengan narkotika. Zat psikotropika yang sering disalahgunakan diantaranya ialah semua minuman yang mengandung alkohol, heroin, morfin, candu atau opium, ganja, mariyuana, obat penenang/obat tidur, daun koka, serbuk kokain, kafein, ekstasi, shabu-shabu, tembakau (mengandung nikotin), aseton,  lem.

C. Dampak Negatif Zat Adiktif dan Psikotropika
Tanaman Opium
1. Golongan Opium, pada pemakaian yang terlalu banyak menimbulkan pingsan, atau bahkan mati. Jika pecandu menghentikan pemakaian opium akan menderita penyakit penghentian, dengan tanda-tanda menyerupai kejang, muntah, diare, berkeringat dan sukar tidur.
Obat Penenang
2. Obat Penenang  (termasuk alkohol), menimbulkan kerusakan hati dan lambung, otot dan syaraf,  daya ingat hilang, gemetar, ketakutan yang berlebihan, dan terkadang kejang.
3. Obat Perangsang, menimbulkan gangguan jiwa menyerupai perasaan tertekan, ketakutan yang berlebihan, dan rasa curiga.

4. Kanabis dan Obat halusinogen, menunjukkaan gangguan jiwa menyerupai hirau tak acuh, kebingungan, dan tertekan.
Tanaman Tembakau
5. Tembakau (mengandung nikotin), menimbulkan gangguan kerongkongan dan paru-paru (kanker),  jantung (tekanan darah tinggi), gangguan pada janin, dan kemandulan

D. Ciri-ciri Umum Pecandu NAPZA
NAPZA tergolong zat psikoaktif yaitu zat yang terutama besar lengan berkuasa pada otak sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, pikiran, persepsi, dan kesadaran. Kelompok zat ini juga sanggup menimbulkan ketagihan atau kecanduan (adiksi) dan ketergantungan bagi pemakainya. Yang dimaksud ketagihan (adiksi) ialah tanda-tanda untuk meminta terus-menerus untuk menggunakan atau menggunakan lantaran merasa sangat membutuhkan.  Seseorang yang ketagihan   ditunjukkan adanya  tanda-tanda fisik dan mental, dimana tubuh akan mengadakan reaksi yang menyakitkan di antaranya sembelit, muntah-muntah, kejang-kejang, dan tubuh menggigil pada dikala tidak menggunakan atau menghentikan penggunaan zat psikoaktif. Pada keadaan yang parah ada yang menjerit-jerit histeris, menggigit jari, dan berperilaku menyerupai orang gila.  Keadaan ini dikenal dengan istilah sakau. Pengguna napza akan merasa kesulitan mengendalikan sikap serta ingin mengkonsumsi takaran yang lebih besar, hingga takaran keracunan, dan bahkan hingga over takaran (melebihi takaran dosis) yang sanggup menimbulkan kematian. Bagi masyarakat awam, tidak gampang mengenali pecandu narkoba, lantaran umumnya mereka menyembunyikannya. Ciri-ciri umum pecandu narkoba adalah:

Kesehatan dan Emosi
(1) Sering menguap padahal tidak mengantuk,  (2) Batuk dan pilek berkepanjangan,  (3) Sering pusing, otot kaku, suhu tubuh tidak normal (demam), (4) Diare, perut melilit,  (5) Mata sering basah dan merah, (6) Sesak napas, (7) Takut air, (8) Praktis tersinggung, (9) Mulut berbau, (10) Agresif, yang ditandai dengan sering berkelahi, mabuk, (11) Senang mendengarkan musik keras-keras, (12) Emosi tidak stabil.

Perubahan Sikap Pribadi
(1) Sering menyendiri, menghindar dari pergaulan, (2) Menunjukkan sikap acuh, (3) Suka ingkar janji, (4) Malas mengurus diri, (5) Banyak menghabiskan waktu di kamar mandi, (6) Jika ditanya sikapnya defensif dan penuh kebencian, (7) Praktis bertindak dan bersikap bernafsu kepada orang lain, (8) Sering berbohong, (9) Terlibat tindak kejahatan (mencuri, mencopet, dan lainlain)

E. Cara Pencegahan dan Penyembuhan
Narkoba
Cara Pencegahan dan Penyembuhan Masalah penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang kompleks, yang tidak gampang penanganannya.  Banyak korban penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh keluarga yang kurang harmonis, oleh lantaran itu pengobatan dan rehabilitasi korban narkoba harus ditekankan pada pelatihan keluarganya. Banyak dijumpai kasus apabila terdapat anggota keluarga menjadi korban narkoba, justru dikucilkan dari keluarga. Hal ini tidak akan sanggup menyembuhkan, tetapi sebaliknya. Dalam hal semacam ini hendaknya keluarga menarik simpatinya dan memperlihatkan pengertian bahwa penggunaan narkoba akan berakibat jelek pada pemakainya. Bila akan dilakukan penyembuhan ke rumah sakit atau pusat rehabilitasi, anggota keluarganya harus memperlihatkan pengertian kepada korban, sehingga korban secara sadar memerlukan pengobatan dan rehabilitasi.  Hal ini penting biar sehabis sembuh korban tidak terjerumus lagi pada penyalahgunaan narkoba. Apabila korban ialah siswa sekolah, maka pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) harus bertindak bijaksana. Pihak sekolah hendaknya tidak serta merta mengeluarkan siswanya yang terlibat narkoba. Hendaknya diteliti dahulu penyebabnya, kenapa siswa terlibat narkoba dan segera memperlihatkan informasi serta berkonsultasi dengan pihak keluarga, sehingga ditemukan jalan pemecahan yang bijaksana. Korban narkoba harus diperlakukan sebagai orang sakit yang harus mendapat pemberian dan bukan penjahat yang harus mendapat eksekusi berat.

F. Psikotropika dalam Bidang Kesehatan
Penggunaan zat adiktif dan psikotropika dalam bidang kesehatan hanya boleh dilakukan oleh pihak yang berwenang (dokter, psikiater, atau petugas kesehatan lain) dengan jenis dan takaran yang terkontrol. Penggunaan jenis obat ini biasanya dilakukan dalam keadaan mendesak, yaitu bila obat-obat lain tidak sanggup menyembuhkan. Penggunaan obat-obatan yang tergolong NAPZA dalam bidang kesehatan antara lain adalah.
a. Morfin, terutama dipakai untuk menghilangkan rasa nyeri yang jago yang tidak sanggup diobati dengan analgetik non narkotik. Apabila rasa nyeri makin jago maka takaran yang dipakai juga makin tinggi. Semua analgetik narkotika sanggup menimbulkan adiksi (ketagihan). Morfin juga dipakai untuk mengurangi rasa tegang pada penderita yang akan dioperasi.
b. Heroin, merupakan turunan morfin yang berfungsi sebagai depresant, contohnya meredakan batuk.
c. Barbiturat,   terdiri dari pentobarbital dan secobarbital, sering dipakai untuk menghilangkan rasa cemas sebelum operasi.
d. Amfetamin dan turunannya,  dipakai untuk mengurangi depresi, menambah  kewaspadaan, menghilangkan rasa kantuk dan lelah, menambah keyakinan diri dan konsentrasi, serta euforia.
e. Meperidin, sering juga disebut petidin, demerol, atau dolantin, dipakai sebagai analgesia. Obat ini tidak efektif untuk terapi batuk dan diare. Daya kerja meperidin lebih pendek daripada morfin.
f. Metadon, dipakai sebagai analgesia bagi penderita rasa nyeri dan dipakai pula untuk terapi pecandu narkotika.

Penyusun
Nama  : Mohammad Hasbi Aziz
Kelas  : IX H
Tahun : 2011/2012

Sumber        
Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam: SMP VIII Edisi 4/ Rinie Pratiwi P, dkk.--Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Gambar dari Google Images


Penerapan Kimia Dalam Kehidupan
No
Kimia
Penulis
01
Lu’luil Maknun
02
Siti Maria Ulfah
03
Mohamad Hasbi .
04
Tunggal Sae
05
Niken Wardani
06
HanaRahmawati
07
Alfi Mukhsinah
08
Ocvaria Melati

0 Response to "Zat Adiktif Dan Psikotropika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel