Advertising 468 x 60

Gerakan Bumi Dan Bulan

Rotasi Bumi

1. Rotasi bumi
Bumi berputar mengitari garis khayal yang disebut sumbu atau poros. Perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi. Sekali berotasi bumi membutuhkan waktu 24 jam, atau disebut satu hari. Karena bumi berotasi maka kawasan tertentu di permukaan bumi tidak terus-menerus menghadap matahari. Bagian bumi yang menghadap matahari akan mengalami siang dan penggalan lain yang membelakangi matahari mengalami malam. Belahan bumi penggalan timur lebih dahulu menghadap matahari dibandingkan belahan bumi penggalan barat. Oleh sebab itu, orang yang tinggal di Irian Jaya lebih dulu mengalami pagi dibandingkan orang yang tinggal di Kalimantan, apalagi orang yang tinggal di Aceh. Bumi berevolusi pada garis eda
Perubahan Musim
r yang teratur. Garis edar ini disebut orbit. Satu tahun di bumi yaitu waktu yang diharapkan bumi untuk mengelilingi matahari pada orbitnya satu kali putaran, yaitu selama 365,25 hari. Waktu untuk berevolusi disebut juga kala revolusi. Dengan demikian 1 tahun yaitu 365 hari, dengan setiap 4 tahun sekali ada 366 hari yang disebut tahun kabisat. Pada tahun kabisat umur bulan Februari 29 hari.

2. Perubahan musim
Kemiringan sumbu bumi pada ketika berotasi mengakibatkan terjadinya perbedaan penyinaran cahaya matahari. Hal ini mengakibatkan perbedaan lamanya siang dan malam serta menimbulkan perbedaan isu terkini di banyak sekali kawasan di permukaan bumi. Sekitar  tanggal 21 Juni belahan bumi utara mengalami isu terkini panas sebab lebih condong ke arah matahari sehingga mendapatkan cahaya matahari lebih banyak. Sekitar tanggal 21 atau 22 Desember belahan bumi selatan mengalami isu terkini panas, sedangkan belahan bumi utara mengalami isu terkini dingin. Saat belahan bumi condong menjauhi matahari, belahan bumi tersebut mengalami isu terkini dingin.
Skema Gerak Bulan

 3. Gerakan bulan
Bulan berotasi pada porosnya, berevolusi mengitari bumi dan tolong-menolong dengan bumi mengelilingi matahari. Waktu yang dibutuhkan bulan untuk satu kali berevolusi sekitar 27,3 hari, disebut kala revolusi sideris (satu bulan sideris). Tetapi sebab bumi juga bergerak searah gerak bulan, maka berdasarkan pengamatan di bumi waktu yang dibutuhkan bulan untuk melaksanakan satu putaran penuh menjadi lebih panjang dari kala revolusi sideris, yaitu sekitar29,5 hari. Kala revolusi ini disebut kala revolusi sinodis (satu bulan sinodis). Kala revolusi sinodis sanggup ditentukan melalui pengamatan dari ketika terjadinya bulan gres hingga bulan gres berikutnya. Satu bulan sinodis dipakai sebagai dasar penanggalan Komariyah (penanggalan Islam). Jika kau perhatikan dari bumi, bentuk bulan ternyata tidak tetap. Suatu ketika berbentuk bundar, setengah lingkaran, lebih dari setengah lingkaran, menyerupai sabit, atau kadang kala tidak terlihat sama sekali. Bentuk bulan yang berubah-ubah itu dikenal sebagai fase-fase bulan.

4. Fase-fase bulan
Fase-fase Bulan
Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari matahari. Bagian bulan yang sanggup kita lihat hanyalah penggalan yang menerima cahaya matahari dan dipantulkan ke bumi. Karena bulan berevolusi, maka penggalan bulan yang memantulkan cahaya matahari diterima ke bumi berubah-ubah.

5. Gerhana matahari dan gerhana bulan
Bumi selalu berotasi pada porosnya dan berevolusi terhadap matahari. Sementara bulan berotasi pada porosnya, berevolusi pada bumi, dan tolong-menolong bumi mengitari matahari. Karena gerakan ini, suatu ketika bumi, bulan, dan matahari terletak pada satu garis lurus.

Skema Gerhana Matahari
a. Gerhana matahari, terjadi kalau posisi bulan terletak antara bumi dan matahari, seperti. Akibatnya bulan membentuk bayangan di bumi, sehingga orang yang tinggal di belahan bumi tersebut tidak sanggup melihat matahari. Ukuran bulan lebih kecil dari ukuran matahari, sebab itu hanya sebagian kecil permukaan bumi yang benar-benar ditutupi bayangan bulan dan sama sekali tidak mendapatkan cahaya matahari. Daerah ini mengalami gerhana matahari total.

Skema Gerhana Bulan
b. Gerhana bulan, terjadi ketika matahari, bumi, bulan terletak satu garis lurus. Saat gerhana bulan, bumi terletak di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari mengenai bumi dan tidak hingga di bulan. Akibatnya bulan tidak memantulkan cahaya sama sekali ke bumi. Keadaan ini disebut gerhana bulan

Sumber :
Elok Sudibyo, dkk. 2008 BSE Mari Belajar IPA kelas 9. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Gambar dari Google Images

Di susun oleh:
Nama               : Husni Maulana
Kelas               : IX H
Sekolah            : Sekolah Menengah Pertama N 1 Adiwerna
Tahun ajaran     : 2011/2012


Artikel Tata Surya
No
TATA SURYA
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Semiyanto
08
Sefrina Zafira R
09
M. Mubarok
10
Nur Fajar H
11
Nur Alif Restu F
12
Semiyanto
13
Semiyanto
14
Semiyanto
15
Semiyanto
16
Semiyanto
17
Husni Maulana
18
Semiyanto

0 Response to "Gerakan Bumi Dan Bulan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel