Advertising 468 x 60

Sistem Gerak Manusia

A. Sistem Gerak, terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. Sistem gerak inilah yang memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak, jalan, dan berlari serta melaksanakan aneka macam acara lainnya.

B. Sistem Rangka
I. Guna rangka pada insan adalah
1. memberi bentuk pada tubuh,
2. melindungi alat-alat tubuh yang lunak mirip paru-paru, hati, otak, dan jantung,
3. daerah melekatnya otot dan urat (alat gerak aktif),
4. untuk menguatkan atau mengokohkan tubuh, dan
5. daerah untuk menciptakan sel-sel darah merah (sumsum tulang belakang).

II. Rangka manusia terdiri atas:
1. Tengkorak
a. Tengkorak wajah (muka)
1) Tulang rahang atas,  jumlah 2 buah, daerah melekatnya gigi atas serta membatasi dinding rongga hidung.
2) Tulang rahang bawah, berbentuk abjad U, setiap ujungnya membentuk 2 cabang, daerah tertanamnya gigi bawah.
3) Tulang langit-langit, terdiri atas 2 buah tulang yang memisahkan rongga verbal dengan rongga hidung.
4) Tulang pipi,  terdiri atas 2 buah tulang, bergabung dengan tulang pelipis membentuk lengkung tulang pipi dan rongga mata dari serpihan samping dan bawah.
5) Tulang pisau luku,  terdiri atas 2 buah tulang, merupakan serpihan bawah dari sekat rongga hidung juga merupakan serpihan dari tulang muka.
b. Tengkorak pelindung otak
1) Tulang pelipis
2) Tulang ubun-ubun
3) Tulang tapis
4) Tulang dahi
5) Tulang baji
6) Tulang belakang kepala

2. Tulang Badan
a) Tulang belakang, tersusun oleh lima jenis tulang, yaitu tulang leher, tulang punggung, tulang kelangkang, dan tulang ekor. Bentuk ibarat abjad S, berfungsi menjaga keseimbangan badan. Tulang leher terdiri atas 7 ruas. Ruas pertama tulang leher disebut tulang atlas, sedangkan ruas kedua dari tulang leher disebut tulang pemutar. Tulang punggung sebanyak 12 ruas, tulang pinggang 5 ruas, tulang kelangkang 5 ruas, dan tulang ekor 4 ruas.

b) Tulang rusuk, terdiri atas:
1) Rusuk sejati, berjumlah 7 pasang, serpihan belakang dari rusuk sejati menempel pada ruas-ruas tulang punggung dan serpihan depan menempel pada tulang dada.
2) Rusuk palsu, berjumlah 3 pasang, berafiliasi pribadi dengan tulang belakang, serpihan depan rusuk palsu menempel pada tulang rusuk di atasnya.
3) Rusuk melayang, pada serpihan belakangnya menempel pada tulang punggung, sedangkan serpihan depan melayang.

c) Tulang dada, terdiri atas 3 bagian, yaitu serpihan hulu, tubuh (terdiri atas tulang sejati), dan taju pedang (tersusun oleh tulang rawan). Bagian hulu merupakan daerah melekatnya tulang selangka, sedangkan serpihan tubuh merupakan daerah melekatnya tujuh pasang tulang rusuk sejati.

d) Tulang bahu,  terdiri atas:
1) Tulang belikat, membentuk segitiga yang tipis, mempunyai 2 tonjolan yang berbentuk mangkok sendi. Tonjolan yang satu disebut taju paruh gagak.
2) Tulang selangka, berbentuk abjad S, ujung satu menempel pada tulang dada, ujung yang lain menempel pada ujung bahu.




e) Tulang panggul,  terdiri atas tulang usus, tulang duduk, dan tulang kemaluan.







 3. Tulang Anggota Gerak
a) Tulang Lengan,  tersusun oleh:
1) Tulang lengan atas, membentuk sendi peluru dengan tulang belikat.
2) Tulang lengan bawah, membentuk sendi engsel dengan tulang hasta dan tulang pengumpil.
3) Tulang hasta yang membentuk tulang lengan bawah.
4) Tulang pangkal tangan yang merupakan rangka pergelangan tangan, berjumlah 8 buah.
5) Tulang tapak tangan berjumlah 5 buah.
6) Tulang ruas-ruas jari tangan sebanyak 14 buah, antara ruas satu dengan yang lain dihubungkan dengan sendi engsel sehingga bisa ditekuk dan digerak-gerakkan.

b) Tulang kaki, terdiri atas:
1) Tulang paha yang pada serpihan atasnya membentuk mirip tombol dan membentuk sendi peluru dengan
tulang panggul.
2) Tulang kering, ukurannya besar dan besar lengan berkuasa membentuk sendi engsel dengan tulang paha serta mempunyai
tonjolan pada ujung serpihan bawahnya yang disebut dengan mata kaki dalam.
3) Tulang betis, terdapat di belakang tulang kering. Padabagian bawah tulang terdapat mata kaki luar. Tulang betis berfungsi sebagai daerah melekatnya otot kaki.
4) Tempurung lutut (patella) merupakan serpihan dari tungkai.
5) Tulang pangkal kaki, berjumlah 7 buah, tulang terbesar mempunyai kegunaan untuk tulang loncat dan tulang tumit.
6) Tulang tapak kaki, sebanyak 5 buah membentuk telapak kaki.
7) Ruas-ruas jari kaki, tersusun dari 14 ruas tulang.

III. Jenis-Jenis Tulang
a. Tulang keras,  tersusun atas adonan antara kalsium dan kolagen, Contoh tulang keras, yaitu tulang tengkorak, tulang tangan, dan tulang kaki
b. tulang rawan / kartilago,  tersusun dari selsel tulang rawan yang sifatnya kenyal dan lentur. Contoh tulang rawan ialah tulang hidung dan tulang telinga.

IV. Bentuk Tulang
a. Tulang Pipa, memiliki bentuk pipa, mempunyai bentuk memanjang dan tengahnya berlubang. Contohnya ialah tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan.
b. Tulang Pendek, berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini pendek, tulang ini bisa menahan beban yang cukup berat. Contohnya ialah tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan telapak kaki.
c. Tulang Pipih, bentuk pipih mirip pelat. Contoh dari tulang pipih ialah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
d. Tulang tidak Beraturan, tulang jenis ini merupakan gabungan dari aneka macam bentuk tulang. Contohnya ialah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.

C. Sistem Sendi
1. Menurut sifat geraknya, sendi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
a. Sendi mati (sinartrosis), yaitu persendian yang tidak sanggup digerakkan alasannya terbentuk dari hubungan antartulang yang erat. Contoh: Persendian pada tulang tengkorak dan gelang panggul.
b. Sendi kaku (amfiartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.Contoh: Persendian pada tulang pergelangan tangan dan kaki, persendian antara tulang rusuk dan tulang dada.
c. Sendi gerak (diartrosis), yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih bebas. Pada kedua ujung tulang yang saling berafiliasi terbentuk rongga sendi yang berisi minyak sendi (cairan sinovial). Minyak sendi dihasilkan oleh membran sinovial yang melapisi persendian.

2. Berdasarkan arah geraknya, sendi bergerak sanggup dibedakan menjadi:
a. Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Contoh: Persendian antara tulang paha dengan tulang gelang panggul.
b. Sendi engsel, persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan satu arah. Contoh: Persendian pada siku.
c. Sendi putar, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar.
d. Sendi geser, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan bergeser. Contoh: Persendian pada tulangtulang pergelangan tangan dan padaruas-ruas tulang belakang.
e. Sendi pelana, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya gerak dua arah atau gerakan mirip orang naik kuda. Contoh: Persendian antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.

D. Sistem Otot
1. Macam-macam sel otot
a. Otot polos
Otot polos berbentuk gelondong dengan kedua ujungnya meruncing dan serpihan tengahnya membesar. Otot polos bekerja secara tidak sadar, terdapat pada organ-organ serpihan dalam tubuh kita mirip paru-paru, usus, otot dinding pembuluh darah dan lain sebagainya. Otot polos bekerja lambat, teratur, dan tidak cepat lelah.
b. Otot lurik
Otot lurik apabila dilihat dengan mikroskop terlihat mirip citra lurik-lurik. Otot lurik menempel pada rangka sehingga ada yang menyebutnyaotot rangka, contohnya otot lengan, otot paha, otot perut, dan sebagainya. Otot lurik bekerja secara sadar, berdasarkan kehendak kita dan gerakannya tidak teratur sehingga disebut otot sadar.
c. Otot Jantung
Otot jantung mempunyai kenampakan ibarat otot lurik, namun gerakannya ialah secara tidak sadar. Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat lelah, dan tidak mengikuti kehendak kita.

2. Cara kerja otot
a. Otot bekerja antagonis, artinya dua otot bekerja secara berlawanan, contohnya otot bisep (di lengan atas depan) dan otot trisep (di lengan atas belakang), bekerja berlawanan untuk membengkokan dan meluruskan lengan bawah. Pada ketika lengan bawah bengkok, otot bisep berkontraksi, otot trisep relaksasi. Pada ketika lengan bawah lurus, otot trisep berkontraksi, otot bisep relaksasi.
b. Otot bekerja sinergis, artinya dua otot bekerja secara bersamaan, contohnya otot dada dan otot rusuk tolong-menolong berkontraksi mengangkat tulang rusuk pada ketika menghirup udara.

D. Gangguan-gangguan pada Sistem Gerak
1. Gangguan dan kelainan pada tulang
a. Kelainan akhir penyakit, contohnya akhir jerawat basil penyakit kelamin yang menyerang sendi lutut.
b. Kelainan alasannya kecelakaan, contohnya patah tulang (fraktura), retak tulang (fisura), dan memar.
c. Kelainan alasannya kekurangan zat gizi, contohnya kekurangan vitamin D, zat kapur, dan fosfor.
d. Rickets, merupakan suatu kelainan pada tulang yang terjadi alasannya kekurangan zat kapur, fosfor, dan vitamin D. Kelainan ini sanggup terlihat dari kaki yang berbentuk abjad O dan abjad X.
e. Osteoporosis, suatu keadaan dimana penghancuran tulang lebih cepat daripada proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos. Penyebabnya yaitu alasannya kekurangan kalsium. Penyakit ini gampang terjadi pada orang yang lanjut usia.
f. Kelainan alasannya perilaku tubuh yang salah, antara lain:
1) Lordosis, yaitu tulang belakang serpihan leher dan punggung terlalu membengkok ke depan. Jika dilihat dari samping, tulang belakang tampak tidak lurus.
2) Kifosis, yaitu tulang belakang serpihan punggung dan pinggang terlalu membengkok ke belakang.
3) Skiliosis, yaitu tulang belakang terlalu membengkok ke samping kanan atau kiri.

2. Gangguan pada otot
Otot ialah alat gerak aktif. Oleh alasannya itu, kalau terjadi gangguan pada otot maka akan sangat mengganggu sistem gerak. Gangguan yang sanggup terjadi pada otot antara lain sebagai berikut.
a. Atrofi, yaitu keadaan otot mengecil sehingga tidak bisa berkontraksi. Atrofi sanggup terjadi alasannya kurangnya acara otot.
b. Stiff atau kaku leher, yaitu leher terasa kaku dan terasa sakit kalau digerakkan. Stiff sanggup terjadi alasannya adanya peradangan pada otot trapesius leher.
c. Hernia abdominalis, yaitu sobeknya dinding perut yang lemah sehingga usus merosot ke bawah.
d. Kram, yaitu kontraksi otot atau sekumpulan otot yang terjadi secara mendadak dan singkat. Kram sanggup terjadi alasannya kurangnya anutan darah ke otot
e. Arthritis, merupakan peradangan yang terjadi pada sendi. Dapat terjadi alasannya banyak mengangkat atau membawa beban terlalu berat, ataupun jerawat mikroorganisme.
f. Lepas Sendi dari tempatnya sehingga ligament putus /sobek. Hal ini sanggup terjadi alasannya kecelakaan ataupun ketika melaksanakan olahraga berat.

Sumber:
Saeful Karim, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Rinie Pratiwi P, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
H. Moch. Agus Krisno, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Wasis, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Gambar dari Google Images



Artikel Sistem Organ Tubuh Manusia
No
SISTEM TUBUH MANUSIA
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Semiyanto
08
Semiyanto
09
Semiyanto
10
Irfan Maulana
11
Ranindyta Elda
12
Indri Utami
13
Dimas Bayu S

0 Response to "Sistem Gerak Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel