Advertising 468 x 60

Pertumbuhan Dan Perkembangan Organisme

A. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan

1) Pertumbuhan
Pertumbuhan ialah penambahan biomassa yang bersifat tidak sanggup balik (irreversible). Penambahan bomassa ditandai dengan penambahan berat, panjang, volume, jumlah sel, dan lain-lain. Pertumbuhan pada makhluk hidup sanggup dilihat dari perubahan ukurannya. Oleh lantaran itu, pertumbuhan sanggup dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat. Ciri-ciri pertumbuhan antara lain sebagai berikut.
a. Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran.
b. Terjadi peningkatan jumlah sel.
c. Terdapat penambahan kuantitatif individu
d. Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.
e. Dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal
f. Bersifat terbatas, pada usia tertentu makhluk hidup sudah tidak tumbuh lagi.

2) Perkembangan
Perkembangan merupakan perubahan struktur dan fungsi yang bersifat spesifik. Perubahan struktur dan fungsi tersebut mengakibatkan bagian-bagian penyusun badan bertambah lengkap, sempurna, dan kompleks. Adapun ciriciri perkembangan antara lain sebagai berikut.
a. Terjadi peningkatan kualitatif individu.
b. Adanya proses kedewasaan.
c. Tidak sanggup dinyatakan dalam ukuran jumlah, panjang, maupun berat.
d. Bersifat sistematis, progresif, dan berkesinambungan, terus terjadi hingga makhluk tersebut mati.

B. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman
1) Pada Tumbuhan Biji
                    
















2) Pada Tumbuhan Lumut dan Paku
Tumbuhan Lumut dan Paku mengalami Metagenesis atau Pergiliran Keturunan

(a) Metagenesis Tumbuhan Lumut















(b) Metagenesis Tumbuhan Paku














C. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

1) Pada Hewan Beranak






2) Pada Hewan Bertelur
 









3) Pada Hewan yang mengalami Metamorfosis
(a) Metamorfosis Sempurna contohnya kupu-kupu









(b) Metamorfosis Tak Sempurna contohnya Kepik















4) Pada Hewan yang mengalami Metagenesis, contohnya Ubur-ubur














D. Pertumbuhan Primer dan Sekunder pada Tumbuhan Biji

1. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer ialah pertumbuhan yang terjadi akhir kegiatan jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Titik tumbuh primer terbentuk semenjak tumbuhan masih berupa embrio. Jaringan meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang tumbuhan bertambah panjang. Pada titik tumbuh, pertumbuhan terjadi secara bertahap. Oleh lantaran itu kawasan pertumbuhan sanggup dibedakan menjadi tiga, yaitu kawasan pembelahan, kawasan perpanjangan, dan kawasan diferensiasi.

2. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan jaringan meristem sekunder. Contohnya ialah jaringan kambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah. Pembelahan ke arah dalam membentuk xilem atau kayu sedangkan pembelahan ke luar membentuk floem atau kulit kayu. Akibat kegiatan jaringan meristem pada kambium, diameter batang dan akar bertambah besar. Tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder.







E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Faktor Dalam (Internal)
a) Gen,  adalah materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mensugesti ciri dan sifat makhluk hidup, contohnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warnabunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya.

b) Hormon
1) Hormon pada tumbuhan (fitohormon)
a) Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-selbaru.
b) Sitokinin, memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c) Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu, giberelin sanggup mengakibatkan munculnya bunga lebih cepat.
d) Etilen, berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan mengakibatkan penuaan daun.
e) Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.

2) Hormon pada hewan
a) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
b) Somatomedin, mensugesti pertumbuhan tulang.
c) Ekdison dan juvenil, mensugesti perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada binatang Invertebrata.

3) Hormon pada manusia
a) Hormon tiroksin, berfungsi memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh.
b) Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH), peranannya ialah memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang.
c) Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya gejala kelamin sekunder pada pria.
d) Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tandatanda kelamin sekunder pada wanita.

2. Faktor Luar (Eksternal)
a) Makanan atau Nutrisi, merupakan materi baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mensugesti pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
b) Suhu, yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya, disebut suhu optimum, contohnya suhu badan insan yang normal ialah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup sanggup tumbuh dan berkembang dengan baik.
c) Cahaya, berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis.
d) Air dan Kelembapan, merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, sangat diharapkan oleh makhluk hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh.
e) Tanah, berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, jikalau kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara, tumbuhan tumbuh subur.

F. Fase Embrionik dan Pasca Embrionik pada Hewan
1. Fase Embrionik
Zigot terbentuk dari hasil pertemuan ovum dengan sperma, lalu zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam beberapa tahap, yaitu pembelahan zigot => morula => blastula => gastrula => organogenesis.

2. Fase Pascaembrionik
Pertumbuhan pascaembrionik dimulai dikala binatang lahir atau menetas. Semua anggota badan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Namun demikian kecepatan pertumbuhan dan perkembangan antara potongan badan yang satu dengan potongan badan yang lain tidak sama. Pertumbuhan ini tidak berlangsung terus-menerus, melainkan berhenti sehabis mencapai usia tertentu. Perkembangan dimulai dikala alat kelamin telah bisa memproduksi sel-sel gamet. Pada insan perkembangan ini ditandai dengan munculnya sifat-sifat kelamin sekunder. Tanda kelamin sekunder pada laki-laki berupa tumbuhnya rambut pada potongan badan tertentu, bunyi besar, tumbuhnya jakun, dan otot-otot badan lebih kekar. Tanda kelamin sekunder pada perempuan ditandai dengan membesarnya payudara, tumbuhnya rambut pada potongan badan tertentu, dan membesarnya pinggul.


Sumber:
Saeful Karim, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Rinie Pratiwi P, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
H. Moch. Agus Krisno, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Wasis, dkk. 2008. bse Belajar IPA klas 8. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional



Artikel Ciri-ciri Organisme
No
CIRI-CIRI ORGANISME
Penulis
01
Zaenul Milachi
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto

0 Response to "Pertumbuhan Dan Perkembangan Organisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel